Vonis Diperberat, KPK Ingin Kasus Angie Jadi Contoh

39

JAKARTA, WB- Juru bicara KPK Johan Budi mengapresiasi atas putusan Mahkamah Agung terhadap terpidana kasus korupsi pembangunan wisma atlet Kemenpora dan mark up proyek di Kemendiknas, Angelina Sondakh dimana dalam kasasi yang diajukan oleh kubu Angelina MA menolak dan memutus 12 tahun penjara terhadap politisi partai Demokrat tersebut.

“Kami apresiasi apa yang sudah diputuskan oleh hakim kasasi,” ujar Johan di KPK, Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Menurut Johan, Putusan MA tersebut sudah sesuai dengan harapan Jaksa penuntut KPK. Johan pun berharap putusan tersebut bisa menjadi contoh bagi penegak hukum untuk bisa memutus  koruptor lain secara adil sesuai dengan keinginan mayarakat agar bisa mempunyai efek jera.

“Putusan hukuman 12 tahun penjara adalah sesuai dengan tuntutan Jaksa KPK. Semoga putusan ini juga bisa mempunyai dampak atau bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya,” terangnya.

Sementara kuasa hukum Angelina Sondakh, Teuku Nasrullah masih menunggu keputusan dari Angie apakah dirinya akan mengajukan peninjauan kembali atau tidak. Menurut Teuku hal putusan itu masih dirubah karena tidak menutup kemungkinan MA hanya memenuhui keinginan KPK.

“Sekarang kami menunggu apa sikap Angie. Apakah ingin mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atau tidak? Saya pikir PK tetap bisa dilakukan karena tidak menutup kemungkinan hakim hanya mengamini tuntutan KPK. Itu artinya hakim sudah menjadi algojo,” terangnya

Seperti diketahui, MA menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Angie terkait kasus korupsi pembangunan wisma atlet Kemenpora dan Kemendiknas. Politisi Partai Demokrat itu juga dikenakan denda Rp500 juta subsidair 8 bulan kurungan.

Hakim yang menangani perkara ini adalah Artidjo Alkostar, MS Lume, dan Asikin dan diputus Rabu (20/11) kemarin.

MA yang menerima kasasi Jaksa Penuntut Umum menyatakan Angie terbukti aktif meminta uang dari Mindo Rosalina Manulang. Majelis Kasasi menilai Angie aktif meminta imbalan uang ataupun fee kepada Mindo Rosalina Manulang sebesar 7% dari nilai proyek, dan disepakati 5%.

Pada pengadilan tingkat pertama, Angie divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Di tingkat banding, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat putusan Pengadilan Tipikor.[ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here