Bisnis Ayam Bangkok, Dari Puluhan Ribu Hingga Jutaan

142

WARTABUANA- Usaha menjual bibit ayam Bangkok, ternyata menjadi bisnis yang asyik dan menyenangkan, selain untung yang lumayan didapat. Dalam proses penjualannyapun tergolong cepat. Hal inilah yang menjadi alasan bagi Bang Ajun yang sampai saat ini masih serius menggeluti bisnis ayam yang identik dengan judi sabung ayam tersebut.

Di lokasi jualannya dibilangan Jatinegara, pria yang sudah sepuluh tahun menekuni bisnis ayam Bangkok inipun mulai berbagi cerita kepada wartabuana.

“Jualan bibit ayam Bangkok lebih banyak peminatnya dibandingkan ayam kampung atau ayam lain. Kalau dari segi bisnis lebih menjanjikan lah,” ujar Ajun sambil meracik makanan buat ayam-ayam bangkok jualannya, membuka cerita.

Hanya dengan berbekal awal (modal) sebesar 5 juta rupiah saja, bisnis bibit ayam Bangkok Ajun itu sudah bisa berjalan. Dengan modal 5 juta rupiah tersebut, Ajun sudah bisa mendapatkan pasokan kiriman bibit ayam Bangkok dari luar Jakarta, seperti Sukabumi, Kebumen dan Jogyakarta. Jumlah ayam yang dikirimpun tergantung jumlah pesanan. Artinya, sistem bisnis ini bisa dibilang akan terealisasi jika ada uang ada barang, dan bukan sistem ambil-bayar ataupun secara konsinasi.

“Menjual ayam Bangkok, lebih menjanjikan ketimbang menjual ayam negeri atau kampung. Dari segi ternaknya pun ayam Bangkok relatif lebih cepat dan singkat. Dan dari rasa pun dagingnya lebih renyah,” ujarnya.

Dalam sehari Ajun mengaku dapat meraup keuntungan 100 ribu atau bahkan sampai 300 ribu per hari. Meski diakuinya keuntungan yang diperoleh tidaklah menentu. Terkadang pembeli banyak yang menawar harga ayamnya dibawah dari harga modal. Hal itulah yang menjadikannya alasan kenapa dia seperti berat untuk mengatakan total keuntungan yang didapat perbulan. Walau begitu, dalam sehari, minimal Ajun bisa menjual bibit Ayam Bangkoknya dari 5 sampai 10 ekor perhari, dengan keuntungan per-ekornya ayam dia meraup untung sebesar Rp.15 ribu sampai Rp.30 ribu.

“Yah paling resikonya kalau ada yang mati dalam perjalanan, dan itu kita yang tanggung sendiri. Nggak diganti sama peternaknya,” keluhnya.

Disini  Ajun mengaku hanya menjual bibit ayam bangkok yang usianya berkisar dari 1-3 minggu, dan yang dewasa berumur 2 bulan. Untuk berukuran 1-3 minggu Ajun mematok harga Rp. 35 ribu, sedangkan untuk berkategori umur 1-2 bulan, dia mematok harga 50 sampai 75 ribu, tergantung postur dan usia si ayam.

Bisa Bernilai Jutaan

Yang namanya usaha, memang tidak terlepas dari yang namanya resiko. Jika ada keuntungan, maka tentu harus siap dengan kerugian. Hal inipun juga pernah dirasakan oleh Ajun ketika musim penghujan tiba. Bagi para pelaku usaha bisnis bibit ayam Bangkok, musim penghujan adalah musim yang penuh kecemasan. Pasalnya, bibit ayam bangkok sangat riskan dengan cuaca dingin. Oleh karenanya, Ajun harus menyiapkan berbagai lembaran demi lembaran terpal pelastik untuk menjadi alas penutup di musim penghujan, khawatir jika tiba-tiba hujan tiba-tiba turun.

“Ayam begini nggak kuat dingin, pernah mati semua, saya amsiong, jadi ayam begini kalau dirumah mending dikasih lampu,” ujarnya berpesan.

Di lain tempat, salah satu penyuka Ayam Bangkok, Icuk, mengaku kalau dirinya tiap minggu selalu menyempatkan untuk datang ke Jatinegara. Alasannya jelas untuk mencari bibit-bibit ayam. Meskipun diakuinya sebatas hobby, namun Icuk tidak menampik jika usaha ternak ayam Bangkok memang cukup menjanjikan.

Saat ini dirumahnya dikawasan Cipinang Muara, terdapat 13 ekor ayam dari berbagai ras turunan seperti Birma, Thailand dan turunan Pelung. Icuk mengaku ayam-ayamnya itu dipelihara dari kecil. Sebab jika dibeli dalam keadaan dewasa, harga ayam-ayam tersebut bisa mencapai diatas harga satu juta rupiah

“Ayam jenis Birma itu bisa 1,5 juta, Bangkok ada yang 10 juta, dan kalau jenis Thailand masih jarang, tapi harganya sekitar 1,5 juta,” ujar Icuk.

Menurutnya, tidak dibutuhkan keahlian khusus menjadi peternak ayam Bangkok, artinya siapa saja bisa menternakkan dengan cara mau mempelajarinya.

Untuk mencoba menternakkan ayam ini juga tidak perlu dalam jumlah besar. Untuk sekedar coba-coba saja, bisa menternakkan 2 sampai 5 ekor sebagai langkah awal. Untuk sekelas rumahan dengan lahan terbatas bisa mencoba ayam ini mulai dari 10 hingga 50 ekor.

“Perawatan relatif mudah untuk soal pakan juga sama dengan ayam-ayam pada umumnya yang bisa kita dapatkan di toko-toko khusus pakan ternak. Paling sebulan itu Rp 100 ribu,” ujarnya.

Dengan jumlah tersebut, Icuk sudah mencukupi pakan ayamnya termasuk vitamin untuk kekebalan tubuh ayam Bangkok.

Untuk kandangnya sendiri, bagi rumah yang tidak memiliki halaman luas, Icuk mengklasifikasikannya dengan satu kandang panggung dari bambu ukuran satu meter kali satu meter. Dimana kandang tersebut bisa diisi 10 ekor bibit anak ayam. Dengan catatan semakin tumbuh besar jumlah ayam dalam satu kandang tentunya harus dipisahkan ketika si ayam mulai berumur 3-5 bulan.[ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here