komunitas

Komunitas Motor Ceper Juga Punya `Presiden`

Freddy Pakpahan | Selasa, 04 Maret 2014 14:18 WIB | PRINT BERITA

ist

WARTABUANA - Memasuki sekitar awal tahun 2000, tak sedikit orang, khususnya anak muda yang mencoba memodifikasi motornya dengan menyulap menjadi lebih pendek dari aslinya. Mereka menamankan dengan motor ceper.

Dari situlah, kemudia bermunculan banyak komunitas motor ceper di Indonesia. Namun pada pertengahan tahun 2005 silam dalam sebuah acara otomotif nasional di Jakarta, banyak dari komunitas klub motor ceper yang hadir dalam acara tersebut untuk saling unjuk gigi.

Perkenalan diantara para pecinta motor ceper dalam event tersebut, melahirkan ide untuk membentuk suatu wadah untuk menampung antusiasme para pecinta motor ceper seluruh Indonesia yang pastinya dengan harapan bisa menyatukan dan menaungi komunitas dan klub motor ceper tersebut.

Setelah mengalami beberapa pembahasan tentang rencana itu, pada akhirnya tepat tanggal 20 November 2005 di Lido, Sukabumi, beberapa perwakilan klub motor ceper di Indonesia yang hadir saat itu sepakat untuk membentuk suatu organisasi otomotif berbasis ceper dengan nama Ikatan Motor Ceper Indonesia (IMCI).

 


"Dibentuk pada 20 November 2005 setelah kami semua bertemu di sebuah event. Kami sepakat menamakan komunitas kita dengan nama IMCI untuk mewadahi semua pecinta motor ceper di Indonesia, mulai dari Aceh, Sulawesi Utara, Palopo, hingga Kalimantan," kata Presiden IMCI, Prima Hasyim kepada Wartabuana.

Menginjak 9 tahun berjalannya umur IMCI, kini klub tersebut sudah memiliki lebih dari 300 klub motor ceper yang tersebar di seluruh Nusantara. "IMCI ini menaungi klub, bukan perorangan. Jadi setiap wilayah kita tampung semua. Kini kita memiliki sekitar ribuan anggota motor ceper," ucap pria yang akrab disapa Prima itu.

 


Jakarta – Aceh

Lebih lanjut, pria kelahiran 27 tahun silam itu mengatakan, sistem organisasi yang diterapkan dalam AD/ART IMCI hampir sama menyerupai sistem pemerintahan di Indonesia, di mana ketua nasionalnya disebut `Presiden`, dan pemimpin setiap daerahnya disebut `Gubernur`.

"Klub itu punya peraturan, karena kita tidak mau disamakan dengan gangster. Dan dalam organisasi kita ini, setiap klubnya kita pakai nama tiap Provinsi yang diketuai Gubernur. Misalkan kalau di Jakarta, namanya Ikatan Motor Ceper Ibukota," terangnya.

Namanya juga sistem organisasinya menyerupai sistem negara, maka semuanya itu akan ada pertanggungjawaban kepada Presiden yang nantinya setiap Gubernur melakukan laporan kerja, maupun tindakan anggota yang dinilai melanggar aturan kepada sang pemimpin tertinggi.

"Karena kita menaungi klub, otomatis ketua klubnya itu bertanggung jawab atas anggotanya. Pada saat anggotanya bermasalah, pasti kita tegur ketuanya (Gubernur) dulu. Begitu ada masalah di sebuah klub, Gubernur harus menangani secara langsung. Jika tidak bisa diselesaikan juga, maka pusat yang akan ambil alih," terang Prima yang juga menjabat sebagai ketua chapter Jakarta tersebut.



Motor ceper memang lebih diutamakan kepada fashion ketimbang untuk balap. Namun siapa sangka, jika motor ceper ini mampu melakukan perjalanan panjang (touring) hingga tembus ke Nol Kilometer di Aceh.

"Tidak menutup kemungkinan juga untuk touring karena sudah tembus dari Jakarta ke Nol Km di Aceh. Kita buktikan kalau motor ceper itu tidak hanya fashion dan kontes," paparnya. []

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber