Leo Nababan, Takut Korupsi Sama Dengan Takut Sama Tuhan

84

WARTABUANA – Dengan badannya yang tegap, ia maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari partai Golongan Karya (Golkar) Dapil 1 Sumatra Utara nomor urut 1 yang meliputi Kota Medan, Deli Serdang dan Tebing Tinggi, Leo Nababan beranggapan bahwa Politik itu Art atau berseni. Namun menurutnya banyak orang yang mempresepsikan politik itu negatif.

“Bagi saya politik itu seni, bagaimana kita memakmurkan rakyat dengan cara berpolitik yang benar-benar tidak bernegatif tinking, jadi politik adalah benar-benar untuk demokrasi,”ujar Leo kepada Wartabuana di Jakarta.

Leo mengaku menjadi seorang politikus sejak dari awal, pernah menjadi ketua Kosgoro se Indonesia. Terus masuk ke DPP AMPI, lalu masuk ke DPP Golkar.

“Sekarang menjadi wakil Sekjen yg di pimpin oleh ARB,”katanya.

Menurut Leo sekarang ini kelemahan Negara kita didalam dunia politik tidak ada jenjang pendidikan. Kata Leo hanya partai Golkar yang konsisten dalam lima tahun pegang kartu Golkar baru bisa jadi Caleg.

“Tetapi partai lain dua hari saja sudah bisa menjadi Caleg nomor 1, ini suatu kegagalan,”ungkapnya.

“Saya bisa bandingkan dengan militer atau Polisi, dia sebelum masuk Dandim dia harus kursus Dandim, sebelum dia Brigjen dia Lemhanas,”tambah Leo.

Leo Mengatakan Dapil 1 Sumatra Utara merupakan Dapil neraka kata orang, namun  bagi dia tidak, karena Leo mengaku kecil sampai besar tinggal disana.

“Saya lahir di Sirampah Kabupaten Serdang Bedagai, jadi saya benar-benar orang sana tulen, tidak pernah saya pindah dari dulu, untuk itu saya tahu konsep saya mendekati konstituen saya dengan cara kearifan sosial saya,” jelasnya.

Dia mengaku dua minggu lalu membuat pertemuan yang besar-besar ia sebut sebagai Lapo. Leo menamakan Lapo itu adalah pertemuan Lapangan Politik (Lapo) Leo Nababan, karena menurut dia kalau di lapo seperti warteg di Medan itu tempat kumpulnya orang-orang Batak.

“Artinya adalah saya mau merangkul kalangan orang-orang kelas bawah di situ,”katanya.

Sebagai seorang Caleg di Dapilnya, dia mengaku Visi dan misi yang dilakukan olehnya adalah menjaga konstitusi negara supaya kalangan bawah atau kalangan miskin tidak lagi didiskriminasi.

“Menjaga konstitusi bangsa negara supaya tidak diskriminatif,”jelasnya.

Dukungan dari keluarga sangat besar sekali di sana, kata Leo, karena dari marga saya kuat, Yang mereka lihat dari traek Recordnya.

Leo berpesan, untuk Caleg sekarang banyak yang mengatakan anti korupsi. Menurutnya pilihlah caleg yang takut pada Tuhan, karena kalau takut kepada tuhan tidak ada lagi yang namanya korupsi, kolusi dan lain-lain.

“Karena korupsi, kolusi adalah orang-orang yang tidak takut sama tuhan,” katanya.

Harapan dia jika terpilih menjadi caleg ini adalah orang-orang yang terpilih, berintegritas agar bangsa ini maju, untuk itu dia menegaskan sekali lagi untuk Bawaslu dan KPU adalah kuncinya.

Selain itu, jika dia terpilih dirinya tidak muluk-muluk, dia berusaha akan bekerja dengan baik, sesuai dengan peraturan yang ada. Khususnya menjaga NKRI dengan keseluruhan,

“Karena orang harus tahu untuk menjalankan tupoksinya dalam berundang-undang,”pungkasnya.[ ]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here