ekonomi

MoU Prukades di 120 Kabupaten Ditandatangani, 10 Juta Pekerja Akan Terserap

Anggi SS | Kamis, 08 Maret 2018 20:41 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Sekitar 10 juta tenaga kerja akan terserap dalam pelaksanaan program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades)  setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan antara Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), 102 kabupaten, dan 68 perusahaan.

 

Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Sandjojo usai penandatanganan MoU tersebut di Jakarta Convention Center (JCC) dan Hotel Sultan Jakarta, Kamis (8/3/2018).

 

"Ada 102 bupati dan 68 dunia usaha. Mereka menandatangani di 200 lebih kerjasama prukades yang investasinya diperkirakan sekitar Rp 47 triliun dan dari semua yang ditanda tangani itu diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja  bisa sampai 10 juta jiwa tenaga kerja jika semua kerjasama itu mulai berjalan," kata Eko Sandjojo  usai penandatanganan kesepahaman bersama yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

 

Menurutnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menggalang berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam pengembangan program Prukades dalam rangka percepatan pembangunan kawasan perdesaan dan penguatan perekonomian masyarakat desa dan daerah.

 

 

Eko Sandjojo menjelaskan bahwa model kerjasamanya tersebuat antara antara kementerian terkait, dunia usaha, pemerintah daerah dan perbankan. Mulai dari kerjasama off taker sampai dengan investasi yang besaran nilai per projectnya bisa mencapai Rp 4 triliun.

 

"Salah satunya adalah perkebunan gula di daerah Sumba Timur. Itu satu perusahaan yang bekerjasama dengan pemda dan daerah transmigrasi. Perusahaan itu memproduksi gula yang diharapkan pada 2019 nanti dapat memproduksi 200 ribu ton gula," katanya.

 

Lebih lanjut, Eko Sandjojo menjelaskan bahwa tujuan pengembangan Prukades yakni meningkatkan pemasaran produk unggulan desa, meningkatkan produktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), meningkatkan produktivitas komoditas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan perdesaan.

 

"Manfaat yang diharapkan dari model Prukades ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa, meningkatan pendapatan asli desa, meningkatkan PDRB Kabupaten dan meningkatkan pendapatan perusahaan mitra," katanya.

 

Eko menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten yang serius mengikuti program Prukades akan diberikan insentif berupa bibit, pupuk, jembatan, traktor, dan kebutuhan lain kepada masyarakat desa setempat.

 

"Dengan model prukades ini pemerintah nantinya akan memberi intensif berupa bibit, pupuk, traktor, infrastruktur agar mereka mau fokus satu komoditi tertentu agar memiliki skala ekonomi yang besar. Sehingga, dengan skala ekonomi yang besar itu, desa sudah tidak kesulitan lagi dengan sarana pasca panennya dan program inilah yang nantinya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pertumbuhan ekonomi di desa," katanya.

 

Sekedar diketahui, Prukades merupakan program untuk memajukan desa dengan menciptakan produk unggulan desa. Diyakini dengan memiliki produk unggulan akan memudahkan desa membangun akses pasar dan berbagai hambatan yang selama ini dihadapi warga desa dalam membangun percepatan ekonomi.

 

Dalam menentukan produk atau komoditi unggulan, perangkat desa dan petani harus sepakat mengenai tanaman apa yang akan dibudidayakan, mengikuti musim. Contohnya, memasuki musim hujan maka warga desa harus menentukan komoditi apa yang cocok ditanam pada masa tanam ini.

 

Jika produk bersama ini telah menjadi kesepakatan, maka warga bakal menanam komoditas yang sama, sehingga ketika panen tiba, desa itu memiliki jumlah komoditas pertanian dalam jumlah besar yang memudahkan warga mendapatkan pasar karena memiliki komoditas dalam skala besar.

 

Selain Prukades, Kemendes juga memiliki tiga program prioritas lainnya, yakni pembangunan embung, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pembangunan sarana olahraga desa. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Konsumsi LPG Meningkat, Pertamina : Stok Aman

13 Juni 2018 | 11:15 WIB

Tiga hari jelang lebaran (H-3), PT Pertamina (Persero) mencatat terjadi peningkatan konsumsi LPG menjadi 27,8 ribu metrik ton, atau naik 20 % dari rata-rata harian.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber