komunitas

Synergy Brazilian Jiu-Jitsu, Bela Diri Dengan Kuncian Mematikan

Freddy Pakpahan | Kamis, 13 Februari 2014 10:12 WIB | PRINT BERITA

Komunitas Synergy Brazilian Jiu-Jitsu Red Wolf

JAKARTA, WB- Brazilian Jiu-Jitsu (atau disingkat BJJ) merupakan ilmu beladiri yang dikembangkan dari Kodokan Judo yang pada awalnya berasal dari ilmu beladiri asli Jepang. BJJ ini dapat dikatakan lebih menitikberatkan teknik pada kuncian yang didalamnya tidak diajarkan teknik pukulan atau tendangan namun memanfaatkan anatomi bentuk tubuh manusia.

Sejarah singkatnya terbentuknya BBJ ini ketika Mitsuyo Maeda yang merupakan salah satu murid andalan Jigoro Kano (penemu ilmu beladiri Judo) pada tahun 1904 memiliki kesempatan pergi ke luar negeri untuk mempraktIkkan ilmu beladiri Judo di negara-negara yang disinggahinya.

Tahun 1914, Mitsuyo Maeda berlabuh di Brazil. Saat di Brazil, Mitsuyo Maeda berkenalan dengan Gastao Gracie (kakeknya Royce Gracie), yang merupakan seorang pebisnis yang membantu kehidupan Mitsuyo Maeda selama di Brazil. Sebagai rasa terima kasih Mitsuyo kepada Gastao, maka Mitsuyo mengajarkan Judo kepada anak Gastao yaitu Carlos Gracie.

Saudara termuda Carlos Gracie yaitu Helio Gracie sangat tertarik untuk belajar Judo karena melihat kakaknya dilatih Judo oleh Mitsuyo, namun Helio adalah seorang anak memiliki tubuh kecil dan lemah sehingga kakaknya melarang Helio untuk belajar Judo. Namun Helio secara diam-diam melihat kakaknya berlatih Judo dan dia mulai belajar sendiri.

Seiring pergantian tahun, Mitsuyo Maeda kembali ke negeri asalnya dan Carlos Gracie mulai melatih Judo kepada keluarga dan tetangganya. Suatu hari saat Carlos berhalangan hadir mengajar, sang adik Helio memberanikan diri untuk mengajar, dan tanpa diduga para murid sangat senang dengan metode pengajaran dari Helio dan meminta Helio untuk terus mengajar Judo.

Sejak saat itu, Helio mengembangkan Judo ini dengan teknik-teknik yang dikembangkannya sendiri dan dipadukan dengan budaya Brazil sehingga Judo yang diajarkan Mitsuyo Maeda tersebut bertransformasi menjadi Brazilian Jiu Jitsu.

Seiring berjalannya waktu, ilmu bela diri BJJ mulai masuk ke Indonesia. Salah satu pelopornya adalah Nico Han yang juga merupakan guru besar BJJ. Bahkan respon positif masyarakat, membuat makin banyaknya komunitas BJJ di Indonesia. Salah satunya adalah Komunitas Synergy Brazilian Jiu-Jitsu Red WolF yang berdiri sejak tahun 2010.

Berjalan empat tahun, komunitas tersebut memiliki sekitar 15 anggota yang basic alirannya berbeda-beda, yakni Aikido, Tae Kwondo, dan ada pula yang memang tak punya basic bela diri.

"Brazilian Jiu-Jitsu adalah bentuk pertarungan bawah yang tidak semua bela diri punya pertarungan bawah, sehingga mereka ingin mempelajarinya sebagai pelengkap dalam bertarung. Intinya, bagaimana cara melumpuhkan lawan di bawah dengan kuncian," kata Sensei Slamet Riyadi.

Jika dipikir, ilmu bela diri BJJ sangat mustahil dilakukan di jalan, karena pada dasarnya, pertarungan itu merupakan pertarungan bawah (seperti gulat). Namun dikatakan Sensei Slamet, semua pasti berguna karena salah satu tekhnik kuncian pasti akan dipakai.





"Intinya sama, bagaimana melumpuhkan lawan di bawah dan mengeksekusinya dengan kuncian," jelas Sensi Slamet.

BJJ memang bisa dikategorikan sangat berbeda dengan aliran ilmu bedla diri pada umumnya. Dalam BJJ, hal yang paling penting adalah melumpuhkan lawan dengan kuncian. Jika dalam pertarungan, bela diri ini menggunakan sistem waktu.

"Waktu dalam pertandingan dibabak penyisihan diberikan waktu 8 menit. Di semifinal 10 menit, di final 15 menit. Jika dalam pertandingan, kedua petarung belum juga bisa melumpuhkan lawan dengan kuncian, maka dinilai dari poin-poin yang mereka dapat," kata pria 43 tahun itu.

Sensei Slamet mengatakan, semua orang bisa mempelajari tarung BJJ ini meski tidak memiliki basic dasar ilmu bela diri. Yang terpenting, sambungnya, intinya adalah keterbukaan.

