ekonomi

Menteri Ini Bilang, Piala Dunia Picu Naiknya Harga Telur Ayam

Purnama | Selasa, 17 Juli 2018 07:22 WIB | PRINT BERITA

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita /ist

 

JAKARTA, WB – Selain soal pakan ternak yang naik gegara dolar melonjak menjadi pemicu tingginya harga telur ayam, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita punya asumsi lain. Menurutnya, perhelatan Piala Dunia 2018 ikut andil mendongkrak harga telur.

 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bukan libur Lebaran yang lebih panjang dan pelakasanaa Piala Dunia 2018 selama satu bulan itu memicu naiknya harga telur. Kedua momen yang beruntun membuat permintaan telur dan daging ayam meningkat. Sementara, pasokannya tidak bertambah karena pekerja peternakan dan pedagang pasar memilih untuk cuti selama Lebaran sehingga ayam petelur tak berproduksi dan hanya mengandalkan stok yang ada.

 

"Karena tengah malam itu (makan) nasgor (nasi goreng) pakai telor; internet, Indomie telur, dan kornet, pakai telur juga. Saya dulu pernah menyelinap, ada fresh telur langsung kita ambil bikin nasgor," kata Enggar di Jakarta, Senin (16/7/2018).

 

Dia tak setuju jika disebut momentum pilkada serentak pada akhir Juni lalu juga menjadi pemicu peningkatan permintaan telur ayam. Sebab, saat masa kampanye pun yang dibagikan beras, gula, hingga sirup.

 

Sementara itu, Kementerian Pertanian tidak memungkiri bahwa akibat liburan panjang hingga Piala Dunia, lonjakan permintaan telur mencapai 20-30 persen. Tingkat permintaan di masing-masing daerah memang berbeda tetapi secara umum sama, yakni karena efek Piala Dunia.

 

"Kalau demand (permintaan) masing-masing tiap daerah akan beda. Adanya pertandingan Piala Dunia ternyata memengaruhi, saya pikir iya juga, ya," kata Fini Murfiani, direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, dalam kesempatang yang sama.

 

Karena itu, pemerintah akan terus mengevaluasi demi mengantisipasi lonjakan-lonjakan permintaan anomali yang terjadi seperti sekarang. Terutama, menyambut Asian Games pada Agustus 2018.

 

Saat ini, berdasarkan Info Pangan Jakarta, harga rata -rata telur per kilogramnya mencapai Rp28.395 di DKI Jakarta. Adapun harga untuk satu kilogram telur di Kawasan Pulo Gadung mencapai Rp31.000. Sementara di kawasan Pasar Cempaka Putih Rp23.000 per kg.[]

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber