komunitas

Bukan Mafia Jalanan 234 SC Komunitas Yang Sering Bikin Kegiatan Sosial

Freddy Pakpahan | Kamis, 02 Januari 2014 09:28 WIB | PRINT BERITA

234 SC

JAKARTA, WB- Awalnya 234 SC merupakan komunitas yang hanya berisikan anggota keluarga dan kerabat dekat KPH. Japto Sulistio Soerjosoemarno. SH. Kini 234 SC jadi komunitas terbesar di Indonesia semenjak R.M Sahid Abi Shalom (Abi Japto) dan R.M Yedidiah dipercaya sang ayah untuk meneruskannya.

Sejarah terbentuknya 234 SC sendiri sangatlah unik. Ternyata angka 234 diambil dari merk rokok terkenal di Indonesia, 'Dji Sam Soe' di mana memang kerabat Japto dikenal sebagai pengagum rokok legendaris yang hingga kini masih bertahan. Sementara itu, huruf SC merupakan singkatan dari Soerjosoemarno Clan.

Lambang dasar 234 SC yang memakai gambar perpaduan 'orang bersayap', merupakan ide pemikiran Japto dengan ayahandanya, Jendral H. KPH. Soetarjo Soerjosoemarno. Lambang itu diambil dari kegemaran Japto akan olahraga ektrim terjun payung. Terlebih Japto sukses merengkuh juara 2 pada kejuaraan terjun payung di Australia sekitar tahun 1970-an. Arti sayap itu sendiri ternyata punya filosofi, yakni dengan pola pikir bisa terbang kemana-mana.

Kini di tangan Abi, kiprah 234 SC semakin menggila dan membuat banyak orang tertarik ingin bergabung masuk ke dalam keluarga besar 234 SC. Melihat antusiasme masyarakat, para petinggi 234 SC sepakat membukanya untuk umum. Tak heran jika 234 SC sukses jadi komunitas terbesar di Indonesia. Abi yang hingga saat ini dipercaya memegang penuh kendali 234 SC akhirnya merubah singkatan SC menjadi 'Solidarity Community'.

"Asal mulanya adalah hanya komunitas keluarga dan orang-orang terdekat Bapak, KPH. Japto Sulistio Soerjosoemarno. SH. Dengan lambangnya yang begitu menarik dan mengandung arti yang telah dirumuskan bersama ayahandanya, Bapak Jendral Soetarjo Soerjosoemarno (alm). Kini lambang itu sudah dipatenkan dan jangan coba-coba untuk menjiplaknya," kata ketua Region Wilayah (Regwil) Cianjur, Jawa Barat, Ichwan Achadi Rachmat kepada Wartabuana.com.

Pria yang punya nama alias IchwanNezt ini mengatakan, 234 SC bukan hanya sekedar tempat atau organisasi yang tanpa tujuan, melainkan ikut berperan penting di tengah-tengah masyarakat. 234 SC juga punya selogan yakni 'meski tak satu darah, namun melebihi saudara'.

"Kami (234 SC) juga sering melakukan kegiatan sosial seperti adakan operasi bibir sumbing, santunan anak yatim. Selain itu kami juga melakukan kegiatan keagamaan, seni budaya, dan juga olah raga. Makanya, ketua umum kami tak sungkan memberi uang untuk pembinaan dan beasiswa kepada para anggota yang berprestasi," terang Ichwan.

Selain itu, 234 SC juga memiliki program kerja yang tiap tahunnya akan ada laporan perkembangan baik Koordinator Wilayah (Korwil)maupun Regional Wilayah (Regwil) di wilayah masih-masing daerah, bahkan hingga sampai di luar negri.

"Setiap tahun pasti ada laporan kegiatan-kegiatan Korwil dan Regwil ke Kornas yang akan di sampaikan pada Dewan Perwakilan Pusat (DPP). Untuk rapat kerjanya diadakan satu tahun 3 kali untuk membahas kemajuan setiap Korwil dan Regwil yang sudah terbentuk diberapa negara seperti di Singapore, Malaysia, Arab Saudi, Amerika, Beijing, serta Australia," lanjut pria keturunan sunda ini.

Untuk masuk ke dalam keluarga besar 234 SC, Ichwan mengatakan syaratnya tidak terlalu sulit. Hanya dengan registrasi pendaftaran KTP dan pas photo, serta membayar administrasi untuk seragamnya, anggota tersebut sudah sah masuk ke dalam keluarga besar 234 SC.

"Kalau untuk anggota sendiri sudah tak terhitung. Setiap provinsinya bisa mencapai ribuan. Belum lagi di luar Indonesia."