"Yang pertama, ada rasa ingin belajar yang tekun. Kedua adalah terbuka terhadap bentuk-bentuk belad diri yang baru. Yang ketiga adalah buang jauh-jauh rasa emosi, ego, dan dendam sebelum bertanding."

Dalam Brazilian, semua bentuk kuncian bisa dikatakan sah. Namun dalam mempelajarinya, seseorang harus menguasai tekhnik dasar mengontrol lawan di bawah untuk membuat lawan tak bisa berkutik.

Dalam Jiu-Jitsu, untuk mempelajari sebuah tekhnik itu tergantung kepribadian orangnya. Jika seseorang itu serius, maka semakin cepat juga menguasai teknik-tekniknya. "Ya kalau cuma seminggu sekali, kapan bisa menguasainya," tambahnya.

Dalam sebuah pertandingan, dibagi menjadi dua kelompok, yakni junior yang dilihat dari usia 18 tahun ke bawah dan senior masuk dalam kategori umur di atas 18 tahun ke atas. Selain itu, ada kelas-kelasnya yang dilihat dari berat badan si petarung.

"Kalau kelas itu mulai dari Under 55 sampai Over di atas 90 kg. Yakni yang beratnya dibagi menjadi beberapa kelas, antara lain 0-55 kg, 55-65 kg, 66-76 kg, 77-87 kg dan seterusnya," terangnya.

Dalam pertandingan, poin juga sangat penting. Namun untuk mendapat poin itu, caranya yakni melumpuhkan lawan dengan kuncian, hingga sang lawan memberi tanda menyerah dengan menepuk badan si lawan. Tapi, dalam peraturannya juga, untuk bisa menang poin, sang petarung harus bisa melumpuhkan lawan dengan kuncian selama tiga detik, dan mencari celah lagi cara mengunci yang lain.

"Dalam tiga detik bisa menahan lawan dalam keadaan terkunci, maka sang petarung berhak mendapat poin. Tapi jika si lawan yang posisinya sedang terdesak dan dikunci, namun si lawan bisa bergerak dan mengembalikan keadaan, maka si lawanlah yang mendapat poin," ujarnya.

Jiu-Jiutsu memang hampir mirip dengan Mixed Martial Arts (MMA). Namun dalam Jiu-Jiutsu, tidak diperbolehkan pukulan, tendangan, mengincar kemaluan, mencolok, menarik atau menjewer, dan menarik jari tidak boleh.

"Semuanya hanya bagaimana cara melumpuhkan lawan dengan kuncian, mau pakai kuncian Aikido, gulat, semua sah. Namun tidak diperbolehkan mencengklak satu jari lawan. Tapi kalu empat jari, itu diperbolehkan," kata Sensei yang lahir pada 17 April 1971 itu.

Bapak empat anak ini mengatakan, meski BJJ tergolong olahraga yang keras, namun pastinya ada pengamanan dalam bertarung.

"Semua harus pakai protektor kemaluan," imbuhnya.

Dalam pertarungan dan peraturan Jiu-Jitsu sangatlah ketat, sehingga, lanjut Sensei Slamet, jarang ditemui hingga tangan patah. Namun jika keseleo, itu sangatlah wajar.

"Wasit itu sangat jeli. Jika si lawan sudah merasa kesakitan, pasti akan di stop. Ya kalau keseleo sangat wajar. Ibarat di tinju, bonyok dikit. Tapi intinya, berikan waktu kepada lawan untuk menyerah tanpa mengurangi kekuatan menguci tersebut. Jika belum meyerah juga, tambahkan kekuatan kuncian," ucap pria yang basicnya memiliki ilmu bela diri Karate itu.

Pria pemilik sabuk hitam dalam Karate ini mengaku untuk bisa naik tingkat ke sabuk biru (tingkat kedua dalam Jiu-Jitsu) memerlukan perjalanan selama 8 tahun lamanya. Meski begitu, Sensei Slamet sangat bersyukur, perjalanan panjangnya itu berbuah hasil manis.

"Saya mulai ikut kompetisi mulai tahun 2007. Dan baru berhasil meraih gelar Champions pertama di tahun 2010 di kelas Under 55 pada Indonesian Submission Championship. Dan kembali meraih Champions pada 2011 dan 2013 lalu. Pada 2012 saya hanya runner-up saja, kalah poin dari tim Warrior," ujar juara bertahan ini.

Meski dibilang sudah tak muda lagi, Sensei Slamet mengaku tidak akan meninggalkan Jiu-Jitsu dalam waktu dekat. "Saya berhenti jika sudah bosan," ucap Sensei Slamet mengakhiri.[ ]

EDITOR : Ervan Bayu Setianto
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Coco Masih Bertahan Dibox Office Film Dunia

12 Desember 2017 | 12:18 WIB

Sudah berjalan beberapa pekan pasca peluncurannya, Film animasi komedi Coco terus bertahan pada posisi pertama box office internasional. Film garapan Disney dan Pixar ini memiliki pendapatan 55,3 juta dolar Amerika di seluruh dunia, dengan 35 juta dolar diantaranya berasal dari Cina.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber