Didi Supriyanto: Politik Bagian Dari Seni

72

WARTABUANA – Awal karir dalam berpolitik pria yang satu ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan sekarang diberi kepercayaan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi Calon Legislatif (Caleg) di Daerah Pilihan (Dapil) DKI Jakarta III yaitu Didi Supriyanto, yang meliputi daerah Jakarta Utara, Barat dan Kepulauan Seribu dalam ajang pemilihan anggota Legislatif pada Pemilu 2014.

Didi mengatakan politik itu sebetulnya merupakan bagian dari seni, bagaimana mengelola sebuah kekuatan untuk kemasyarakatan. Hanya saja, politik itu terkadang orang melihatnya sebagai sesuatu yang buruk, sesuatu yang seringkali membuat masyarakat menjadi antipati. Menurutnya, kalau politik itu dijalankan tidak benar, dijalankan dengan menghalalkan berbagai cara, itu dapat merendahkan nilai politik itu sendiri.

“Sebaiknya orang berpolitik itu dilakukan dengan seni. Bagaimana membangun sesuatu kekuatan tetapi ujungnya harus untuk keselamatan umat, untuk kebaikan semua orang. jadi itu intinya,”ujar Didi kepada Wartabuana di Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Selain itu Didi menceritakan proses dirinya menjadi seorang Caleg, dia mengaku yang pertama adalah karena penugasan dari partai PDP. Saat itu partai PDP dinyatakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa partai PDP tidak lolos dalam verifikasi sebagai peserta pemilu 2014, kemudian pihak partai menugaskan untuk bergabung di PAN untuk mencalonkan diri disana.

Yang kedua setelah bergabung di PAN, dari partai PAN sendiri menginginkan Didi untuk menjadi Caleg, kemudian dia dipilih menjadi perwakilan PAN di DKI Jakarta III. Dia mengaku, sebelumnya dari anggota dewan, namun belum pernah ditempatkan di Jakarta.

Didi melanjutkan, ternyata ada hikmahnya dia ditempatkan oleh PAN untuk menjadi perwakilan Dapilnya di DKI Jakarta III, karena di Dapil tersebut dia hidup dari kecil hingga dewasa.

“Saya melepaskan masa kecil saya sampai masa dewasa saya di Jakarta Barat dan Jakarta utara,”ungkapnya.

Selain itu, di Dapil tersebut dia bertemu kembali dengan teman-teman lama, saudara-saudaranya, yang akhirnya sekarang ini terbentuklah relawan-relawan yang secara ikhlas membantu untuk memenangkan dirinya dalam Pemilu 2014.

Relawannya itu ada beberapa komponen yaitu  ada yang dari kawan SD, SMP, SMA juga teman kuliah, kemudian juga dari saudara-saudara yang tinggal disitu dan juga dari beberapa kader-kader termasuk dari partai sendiri.

“Alhamdulillah sudah terbentuk 1000 lebih relawan saya,”terang Didi

Strategi untuk kemenangan di Dapil DKI Jakarta III ini adalah ingin menyatukan hubungan antara Pemerintah dengan masyarakat, karena yang dia lihat sekarang ini adanya ketimpangan yaitu terputusnya hubungan antara anggota dewan dengan masyarakat pemilih.

Menurut Didi, setelah sekian lama turun ke Dapilnya yang dia lihat, mereka (anggota Dewan) rata-rata putus hubungan dengan masyarakatnya, yang seharusnya justru sebagai anggota Dewan, harus selalu dekat dengan masyarakat, mereka (anggota Dewan) harus merekam keinginan masyarakat dan memperjuangkan segala  keinginan masyarakatnya. Yang terlihat sekarang sungguh berbeda, hal ini terputus.

“Sehingga Dewannya jalan Sendiri, masyarakatnya jalan sendiri,” terangnya.

Oleh karena itu, Didi menginginkan jika terpilih menjadi anggota Dewan DPR RI, dia juga harus bergandengan dengan anggota Dewan DPRD setiap provinsi. Agar semua anggaran yang dikeluarkan dari pemerintah benar-benar untuk rakyat atau masyarakat bukan untuk kantong pribadinya.

“Insyaallah nanti saya menerapkan sistem yang benar dalam anggaran karena uang rakyat harus kembali kerakyat,”tegasnya.

Visi Misi

Visi dan misinya ingin mewujudkan impian bangsa Indonesia yaitu impian para pendiri Republik ini, untuk mengisi kemerdekaan ini menuju masyarakat yang adil dan makmur. Karena di Jakarta ini yang dia lihat masih banyak ketimpangan antara masyarakat miskin dengan masyarakat kaya, antara daerah-daerah kumuh dengan daerah-daerah Komplek yang semua fasilitasnya ada.

“Misalnya begini lingkungan yang kumuh dan  kurang perhatian khususnya terhadap lingkungan, nah likungan masyarakat yang kumuh ini harus ditata, harus diperbaiki dan itu tugas dari negara dan pemerintaha,”terangnya.

Didi mengaku orang yang pertama dimintai restunya untuk menjadi Caleg adalah minta izin kepada ibu kandungnya, yang kedua istrinya dan yang ketiga anak-anak.

“Nah alhamdulillah mereka semua mendukung bahkan mereka sering sekali membantu saya di Dapil, jadi kalau saya kampanye mereka semua membantu, Jadi kerja saya menjadi ringan,”pungkasnya.[ ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here