"Kenapa banyak yang mau bergabung? Saya pikir karena figur ketum (Abi) yang sangat ramah dan bersahaja. Kepintaran dan keberaniannya yang tak terbatas membuat banyak orang kagum dengannya. Bahkan bukan hanya di Indonesia, melainkan hingga ke luar negri. Makanya kami sangat bangga mempunyai ketua umum seperti beliau. Mas Abi sangat perhatian sama teman-temannya dan juga anggotanya tanpa melihat ras atau golongan," katanya seraya mengagumi Abi.

Setelah resmi masuk sebagai keluarga besar 234 SC, maka para anggota tersebut harus mematuhi 6 kode etik 234 SC, yaitu :

1. Taat kepada tuhan yang maha esa menurut agama masing-masing.
2. Taat dan tunduk kepada hukum yang berlaku di negeri ini.
3. Tidak terlibat penggunaan dan peredaran narkoba.
4. Bersifat setia kawan dan menjaga kesatuan dalam rasa kekeluargaan.
5. Menjaga nama baik dan keutuhan organisasi.
6. Selalu rendah diri dan saling mengayomi antar anggota maupun kepada masyarakat.

Dalam kegiatannya, 234 SC dan Pemuda Pancasila (PP) memang merupakan dua organisasi yang berbeda. Dikatakan oleh Ichwan, 234 SC lebih mengutamakan kegiatan sosial.

"Bedanya sangat tipis. Kalau 234 SC tidak berpolitik, dan kalau PP sudah banyak yang berpolitik. Kalau 234 SC lebih banyak mengutamakan kegiatan-kegiatan sosial. Selain itu, melahirkan banyak atlet yang berprestasi," lanjut pria kelahiran 1975 ini.

Ichwan menolak jika 234 SC disamakan dengan mafia jalanan. Terlebih 234 SC dan PP kerap melakukan tindakan keributan dengan ormas betawi di berbagai kota, khususnya di Jakarta.

"Yang jelas kami tidak mendahului karena itu bukan citra kami. Kami tidak diajari untuk menjual tapi kami diajari untuk membeli dan memborong. Kita suatu komunitas yang punya etika dan intelektual yang mengkedepankan musyawarah di banding arogansi. Namun setelah kami ajak musyawarah tapi tidak dihiraukan, apa boleh buat. Kita terlahir dari darah, ketika harus mati berdarah-darah itu hal yang biasa," jelasnya.

Ichwan mengaku tak segan-segan jika ada anggotanya melakukan tindakan kriminal, maka akan langsung diserahkan kepada pihak yang berwajib.

"Kita komunitas yang taat akan hukum. Jadi setiap warga berhak untuk mendapatkan perlindungan dan perlakuan hukum yang sama. Jika ada diantara kita melanggar hukum, maka kita serahkan kepada pihak yang berwajib," ucapnya.[ ]

EDITOR : Ervan Bayu Setianto
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Ada 19 Profesor Jadi Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia

21 Mei 2018 | 17:20 WIB

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt, melantik 118 orang pengurus pusat IAI periode 2018-2022. Kepengurusan IAI kali ini lebih beragam dan dari banyak kalangan, mulai praktisi, profesor sampai direktur perusahaan.

Tokoh dan Warga Tionghoa Ingin Ganti Presiden

25 Mei 2018 | 16:18 WIB

Sejumlah tokoh etnis Tionghoa yang terdiri dari berbagai macam profesi dan organisasi, berkumpul dan menyatakan "#2019GantiPresiden". Pernyataan bersama itu disuarakan di Restoran China (Kopi Oey Candra Naya), kawasan Gajahmada, Jakarta Barat pada Rabu (23/5/2018).

Bluprin Jadi Etalase Material Arsitektural Digital

25 Mei 2018 | 09:20 WIB

Setelah setahun merilis aplikasi digital yang menjembatani antara masyarakat dengan para arsitek profesional, kini bluprin.com mengembangkan fiturnya dengan menghadirkan platform material yang semakin mempermudah  masyarakat mencari informasi material arsitektural dan produk interior.

Habibie : Sasaran Utama Reformasi Belum Tercapai

22 Mei 2018 | 16:18 WIB

Dalam pidatonya saat menghadiri acara Refleksi 20 Tahun Reformasi di Grand Sahid, Jakarta, Senin (21/5/2018), Presiden ketiga RI BJ Habibie mengatakan, perjalanan 20 tahun Reformasi telah banyak dicapai bangsa Indonesia.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber