Ajax Bukanlah Tim `Hore` di Liga Champion

26

WARTABUANA – Kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt menyebut jika timnya akan memberikan hasil terbaik diperempat final liga Champion. De Light tidak ingin dibilang Ajax hanya tim penggembira.

Ajax menjamu Juve di Johan Cruijff Arena, Kamis (11/4/2019) dini hari WIB, pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions Eropa. Juve terlebih dulu unggul lewat gol Cristiano Ronaldo di menit ke-45.

Tuan rumah mampu menyamakan skor saat babak kedua baru berjalan dua menit. Blunder Joao Cancelo mampu dimaksimalkan David Neres membobol gawang Juve yang dikawal Wojciech Szczesny.

Ajax menunjukkan mereka tak canggung menghadapi tim bertabur bintang seperti Juve. Sepanjang waktu normal, Ajax memberikan tekanan sangat berarti bagi tim tamu. Ini terlihat dari statistik yang memperlihatkan penguasaan bola Ajax mencapai angka 64 persen berbanding 36 persen yang dibuat Juve.

Ada 17 shots yang dilepaskan tuan rumah dengan enam diantaranya on target. Kegemilangan kiper Wojciech Szczesny jadi satu-satunya hambatan Ajacied mencetak banyak gol ke gawang Juve. Tercatat, ada lima shots yang diblok kiper asal Polandia itu.

De Ligt menyebut catatan tersebut jadi penegasan Ajax memang layak bersaing di perempat final bukan sekadar tim pelengkap di fase knock-out.

“Saya pikir kami sudah melakukannya sebaik mungkin. Kami punya sebuah tim dengan banyak pemain potensial yang cenderung muncul sepenuhnya di pertandingan Liga Champions,” ujar bek 19 tahun.

“Para pemain sudah bekerja sangat keras. Kami membuktikan hari ini bahwa Ajax berada di perempat final Liga Champions Eropa karena keberuntungan,” ia melanjutkan.

Ajax masih harus bekerja ekstra keras di leg kedua yang akan berlangsung di Allianz Arena Turin pada 17 April mendatang. De Ligt optimistis motivasi rekan setimnya masih sama seperti mereka menumbangkan Real Madrid di pertemuan kedua babak 16 besar dengan skor 4-1.

“Tentu saja, Juventus kuat main di kandang, setiap orang mengetahuinya, jadi itu akan jadi pertandingan leg kedua yang sulit,” pungkas penggawa timnas Belanda.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here