komunitas

SSFL, Komunitas Satria F-150 Terbesar di Indonesia

Freddy Pakpahan | Sabtu, 21 Desember 2013 20:33 WIB | PRINT BERITA

ist

WARTABUANA - Kehadiran komunitas motor Suzuki Satria F-150 Lovers (SSFL) Indonesia bisa jadi pilihan tepat bagi para pecinta motor pabrikan asal Jepang ini. Komunitas yang terbentuk 'tanpa kesengajaan' ini nyatanya mampu menjadi salah satu diantara dua komunitas Suzuki Satria F-150 terbesar di Indonesia.


Berawal dari 'iseng-iseng' di jejaring sosial media Facebook, dua orang sahabat, Bangkit Johan Setiawan dan Nanaganini yang kini menjabat sebagai ketua dan wakil ketua SSFL se-Indonesia, membuat forum di FB tentang motor Satria FU. Kehadiran forum di dunia maya tersebut ternyata berhasil memancing gairah antusias para riders, yang pada akhirnya lahirlah SSFL pada 14 Februari 2009 silam.

 

"Terbentuknya SSFL itu berawal dari keaktifan saya dan Nanaganini di forum FB untuk sekedar share tentang motor Satria FU. Ternyata animo masyarakat sangat responsif dan semakin hari anggota di forum selalu bertambah," kata Johan kepada Wartabuana.com.

 

Keberadaan forum yang berhasil menghipnotis para pemilik motor Satria FU, membuat pria yang akrab disapa Joe itu mendeklarasikan untuk melakukan pertemuan perdana dengan sesama pecinta Satria FU.

 

"Setelah itu, saya menggagaskan untuk jumpa darat (kopdar) semua anggota yang ada di forum FB. Alhamdulilah, ternyata saat kopdar perdana cukup banyak yang datang. Pada akhirnya kami coba untuk lebih serius dalam forum SSFL ini," ucap Joe menjelaskan.

 

Tak diduga, antusias para pecinta Satria FU saat menghadiri kopdar perdana, membuat Joe sempat takjub. Alhasil, Joe memutuskan untuk membentuk sebuah keluarga besar perkumpulan motor 150 CC itu. "Makanya pada waktu itu, kami langsung mendesaign sebuah logo resmi SSFL. Bahkan setelah logo louncing di forum, malah semakin banyak peminatnya yang ingin bergabung bersama forum ini," kata pria yang tinggal di kawasan Sawangan, Depok ini.

 

Joe mengakui, setiap harinya ada saja orang yang tertarik masuk dalam komunitas yang sudah dia pimpin selama hampir empat tahun tersebut. Bahkan setahun pertama berjalan, anggota SSFL sudah mencapai 100 orang lebih. Pada akhirnya, Joe sepakat untuk membuat peraturan di dalam keanggotaanya ini.

 

"Karena semakin hari, semakin bertambah keinginan menjadi anggota, kami memutuskan untuk mulai membuat profil dan peraturan dalam keluarga besar SSFL. Di ulang tahun pertama SSFL yang jatuh pada 14 Febuari 2010, kami merayakannya di sebuah Villa di Sukabumi. Saat itu anggota kami hanya sebatas Jabodetabek saja. Tapi sekarang kami memiliki sebanyak 400 orang anggota," ucap pria yang juga akrab dipanggil Lintang Vie ini.

 

Joe mengaku, antusias para riders ini membuat pihaknya sempat kewalahan untuk mengurusi banyaknya anggota yang membludak. Pada akhirnya, pria berusia 32 tahun itu memutuskan untuk mencari kreator muda yang bisa mensupport forum SSFL tersebut.

 

"Saya berdua kewalahan, dan kami putuskan mencari para kreator muda. Baru kemarin kita melaksanakan mubes (musyawarah besar) pertama untuk pemilihan kepengurusan SSFL Indonesia periode 2014-15," ujarnya.

 

Wajib Hadir

Dalam pembentukan sebuah regenerasi kepengurusan termasuk ketuanya, keluarga besar SSFL ini melakukan pemilihan langsung secara voting yang nantinya langsung dibuatkan aturan mengenai SSFL secara tertulis.

 

"Sistem pembentukan pengurusan dengan memilih langsung. Setelah itu, dibuatkan struktur organisai dan AD/ART-nya yang bisa dipertanggung jawabkan dimata hukum dan Tuhan," sambungnya.

 

Joe sendiri mengatakan, untuk badan kepengurusan itu sendiri hanya menjabat selama satu periode, yakni setahun. Namun karena belum ada kandidat yang tepat menggantikan Joe, dia memutuskan tetap memegang kendali komunitas tersebut.

