profil

Novita Sari Lebih Fokus Merancang Busana Muslim

Fuad Rohimi | Senin, 28 Agustus 2017 17:20 WIB | PRINT BERITA

Novita Sari /ist

 

JAKARTA, WB –  Novita Sari, dokter gigi yang pilih profesi sebagai perancang  busana ini yakin tahun 2020 Indonesia menjadi trendsetter busana muslim dunia. Itu terjadi selain karena  berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia memiliki banyak perancang busana muslim berkelas.

 

Novita Sari, pemilik Butik Padusi ini pun sudah memantapkan hati untuk serius dan lebih fokus merancang dan memproduksi busana muslim. “Pilihan ini bukan karena Indonesia bakal jadi trendsetter ya, tapi karena memang saya lebih tertarik merancang busana muslim. Dan Alhamdulillah banyak juga peminatnya,” ungkap ibu dua anak ini.

 

Selain memang pangsa pasar busana muslim terus meningkat, ada alasan mendasar yang membuat Novita Sari memilih busana muslim dalam berkarya. “Selain menjadi salah satu bentuk menjalankan syiar Islam, saya juga terobsesi untuk membuktikan jika busana muslim yang menutup aurat itu bisa up to date,” jelas Novita Sari.

 

 

Menjadi seorang perancan g busana merupakan bisikan hati, bukan karena cita-cita yang dirintisnya. Saat SMA dan kuliah kedokteran gigi, Novita Sari sering curi-curi waktu mencoret-coret buku catatannya dengan sketsa rancangan busana.

 

Setelah sering merancang dan membuat busana sendiri, akhirnya dia mulai berani menerima `order` dari keluarga dan kolega dekat. Kemudian mulai tahun 2011, Novita Sari mulai berani unjuk gigi dengan mengikuti beberapa pameran hingga berlanjut ke ajang fashion show lokal sampai ke Torino Fashion Week di Italia beberapa bulan lalu.

 

Sosok Novita Sari memang low profil, segudang pengalaman malah membuatnya semakin merasa perlu banyak belajar. “Saya suka kumpul dengan teman seprofesi untuk sharing pengalaman dan informasi. Semakin banyak bertemu orang, saya merasa semakin kurang pengalaman,” ungkap member The Shahdan, butik berkelas di FX Sudirman, Jakarta.

 

Salah satu keistimewaan karya Novita Sari, selain tampak mewah dan berkelas, harga yang disodorkan juga relatif murah untuk karya seorang perancang busana sekelas dia.

 

Perancang yang suka mengekploitasi gaya feminin dan glamour menggunakan bordir dan renda dengan warna-warna cerah ini membanderol karyanya mulai harga Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta.

 

Menurut wanita kelahiran Medan dan besar di Padang ini, jika busana muslim dibuat dengan bahan yang bagus dan bordir yang bagus, sudah pasti akan enak dilihat dan  nyaman dikenakan. “Namun semua itu harus ditebus dengan harga mahal. Harga tidak bohong. Namun saya mencoba menekan harga tanpa mengurangi kualitas. Caranya saya beli bahan bakunya langsung di negara asal agar harga bisa murah,” paparnya.

 

Dari rancangan busana muslim yang sudah lahir lewat tangan dinginnya, sudah banyak dengan mode busana muslim syar`i. Ternyata banyak juga yang mengenakan busana muslim syar`i yang ingin tampil modis.

 

 

Namun demikian, Novita Sari belum mau fokus merancang busana muslim syar`i karena dirinya  merasa belum mengenakan busana muslim secara syar`i.


Novita Sari yang sempat menetap di Jepang selama dua tahun ini memang terobsesi menjadi perancang busana kelas dunia. Namun, semua itu tidak harus dikejar dengan tergesa-gesa. “Ikuti saja seperti air mengalir,” ungkapnya.

 

Busana karya Novita Sari sudah sering dikenakan seleberitis tanah air, sebut saja Angel Lelga, Elma Theana, Inggrid Tansil, Shinta Bachir dan sederet nama lain. []

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Kuliah di Rusia, Turah Parthayana Jadi Vlogger Inspiratif

13 Agustus 2018 | 07:26 WIB

Sangat banyak pemuda Indonesia yang kuliah di luar negeri, salah satunya Turah Parthayana. Pria asal Bali ini menjadi istimewa lantaran di memvideokan pengalamannya menjadi mahasiswa di Rusia dan mempublikasikannya di Youtube alias vloger.

Rizky Pangestu, Siap ke Panggung Politik Setelah Sukses Jadi Pengusaha

12 Agustus 2018 | 07:47 WIB

Mencoba dunia baru, bukanlah hal yang mudah. Itulah yang dilakukan pebisnis muda Rizky Pangestu. Pemilik Waroeng Upnormal BSD itu meninggalkan kesenangan masa mudanya demi maju dalam kontestansi politik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber