politik

Komjen Iriawan Jabat Pj Gubernur Jabar, PKS : Mendagri Jangan Gegabah

Purnama | Senin, 18 Juni 2018 12:09 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - DPP PKS akan meminta penjelasan kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait bakal dilantiknya mantan Kapolda Metro Jaya Komjen M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat.

Wasekjen PKS Mardani Ali Sera menyebut penunjukkan pejabat kepolisian mengisi kursi kekuasaan justru bisa menimbulkan masalah baru.


"Penunjukkan ini menimbulkan syok prasangka peluang ketidakadilan dalam proses Pilkada Jabar karena ada kandidat yang sama insitusi," kata Ali Sera melalui akun twitter resminya @MardaniAliSera.


Mardani meminta Kemendagri tidak memaksakan kehendak tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Apalagi usulan pejabat Polri mengisi posisi pejabat kepala daerah seperti ini sudah pernah ditolak sebelumnya.


"Jadi akan lebih arif dan bijak jika dipilih figur netral dan negarawan. Jabar itu magnitude politik nasional," tegasnya.


Rencana Iriawan akan dilantik sebagai Pj Gubernur Jabar di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat pada Senin (18/6/2018) ini. Hal itu dibenarkan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono. Iriawan sendiri saat ini menjabat Sestama Lemhanas.[]





EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Inilah Alasan Andi Undru Mario Jadi Wakil Rakyat

18 Juli 2018 | 12:28 WIB

Kapten TNI (Purn) Andi Undru Mario, SSos MSi., telah dinyatakan lolos menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo lewat Partai Gerindra dengan nomor urut 4.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

SIGMA : Jokowi Istimewakan Cak Imin

16 Juli 2018 | 12:06 WIB

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahudin menilai keistimewaan yang diberikan Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bisa memunculkan kecemburuan bagi parpol pendukung yang lain. Sebab dari lima nama bakal cawapres, Jokowi secara langsung menyebut salah satunya adalah Muhaimin Iskandar.

PDIP Klaim Cawapres Jokowi Tinggal Diumumkan

11 Juli 2018 | 15:07 WIB

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengaku bahwa Calon Wakil Presiden (Cawapres), pendamping Jokowi untuk Pemilu Presiden 2019, sudah di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri. Kata Hasto, pengumuman cawapres ke publik tinggal menunggu waktu yang tepat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber