" /> Melirik Tionghoa di Sejarah Kemiliteran   "/>


Resensi

Melirik Tionghoa di Sejarah Kemiliteran

M. Jasri | Kamis, 04 Desember 2014 20:18 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Pengamat Militer dari LIPI, Jaleswari Pramodhawardani menilai, peran Tionghoa dalam kemiliteran di Indonesai yang dibingkai dalam sebuah buku, menjadi sebuah cerita menarik dan bisa dibilang sebagai buku langka.

 

Dibilang langka, karena buku tersebut mengupas kisah lama dari perjalanan etnis Tionghoa jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

 

"Sejak dulu keberadaan komunitas Tionghoa kerap diartikan sebagai sesuatu yang berada diluar kesatuan negara Indonesia. Karena kesan Tionghoa  bahkan di tiga dekade terakhir banyak menyembunyikan perannya termasuk keberadaan mereka di militer," ujar Jaleswari saat membedah buku berjudul Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran" di gedung Joeang 45, Kamis (4/12/2014).

 

Jaleswari menjelaskan, keberadaan etnis Tionghoa, kerap mengalami diskriminasi dimanapun dia berada, bahkan di kemiliteran Amerika sekalipun. Dan setidaknya saat ini hal-hal tersebut sudah tidak terjadi, pasalnya negara sudah memiliki Undang-undang anti diskriminasi.

 

"Setidaknya kita sudah punya undang-undang yang mengatur dan itu setidaknya menjadi amunisi agar orang tidak seenaknya membuat penghinaan terhadap etnik tertentu," ujar Jaleswari.

 

Lebih jauh Jaleswari menambahkan, buku Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran ini bukan sebuah buku yang hanya menceritakan bentuk keperihatinan etnik Tionghoa, namun peran Tionghoa yang membela bangsa dan ikut menyejahterakan rakyatnya dan itu adalah orang yang layak disebut pribumi.

 

Sementara itu sang penulis buku, Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran, Iwan Ong Santosa menjelaskan kalau buku yang diterbitkannya ini adalah bukan semata menceritakan tentang orang-orang etnis yang berada di Indonesia. Tapi buku yang dibuat ini diharapkan bisa menjadi buku yang dapat menziarahi kekulturan bangsa Indonesia untuk menjaga kebersamaan negara.

 

"Buku ini bukan untuk mengangkat etnik atau kultur tertentu, tapi buku ini untuk mengenang dan bisa menjadi ziarah bagi keberadaan dan kebersamaan berbagai etnik warga Indonesia," tandas Iwan.  []

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber