dunia

Trump Larang Negaranya Pakai Produk ZTE dan Huawei

Abdi Tri Laksono | Kamis, 16 Agustus 2018 13:53 WIB | PRINT BERITA

ist


WASHINGTON, WB - Presiden AS Donald Trump telah menandatangani The John S McCain National Defense Authorization (NDAA) sebagai landasan hukum, dimana pemerintah negara adidaya tersebut, kini secara resmi melarang penggunaan produk telekomunikasi dan perangkat keamanan dari perusahaan asal Cina, seperti Huawei dan ZTE.



Hal tersebut, bersamaan, dengan pengalokasian dana 716 miliar dolar AS untuk sektor pertahanan, AS sekaligus melarang penggunaan perangkat asal Negeri Tirai Bambu. Dilansir dari Mashable, nama Huawei dan ZTE secara spesifik disebut dalam aturan itu. Pelarangan juga termasuk komponen-komponen elektronik besutan dua pabrik tersebut.


Selain Huawei dan ZTE, ada beberapa perusahaan Cina lain yang juga dilarang penggunaannya dalam pemerintahan AS. Larangan juga diberlakukan untuk perangkat video keamanan buatan Hytera Communications Corporation, Hangzhou Hikvision Digital Technology Company, dan Dahua Technology Company.


Kalangan intelijen di Negeri Paman Sam sejak lama mengingatkan pemerintah adanya isu keamanan apabila AS memanfaatkan produk-produk buatan perusahaan Cina. Tekanan dari politikus AS telah mengandaskan kerja sama antara operator telekomunikasi AT&T dan Huawei. Sebelum Trump meneken NDAA, Pentagon sudah lebih dulu melarang penggunaan perangkat komunikasi buatan ZTE dan Huawei di lingkungannya.


Di sisi lain, juru bicara Huawei memberikan tanggapan terkait pemblokiran produknya di AS. Menurutnya, Huawei mendukung Pemerintah AS menciptakan sistem keamanan yang lebih baik. Akan tetapi, aturan NDAA yang dinilai acak tersebut tidak efektif, salah sasaran, dan inkonstitusional.


"Aturan itu tidak membawa pengaruh apa pun dalam peningkatan sistem keamanan serta menghambat inovasi bagi masyarakat dan sektor bisnis di AS," ujarnya.


"Kami percaya masyarakat AS berhak memperoleh akses yang sama untuk koneksi terbaik, memilih perangkat cerdas, dan akan terus bekerja untuk mewujudkannya," kata Huawei lewat surel kepada Mashable.[]
 
 
 
 
 
EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Alami Krisis Ekonomi Venezuela Minta Bantuan China

17 September 2018 | 10:11 WIB

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berusaha mendapatkan bantuan dari salah satu pemberi pinjaman terbesar dunia, China, untuk membantu negara Amerika Selatan yang sedang mengalami krisis serius tersebut.

Oktober Aplikasi Path Resmi Dihapus

18 September 2018 | 09:39 WIB

Media sosial `Path` resmi mengumumkan selamat tinggal pada para pengguna. Kabar ini menjelaskan terkait rumor yang beredar beberapa hari lalu.

Yusaku Maezawa akan Jadi Turis Pertama yang Terbang ke Bulan

18 September 2018 | 21:27 WIB

Miliuner Jepang, Yusaku Maezawa, bakal menjadi turis pertama di dunia yang akan terbang mengelilingi Bulan menggunakan jasa perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

Ali Baba Batal Buka Sejuta Lowker di AS

21 September 2018 | 16:50 WIB

Raksasa e-commerce China, Alibaba, dikabarkan telah membatalkan rencananya untuk membuka 1 juta pekerjaan di AS. Hal tersebut dipicu perang dagang antara AS dan China.

Swiss Musim Panas, Anjing Peliharaan Wajib Pakai Sepatu

22 September 2018 | 11:52 WIB

Guna mengantisipasi gelombang panas, kepolisian Kota Zurich, Swiss, menganjurkan kepada para pemilik anjing membelikan sepatu untuk binatang peliharaan agar kaki-kaki mereka terlindung dari suhu panas.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber