KPK Tersangkakan I Nyoman Dhamantra, Keluarga Ungkap Kejanggalan

65
I Nyoman Dhamantra dan Laura Sastrodihardjo /ist

WARTABUANA – Di saat lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadi sorotan, keluarga Anggota DPR I Nyoman Dhamantra (IND) melakukan protes terkait status tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih. KPK  menyebut IND terjaring operasi tangkap tangan (OTT), namun menurut keluarga IND datang sendiri ke KPK, bukan kena OTT.

Kuasa Hukum IND, Yance Andreas Mada saat konferensi pers di The Sultan Hotel, Jakarta pada Rabu (18/9/2019) lalu menyatakan kliennya datang ke Gedung KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (7/8/2019) karena mendapat info anaknya ditangkap penyidik KPK.

“Mulai dari OTT, terus ketika di berita bahwa beliau ditangkap. Tapi sebenarnya tidak, beliau datang karena mendengar bahwa ada OTT 11 orang yang mana, salah satunya adalah anak beliau namanya Ayu. Beliau datang mau mengklarifikasi memberikan informasi sebenarnya seperti apa, akhirnya dikaitkan masalah OTT,” ungkap Yance.

Kecurigaan adanya kesalahan prosedur terkait penangkapan IND juga disampaikan Laura Sastrodihardjo, istri IND. Ada kejanggalan ketika suaminya menjalankan pemeriksaan hingga ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.

“Suami saya nggak di BAP-BAP dari kemarin jadi saksi terus. Akhirnya pengacara saya kirim surat ini harus jelas kalau emang tersangka, tolong tersangkanya di mana kita harus tahu,” tegas Laura kecewa.

Penetapan suaminya sebagai status menurut laura hanya berdasarkan asumsi Mirawati Basri salah satu dari 11 orang yang kena OTT oleh penyidik KPK.

Menurut Laura, Mirawati telah mengaku menggunakan nama suaminya saat melakukan lobi impor bawang putih. Wanita yang menagku istri siri IND itu berjanji akan bertanggung jawab atas kasus tersebut.

“Saya masih lihat itikad baik MB karena mengaku salah, dia meminta maaf pada suami saya, dia salah mengatasnamakan suami saya untuk suatu yang tidak benar. Dia bilang bikin surat pernyataan nanti dia tanggung jawab dan tanda tangan, tapi sampai sekarang nggak tanda tangan,” papar Laura.

Sebagai istri sah IND, Laura menepis pengakuan Mirawati basri sebagai istri IND.  “Perempuan ini kan mengaku nikah sirih, dia tidak terdaftar di DPR. Suami saya pemuka agama Hindu, nikah sirih cuma ada di Islam kalau di kita tidak ada,” jelasnya.

Menurut Yance, sejak kliennya ditangkap dan ditahan, pihaknya sudah menyurati KPK untuk segera bertemu IND, namun  baru dikabulkan pada 20 Agustus 2019. Begitu pula pihak keluarga IND pun menyurati KPK tanggal 9 Agustus 2019 untuk bertemu IND, tapi baru tanggal 19 Agustus 2019 dikabulkan.

Dalam pemeriksaan Tim Penyidik KPK, enam orang dinyatakan tersangka dugaan memuluskan kuota impor sebanyak 20.000 ton bawang putih dengan nilai fee setiap kilogramnya sebesar Rp. 1.700, sampai Rp. 1.800,- .

Disepakati  Rp. 3.6 Miliar untuk Pengurusan Kuota Bawang Putih tersebut. Dan enam tersangka yang diduga terlibat Elviyanto, Mirawati Basri, Doddy Wahyudi, Chandry Suwanda alias Afung, Zulfikar dan IND. Tim KPK mengamankan uang 50 ribu US$ dari Mirawati, dan bukti transfer Rp.2.1 Miliar Doddy Wahyudi ke rekening BCA milik Puteri, Kasir Money Changer Indocev.

Selama menjabat sebagai Anggota DPR RI, Money Changer Indocev telah dialihkan ke puterinya Made Ayu Ratih dan sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan kegiatan beliau sebagai anggota dewan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here