Dihuni Beragam Etnik Budaya, KBI Sambangi Kota Lampung

22

WARTABUANA – Komunitas Bela Indonesia (KBI), kembali gelar pelatihan Juru Bicara Pancasila. Kali ini pelatihan dihelat di kota Lampung, yang populer disebut sebagai Bumi Lancang Kuning.

Bekerja sama dengan Lentera Hukum, Metro Lampung, pelatihan ini diikuti oleh tokoh lintas agama, aktivis mahasiswa, guru, dosen, aktivis LSM, aktivis sosial media, jurnalis dan sejumlah komunitas lain di Lampung.

M. Nasrudin, panitia pelatihan KBI dan juga pembina Lentera Hukum mengatakan, Lampung merupakan salah satu daerah dengan beragam etnik dan agama. Keberagaman ini juga menjadi masalah sendiri, sebab di lampung rawan terjadi konflik.

“Di Lampung perlu sebuah gerakan untuk menguatkan kembali persatuan dan perdamaian di atas keberagaman. Itulah pentingnya Pelatihan Juru Bicara Pancasila ini,” tegas M. Nasrudin.

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan bisa menumbuhkan komitmen aktivis di Lampung untuk menjaga Indonesia, khsususnya Lampung sebagai rumah bersama.

“Hasil pelatihan ini diharapkan tumbuh komitmen persaudaraan dan persatuan peserta untuk menjaga persatuan sebagai salah satu nilai dalam Pancasila,” tambahnya.

Sementara itu, Yusep MS, perwakilan KBI Jakarta menyatakan bahwa dilaksanakannya pelatihan Juru Bicara Pancasila ini dipicu oleh adanya tren penurunan dukungan masyarakat pada Pancasila sebagai perekat kebangsaan Indonesia.

“Dalam survei LSI Denny JA, selama 13 tahun terakhir, dukungan masyarakat pada Pancasila terus mengalami penurunan. Pada 2005, dukungan terhadap Pancasila sebanyak 85 persen dan pada 2018 dukungan tersebut menjadi 75 persen atau menurun sebanyak 10 persen dalam kurun waktu 13 tahun terakhir,” tegasnya.

Yusep menambahkan, tahun 2004 dan 2005 adalah awal media sosial diperkenalkan. Di tahun itu pula, berbagai ide dan gerakan bertarung di media sosial, termasuk ideologi di luar Pancasila. Saat terjadi pertarungan ide di media sosial tersebut, kelompok yang dinyatakan silent majority cenderung diam di tengah arus pertarungan ide dan gagasan tersebut.

“Kita bisa jujur, bila kini, media sosial tidak hanya diwarnai oleh konten-konten positif, tapi juga konten yang memecah belah bangsa, seperti peredaran hoaks dan ujaran kebencian atas nama apapun,” tambahnya.

Pelatihan Juru Bicara Pancasila yang digelar di Sparks Convention, Lampung Tengah dari 9–12 November 2018 ini juga akan diisi materi terkait isu kebangsaan dengan titik tekan masalah terorisme.

Selain itu, di era transformsi ide di media sosial ini, peserta juga dibekali life skill tentang menulis, berdebat, serta ujung tombaknya adalah pelatihan manajemen sosial media.

Sementara, secara konten, Komunitas Bela Indonesia juga telah menyediakan buku rujukan berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis sebagai semacam buku panduan hidup di tengah masyarakat yang beragam. Buku ini ditulis oleh Denny JA dan Tim. Buku tersebut berisi kerangka teoretis dan rujukan praktis bagaimana membangun Indonesia yang damai, toleran, dan bebas dari terorisme.[]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here