 

"Untuk masa jabatan hanya setahun, tapi saat ini jabatan ketua masih saya yang pegang, karena kandidat yang pas belum saya dapat. Bagi saya, tidak mudah untuk menjadi seorang leader di dalam sebuah komunitas yang besar. Pastinya harus memiliki kesabaran, ketekunan, dan kebijakan dalam mengambil keputusan. Bukan berarti saya adalah kriteria orang yang seperti itu, hanya saja saya sedang belajar bagaimana untuk menjadi orang seperti itu," kata Joe.

 

Lebih lanjut, Joe menolak jika SSFL ini merupakan sebuah klub motor pada umumnya yang mengharuskan wajib hadir saat kopdar. Terlebih, dalam komunitas ini tidak ada yang namanya senioritas.

 

"SSFL itu bukan klub, kami hanya forum komunitas motor yg anggotanya tidak terikat dan tidak mengaplikasikan aturan wajib hadir saat kopdar, tidak ada diklat, dan tidak ada senioritas di dalamnya. Intinya kita berada di level yang sama," ujarnya.

 

Meski sempat tak percaya, namun nyatanya Joe sukses menggaet para pecinta motor Satria FU di beberapa kota besar untuk bergabung dalam komunitas yang dikepalainya sampai saat ini.  "Chapter kami ada di Jabodetabek, Banten, Bandung, Kuningan, Cirebon, Solo, Malang, Surabaya, Bangka Belitung, Medan, Aceh, Pekan Baru, Selat Panjang," ucap Joe.

 

Uniknya, meski nama komunitas ini merupakan kumpulan pencinta motor Satria FU, namun Joe tidak menutup pintu bagi para riders lain untuk bergabung di dalam keluarga besar SSFL. "Karena kita LOVERS, jadi tidak diwajibkan semua riders adalah yang memiliki motor Satria. Dari awal kita sudah komit bahwa fungsi utama SSFL ini adalah untuk menjalin silahturahmi tanpa batas dengan raiders yang lain," terangnya.

 

Komunitas yang rata-rata berisikan remaja berusia 17 hingga 40 tahun ini punya sebuah peraturan yang cukup ketat, terlebih tidak ada toleransi bagi setiap anggotanya yang terbukti melakukan tindakan kriminal.

 

"Untuk anggota yang melanggar dan terlibat tindakan kriminal, kami serahkan langsung pada pihak yang berwenang karena sebelumnya sudah ada peraturan tertulis di dalamnya."

 

Bukan Geng Motor

Joe berharap kepada masyarakat untuk tidak menyamakan komunitas yang dia pimpin saat ini dengan geng motor yang kerap meresahkan. "Kami sangat tidak setuju kalau kami disamakan dengan genk motor yang kerap meresahkan warga. Sebenarnya titik kesalahan komunitas atau geng motor tersebut terdapat di pimpinannya. Mereka salah memberikan pelajaran, terlebih faktor usia labil sangat berpengaruh besar dalam pembentukan sikap," tutup Joe.

 

Sementara itu, Raras, salah satu riders wanita yang sudah bergabung bersama SSFL ini mengaku menemukan kenyamanan dalam keluarga barunya tersebut. Terlebih komunitas ini tidak terlalu mengikat kewajiban kehadiran.

 

"Aku mulai gabung baru Mei 2013 ini. Jadi baru sekitar 8 bulanan. Kenapa tertarik di SSFL? Ya karena setelah dibandingkan dengan klub motor lain, SSFL lebih better dan cocok buat saya yang pekerja yang sifatnya tidak terikat," kata wanita pemilik nama lengkap Raras Octariane Dipaleksana.

 

Wanita yang kini menjabat sebagai bendahara 1 itu menilai banyak klub yang masih 'mengharuskan' setiap anggotanya untuk hadir saat melakukan kumpul-kumpul dan touring. Itulah yang membuat gadis manis ini tertarik menjadi anggota SSFL.

 

"Di klub lain ada peraturan, jika anggotanya sering tidak hadir, maka dinyatakan keluar. Kalau di SSFL itu tidak wajib. Dan saya tertarik dengan SSFL karena bagi saya SSFL adalah wadah bagi semua pecinta Satria untuk berkumpul," tutup wanita karir 24 tahun itu. [ ]

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Orang-orang Ini Memotret dari Lubang Jarum

19 Februari 2018 | 16:14 WIB

Teknologi di masa modern seperti sekarang ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Apalagi ditambah dengan gadget dengan kualitas kamera yang tidak kalah canggih dengan kamera digital pada umumnya, semakin mempermudah untuk kita mengabadikan suatu objek.

Ratu Bidadari Santuni Puluhan Janda

23 Februari 2018 | 07:16 WIB

Jiwa seni adalah karunia Tuhan dan merupakan panggilan khusus untuk orang tertentu. Seharusnya para pelaku seni, bersikap lebih positif dan produktif serta menerima dengan syukur serta dapat mengembangkan potensi seni tersebut.

Lihat Persiapan Olimpiade, Sandi Terbang ke Tokyo

19 Februari 2018 | 10:08 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk Indonesia dan mempelajari persiapan Olimpiade Tokyo 2020.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber