Ini Pesan Lukita Untuk Pimpinan BP Batam yang Baru

92
Mantan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo /ist

WARTABUANA –  Di acara perpisahan mantan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo yang berlangsung di ruang Balairungsari, Gedung Utama BP Batam, Selasa (8/1/2019), banyak pesan dan harapan disampaikan Lukita untuk pengelola BP Batam yang akan datang.

Acara perpisahan itu digelar sehari setelah kemarin, Menko Perekonomian melantik Edy Putra Irawady sebagai pimpinan baru BP Batam. Bersama Edy, juga dilantik dua deputi di kepemimpinan Lukita yang kini menjalani rangkap jabatan di kedeputian BP Batam. Mereka Purwiyanto dan Dwianto Eko Winaryo.

Lukita Dinarsyah Tuwo berharap penggantinya bisa meneruskan program yang sedang berjalan di BP Batam, terutama program-program yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“BP sudah dapat dana yang lumayan besar, kita harapkan bisa segera dilakukan sehingga bisa diserap anggarannya untuk mendukung infrastruktur di Batam. Seperti di pelabuhan, bandara, jalan-jalan, akses ke kawasan industri dan kawasan baru,” kata Lukita Dinarsyah Tuwo, Selasa (08/01/2019).

Lukita juga berharap program terkait infrastruktur, dengan model  Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), untuk pengembangan Bandara Hang Nadim, begitu juga dengan tender pengelolaan Dam Tembesi terus dilanjutkan.

Lukita tetap yakin Batam punya masa depan yang gemilang karena potensinya yang luar biasa. Dan BP Batam punya kontribusi terhadap pembangunan Batam.

Lukita berharap kelangsungan BP Batam nantinya akan dikelola dan dipimpin seorang yang profesional yang tidak ditarik-tarik dalam urusan politik sehingga setiap lima tahun sekali berganti kepemimpinan dan selalu ada konflik kepentingan.

“Ini masih dua lembaga. Harapan saya dan kawan-kawan, BP tetap bisa profesional, tetap bisa berada di garisnya. Tak ikut dalam proses 5 tahun sekali. Tentu itu tak mudah bagi BP Batam,” kata Lukita.

Sementara itu soal FTZ Batam, Lukita menilai ada beberapa hal yang mestinya dilakukan. Pertama, BP Batam idealnya dijalankan orang-orang yang profesional dan FTZ murni harus dipertahankan.

“Kewenangan-kewenangan terkait FTZ berada di tangan si pengelola FTZ. Dengan begitu sangat memudahkan dan menarik investor lebih banyak lagi datang ke Batam. Di Batam, banyak PMA (penanaman modal asing) dan orientasinya ekspor. Berikanlah perizinan atau apapun terkait best practice FTZ di dunia, supaya bisa dilakukan di sini,” kata Lukita.

Mantan Sekretaris Menko Perekonomian ini barharap kepada semua jajaran BP Batam tetap semangat. “Harapan kami tentu BP Batam dapat terus bekerja dengan baik. Karyawan tetap semangat, terus berkontribusi mencapai target yang sudah dicanangkan tahun lalu. Kita ingin Batam semakin maju karena potensinya yang luar biasa,” harapnya.

Lebih jauh Lukita menegaskan, apa yang sudah kita capai BP Batam di tahun 2018 adalah modal untuk bisa meraih prestasi lebih baik di 2019. “Kami titip teman-teman di BP untuk terus melayani lebih baik. Menuntaskan hal yang belum selesai dan mendukung pimpinan baru yang sudah dilantik kemarin,” ujarnya.

Lukita tetap yakin Batam punya masa depan yang gemilang karena potensinya yang luar biasa. Dan BP Batam punya kontribusi terhadap pembangunan Batam. []

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here