100 Ilmuwan Protes Rekayasa Genetik Bayi

105

WARTABUANA – Lebih dari 100 ilmuwan mengatakan, jika rekayasa genetik bayi yang dilakukan seorang ilmuwan di Cina adalah gila. Pasalnya sejumlah ilmuwan disana telah mengubah gen bayi kembar.

Dalam sebuah surat terbuka yang beredar, para ilmuwan mengatakan penggunaan teknologi CRISPR-Cas9 untuk mengedit gen embrio manusia itu berisiko. Tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan membahayakan reputasi serta perkembangan komunitas biomedis di Cina.

“Tinjauan etika biomedis untuk penelitian yang disebut hanya ada dalam nama saja. Melakukan eksperimen manusia langsung hanya dapat digambarkan sebagai tindakan gila,” kata para ilmuwan dalam surat mereka, salinan yang diposting oleh situs berita Cina, The Paper.

Ilmuwan menyebut masih mungkin untuk menutup eksperimen ini sebelum terlambat. Sekitar 120 ilmuwan telah menulis surat itu dalam bahasa Mandarin.

Seorang profesor Universitas Fudan, Yang Zhengang, mengatakan kepada Reuters ia menandatangani surat itu dengan alasan penyuntingan gen memang sangat berbahaya. Namun, dia tidak menanggapi permintaan
Reuters untuk memberikan komentar. Universitas Sains dan Teknologi Selatan, dimana ia memegang jabatan profesor, menyatakan sang profesor tidak mengetahui proyek penelitian dan telah cuti tanpa bayaran sejak Februari.

Komisi Kesehatan Nasional Cina menyatakan keprihatiannnya dan telah memerintahkan para pejabat kesehatan provinsi segera menyelidiki dan mengklarifikasi tindakan rekayasa genetik itu. Komite etika medis pemerintah di kota Shenzhen, di Cina selatan juga mengatakan sedang menyelidiki kasus ini. Demikian juga dengan komisi kesehatan provinsi Guangdong.

Sebelumnya dalam video yang diposting secara daring, ilmuwan He Jiankui membela apa yang telah dicapainya. Dia mengatakan telah merekayasa gen embrio untuk membantu melindungi bayi yang lahir bulan ini dari infeksi HIV, virus yang menyebabkan AIDS.

CRISPR-Cas9 adalah teknologi yang memungkinkan para ilmuwan memotong dan menyisipkan DNA serta meningkatkan harapan perbaikan genetik untuk penyakit. Namun, ada juga kekhawatiran tentang keamanan dan etika atas upaya ini.[]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here