parlemen

Setya Novanto Dinilai Tidak Layak Pimpin DPR

Subchan Chusaen Albari | Kamis, 02 Oktober 2014 13:07 WIB | PRINT BERITA

Setya Novanto / ist

JAKARTA, WB-Terpilihnya politisi Partai Golkar Setya Novanto sebagai Ketua DPR melalui rapat paripurna Kamis (2/10/2014) dini hari. Menuai kritikan dari berbagai kalangan, Setya dianggap tidak pantas atau tidak layak menjadi Ketua DPR selama lima tahun kedepan.

 

Hal itu sesuai dengan yang dikatakan oleh Ketua Presidium Mabes‎ Anti Korupsi, Rahman Latuconsina. Menurutnya, Setya adalah sosok yang tidak pantas dijadikan pimpinan DPR, karena ia diduga banyak terlibat dalam pusaran kasus korupsi yang ditangani oleh KPK.

 

"SN (Setya Novanto) itu sudah berapa kali diperiksa KPK karena kasus korupsi, masa rakyat rela memilihnya jadi pemimpin," ujarnya, Kamis (2/10/2014).

 

Dalam beberapa kasus nama Setya memang kerap dihubung-hubungkan dengan persoalan korupsi, seperti kasus korupsi PON Riau, korupsi Proyek e-KTP, kasus yang menjerat Akil Mochtar, dan juga kasus Hambalang.‎ Bahkan nama Setya sudah akrab sekali dengan KPK.

 

Rahman mengatakan, DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat mempunyai tiga fungsi, legeslasi, budgeting, dan pengawasan. Namun katanya, apa jadinya apabila kebijakan mengenai anggaran, maupun prodak undang-undang dilakukan oleh seseorang yang diduga korupsi.

 

"Coba bayangkan bagaimana kalau tiga fungsi DPR itu diputuskan dan diatur oleh orang yang tidak memiliki rekam jejak yang bagus, apa kalian rela," ujarnya.

 

Penggiat anti korupsi ini, sebenarnya tidak mempermasalahkan pertarungan koalisi merah putih dengan koalisi pendukung Jokowi-JK dalam merebut kekuasaan parlemen. Ia menganggap siapa saja yang merasa punya rekam jejak yang bagus pantas untuk mendukui Ketua DPR kecuali Setya Novanto.

 

Diketahui, sebelum diputuskannya Setya Novanto sebagai Ketua DPR, sidang paripurna berjalan dengan alot. Koalisi merah putih mengajukan pemilihan ketua dan wakil ketua dipilih secara satu paket. Koalisi pendukung Jokowi-JK,  tak bisa mengajukan karena tak memenuhi syarat. Akhirnya, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Hanura, dan Fraksi Partai Nasdem akhirnya memilih walk out.

 

Sidang akhirnya memutuskan Setya sebagai ketua, dan empat orang yang terpilih menjadi wakil DPR yakni Fadli Zon dari Fraksi Gerindra; Agus Hermanto dari Fraksi Demokrat; Fahri Hamzah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera; dan Taufik Kurniawan dari Fraksi Partai Amanat Nasional.[]

 

 

 

EDITOR : Ibra Maulana
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber