KY: Pulihkan Kepercayaan Masyarakat, MK Harus Diawasi

0

JAKARTA, WARTABUANA- Komisioner Komisi Yudisial, Taufiqurrahman Sahuri menilai, keributan yang terjadi pada sidang Mahkamah Konstitusi (MK)  dinilainya sebagai bentuk krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegakan hukum di MK. Hal itu ditegaskan Taufiq,  dipicu pasca terjadi  penangkapan tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua MK saat itu, Akil Mochtar.

“Masyarakat sudah prihatin dan sudah tidak percaya dengan putusan MK. Oleh karenanya dibutuhkan waktu untuk memulihkan kepercayaan publik. Dan hal terpenting lainnya adalah adanya sistem pengawasan terhadap MK,” ujar Taufiq, saat menjadi nara sumber dalam dialog mingguan yang mengangkat tema ” Wibawa MK Terjun Bebas”, Sabtu (16/11/2013).

Taufiq menyarankan, untuk segera melakukan adopsi terhadap konsep dewan etik. Dimana nantinya konsep pengawasan kode etik itu akan menjadi pengawas terhadap para hakim nakal. Pasalnya Komisi Yudisial terbentur dengan Perpu yang membuat KY tidak bisa mengawasi Hakim MK

“Atas dasar itu, pengawas etik harus dilakukan. Karena etika itu terjadi sebelum hukum. Nanti jelas, hakim berbicara dengan pengacara saja itu sudah melanggar etik. Oleh karenanya  pengawasan harus segera dilakukan,” tegas Taufiq.

Dilokasi yang sama, Anggota komisi III DPR-RI, dari fraksi Demokrat, Didi Irawadi, berpandangan, agar publik tidak terlalu memvonis buruk lembaga MK pasca kasus Akil. Maka citra MK harus dibenahi. Karena saat ini masyarakat sudah membentuk opini yang mengatakan bahwa salah satu ambruknya wibawa hakim MK karena sang hakim berangkat dari latar belakang politikus.

“Menjadi politisi semuanya mulia, begitu juga dengan menjadi Hakim, tapi memang karena ada oknum yang mengotori dan itu masalahnya,” ujar Didi.

Dia menjelaskan, dalam Perppu sendiri sudah dijelaskan secara tegas terkait Hakim agung. Dimana seorang hakim tidak boleh terlibat dalam dunia politik selama 7 tahun.

“Pak Akil memang Hakim MK yang berangkat dari politisi. Atas kasus dia,  jujur kami sangat malu dan kecewa. Dan kita optimis MK bisa membuktikan diri, dan menjadi harapan menjadi lebih baik kedepan dengan pimpinan Pak Hamdan,” pungkas Didi.[ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here