komunitas

Orang-orang Ini Memotret dari Lubang Jarum

0 | Senin, 19 Februari 2018 16:14 WIB | PRINT BERITA

ist

 

WARTABUANA - Teknologi di masa modern seperti sekarang ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Apalagi ditambah dengan gadget dengan kualitas kamera yang tidak kalah canggih dengan kamera digital pada umumnya, semakin mempermudah untuk kita mengabadikan suatu objek.

 

Namun, tahukah anda dengan bermodalkan barang yang memiliki ruang kedap cahaya, kertas foto sensitif cahaya, dan kaleng bekas yang digunakan sebagai lensa kita bisa membuat sebuah kamera?

 

Kamera Lubang Jarum (KLJ) atau pinhole camera adalah sebuah kamera tanpa lensa yang bisa kita buat dari barang apapun dengan syarat memiliki ruang yang kedap cahaya dan memiliki sebuah lubang kecil untuk memproyeksikan cahaya menjadi sebuah gambar visual dengan posisi terbalik.

 

 

Di Indonesia, kamera ini dikembangkan kembali oleh fotografer Ray Bachtiar Dradjat atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Abah. Pada tahun 2002, abah mendirikan Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI), yaitu perkumpulan pemain kamera lubang jarum yang hingga kini sudah tersebar lebih dari 45 kota di Indonesia.                     

 

Komunitas ini sebenarnya tidak mempersoalkan masalah “kamera”, tapi makna “lubang jarum”-lah yang mereka garis bawahi. Karena lubang jarum bisa berarti kondisi saat sulit datang bertamu dan pada saat seperti itu kita harus mampu meloloskan diri.

 

Pantas jika Leonardo Da Vinci menyatakan: “Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta“, karena terbukti kamera lubang jarum mengajak kita untuk berada dalam suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan bahkan olah fisik. Tetapi ruang itu harus kita penuhi dengan aksi-aksi nyata.

 

Kamera Lubang Jarum (KLJ) bersifat handmade. Dan metode yang digunakan untuk memotretpun berbeda dari kamera pada umumnya, karena KLJ sangat memerlukan bantuan cahaya matahari untuk memotret sebuah objek.

 

 

Dan cara mencetak hasil fotonya juga masih dengan cara manual, yaitu dengan merendam kertas yang telah digunakan untuk memotret tadi kedalam larutan pengembang (developer), larutan penghenti (stopbath), larutan penetap (fixer) dan air. 

 

Bagi Indonesia yang kaya akan bahan baku dan manusia-manusia kreatif, juga mengembalikan suatu momen ritual dan upacara dalam fotografi sekaligus memberikan kembali pemahaman tentang apa arti pelambatan di tengah digitalisasi kehidupan yang menawarkan percepatan pembangunan, pertumbuhan teknologi, budaya instan dan konsumerisme.

 

Lubang Jarum memiliki konsep bahwa proses alam dan kenyataan harus diikuti oleh sebuah proses alkimia dengan menggunakan hukum jarum sebagai perantaranya. Sudah 15 Tahun lebih KLJI bergerak dan melawan arus di bidang alternatif fotografi tetapi nyatanya kita tidak terhanyut dan hilang. [dea]

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber