Tahun 2050, Sampah Plastik Akan Dominasi Lautan

0

WARTABUANA – Jika tidak dilakukan antisipasi, diperkirakan pada tahun 2050, jumlah sampah plastik akan melebihi populasi ikan di laut.  Salah satu upayanya, perusahaan air mineral harus membuat kemasan botol yang 100 persen bahannya bisa didaur ulang.

Kekhawatiran itu tergambar dalam data World Economic Forum 2016 yang menyebutkan ada 10 miliar lembar per tahun atau setara 85 ribu ton kantong plastik yang dibuang bebas. Diperkirakan, pada 2050, populasi sampah plastik bahkan terancam lebih banyak dibandingkan jumlah ikan di laut.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pengurangan 70 persen sampah plastik di laut pada 2025. Rencana tersebut nantinya akan diperkuat dengan Kebijakan tentang Rencana Aksi Nasional pengelolaan sampah laut lewat Peraturan Presiden atau Perpres.

Badan Pusat Statistik bersama Asosiasi Industri Plastik Indonesia mencatat bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau setara 85 ribu ton kantong plastik.

Oleh karena itu, perusahaan air botol kemasan, Danone-Aqua, meluncurkan inovasi desain terbaru, yakni kemasan botol dari 100 persen bahan daur ulang, dan 100 persen bisa didaur ulang.

Material rPET, artinya recycled Polyethylene Terephthalate, yang merupakan jenis dari limbah plastik yang bisa didaur ulang.

Direktur Utama PT Tirta Investama (Danone-Aqua), Corine Tap mengatakan, desain ini adalah sebuah tonggak pencapaian yang penting untuk mencegah tambahan sampah di laut dan menerapkan prinsip reduce-reuse-recycle.

“Desain kemasan ini diluncurkan dalam tampilan minimalis tanpa label plastik dan dekorasi tambahan. Pemakaian 100 persen material rPET juga berarti kemasan botol Aqua yang baru akan dibuat sepenuhnya dari botol lain,” kata Tap, Jumat (2/11/2018) lalu.

Material rPET, artinya recycled Polyethylene Terephthalate, yang merupakan jenis dari limbah plastik yang bisa didaur ulang. Tap juga mengungkapkan bahwa desain baru ini membuktikan Aqua bisa menerapkan daur ulang plastik seutuhnya dan dapat beralih ke sistem ekonomi terbarukan dan restoratif.

Ia juga menuturkan proses produksi yang inovatif juga mengurangi jumlah emisi karbon secara signifikan dibandingkan proses konvensional. Saat ini semua kemasan botol plastik Aqua bisa didaur ulang 100 persen, untuk semua kemasan 98 persen, dan mengandung hingga 25 persen rPET. Untuk kemasan galon, Tap juga mengaku saat ini sudah 70 persen yang bisa dikembalikan dan digunakan kembali.

Peluncuran awal kemasan botol Aqua 100 persen daur ulang ini wujud komitmen #BijakBerplastik, dan dilakukan pada perhelatan Our Ocean Conference 2018 di Bali pada 29-30 Oktober kemarin. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here