politik

Yusril : Kalau Capres Tunggal, PBB Dukung Kotak Kosong

Nana Sumarna | Rabu, 07 Maret 2018 15:46 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan partainya tidak akan mendukung koalisi pemerintahan yang mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan sekalipun jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hanya memunculkan calon presiden tunggal. Jika seperti itu kata Yusril, PBB siap mendukung kotak kosong.


"Kalau pilpres kembali ke calon tunggal atau mengulang 2014, kecenderungan saya adalah PBB lebih baik jadi leader oposisi. Bahkan kalau calon tunggal PBB lebih baik dukung kotak kosong saja," tutur Yusril beberapa waktu lalu.


Mantan menteri Menkum Ham ini menambahkan, dirinya melihat kecenderungan akan adanya calon tunggal pada Pilpres 2019 mendatang. Atau setidaknya hanya akan mengulang Pilpres 2014 silam, yang hanya mempertontonkan dua pasang calon (paslon) bertarung. Apalagi, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juga memperbesar kemungkinan adanya calon tunggal.


Namun, kata Yusril, kemungkinan calon tunggal dapat dipatahkan dengan adanya poros ketiga selain poros Jokowi dan Prabowo Subianto. Hanya saja untuk memunculkan poros baru sangat sulit terjadi karena berdasarkan hasil Pemilu 2014 dengan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang cukup tinggi, yaitu 20 persen suara.


"Menurut saya ini tidak masuk akal dan kami kalah di MK meskpun kami tidak setuju hal itu. kalau misalnya calon tunggal barangkali PBB akan kampanye dukung kotak kosong dan jadi kekuatan oposisi utama di Republik ini," kata Yusril.

PBB sendiri baru ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019 dan mendapatkan nomor urut 19. Hal itu terjadi, setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengabulkam seluruh permohonan PBB. Bawaslu membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 17 Februari 2018 Nomor 58/PL.01.1-KPT/03/KPU/II/2018 tentang penetapan partai politik peserta pemilihan umum anggota DPR, DPRD provinsi dan DPR kabupaten/kota 2019. []






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Titik Tuju Partai Berkarya, Idrus : Tidak Masalah

13 Juni 2018 | 16:06 WIB

Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham menyampaikan, setiap warga negara memiliki hak dalam menentukan pilihan politiknya. Pernyataan Idrus tersebut terkait keputusan Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto yang menyeberang ke Partai Berkarya.

Komjen Iriawan Jabat Pj Gubernur Jabar, PKS : Mendagri Jangan Gegabah

18 Juni 2018 | 12:09 WIB

DPP PKS akan meminta penjelasan kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait bakal dilantiknya mantan Kapolda Metro Jaya Komjen M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat.

Jika Maju, PAN Optimis Amien Bisa Kalahkan Jokowi

12 Juni 2018 | 09:22 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik kesiapan Amien Rais untuk maju pada bursa Pilpres 2019. Bahkan, elit PAN optimisi Amien Rais bisa mengalahkan Jokowi dalam pemilihan nanti.

Pengamat : Polisi Aktif Diangkat Jadi Gubernur, Tidak Masuk Akal

19 Juni 2018 | 10:21 WIB

Pelantikan dan penempatan perwira aktif Polri, Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat adalah pengangkangan terhadap Undang-Undang.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber