Politik Itu Panggilan Jiwa, Bukan Pekerjaan

95

WARTABUANA – Politisi satu ini mulai berpolitik sejak jadi mahasiswa lewat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kini dia  duduk di Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur pada 30 Mei 1968 ini kembali maju sebagai caleg dari PAN.

 

Dia terlahir dengan nama Viva Yoga Mauladi. Hingga remaja dan lulus SMA, Yoga betah di Lamongan. Kemudian dia mendapat beasiswa Supersemar sehingga bisa diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali melalui Program Minat dan Kemampuan (PMDK).

Karir politiknya pun berjalan mulus dan kini mencoba lagi sebagai caleg PAN Dapil 10 Jawa Timur nomor urut 1 yang meliputi  Kabupaten Lamongan dan Gresik.

Menurut Yoga, politik itu adalah medan perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmurran rakyat. Tidak hanya itu, lanjut Yoga, politik itu medan pengabdian didalam menegakan nilai-nilai yang sangat diyakini.

“Nilai-nilai yang saya yakini artinya pemahaman saya tentang kebenaran dan kebaikan, politik itu adalah sarana ibadah, karena bentuk perjuangan yang sangat luar biasa agar dapat memberikan manfaat buat masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Yoga kepada wartabuana.com di Jakarta.

Yoga mengaku masuk ke dunia politik itu adalah panggilan jiwa bukan mencari pekerjaan. Menurut dia untuk masuk ke dunia politik harus menjadi anggota DPR, harus menjadi anggota legislatif. Karena masuk menjadi anggota legislatif itu merupakan posisi puncak sebagai aktifis politik.

“Kalau menjadi anggota eksekutif itu bonusnya. Saya ingin menjadi anggota legislatif yang tujuannya berjuang secara struktural di politik,”ungkapnya.

Yoga juga mengaku, kendala awal karirnya menjadi caleg yang pertama banyak yang tidak mengenal dia, ke dua tidak semua mendukung dia. Selain itu berkompetisi dengan caleg-caleg lain. Walaupun dia berkompetisi dengan caleg lain, yoga mengaku sering kumpul dengan lawan politiknya.

“Malah kita sempat bercanda, jangan sering di Dapil ya, sisahkan suara sedikit buat saya. Jadi enak kompetisinya yaitu kompetisi penuh dengan persahabatan,”tuturnya disertai dengan tertawa kecil.

Selain itu, Yoga juga mengaku strategi yang dilakukan untuk menghadapi lawan politiknya, dia selalu banyak bersentuhan dengan masyarakat, dengan kelompok tani, dengan kelompok-kelompok buruh, kelompok nelayan, kelompok petani garam, kelompok peternak, kelompok perkebunan, kemudian dengan klompok sosial yang lainnya.

“Saya hadir di sana untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan aspirasi mereka melalui jalur pemerintah dari tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten dan pusat. Tetapi tidak seluruhnya aspirasi masyarakat bisa tertampung,” akunya.

Yoga tidak mau terlalu banyak beretorika tentang vis dan misi, menurutnya yang terpenting dia dapat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. “Bisa memberi manfaat bagi bangsa dan negara,”kata Yoga.

Pencalonan dia sekarang ini untuk kembali menjadi Caleg telah di dukung oleh keluarga dan orang tuanya. “Mendukung, karena ayah saya dulu aktifis Golkar, terus dia pensiun menjadi deklarator PKB dan menjadi dewan suro PKB kabupaten Lamongan, jadi saya maju dia non aktif,”ujar Yoga.

Yoga mengaku, jika dirinya terpilih kembali menjadi anggota DPR RI dia akan melanjutkan perjuangannya  yang belum selesai yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat lamongan, Gersik buat bangsa dan negara. Sesuai dengan Komisinya yaitu petani, nelayan, buruh, peternakan dan perkebunan.

“Saya pasti akan memberikan bibit-bibit, karena Bansos itu sekitar Rp 50 miliar per tahun yang sudah diterima masyarakat. Untuk pemberian pupuk gratis, benih gratis dengan rekonendasi saya akan turun semua kepada petani dan mereka bisa memberikan manfaat, oh ternyata bantuan itu ada manfaatnya,” pungkasnya. []

Pendidikan :
-SD Negeri Kepatihan II Lamongan (1975-1981)
-Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Bintang Sembilan
-SMP Negeri 1 Lamongan (1981-1984)
-SMA Negeri II Lamongan (1984-1987)
-Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali (via PMDK)
-Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia/ MPKP FE-UI (1999-2003)

Karir :
-Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) -Cabang Denpasar (1992-1993)
-Ketua PB HMI (1995-1997)
-Koordinator Majelis Pekerja Konggres (MPK).    PB HMI (1997-1999)
-Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) periode 2005-2010
-Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI periode 2010 – 2013
-Ketua Departemen Perencanaan Monitoring dan Pengendalian Pemenangan Pemilu DPP PAN (2000-2005)
-Wakil Sekjen Badan Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK) tahun 2005 – 2010
-Ketua Badan pemenangan Pemilu DPP PAN (2010-2015)
-Anggota DPR RI 2009-2014 Fraksi PAN Komisi IV (Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan)
-Bappilu PAN
-Wakil Ketua Fraksi PAN []

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here