profil

Febyanti Herewila, Sosok Istri Terpidana Mati

Anggi SS | Selasa, 28 April 2015 19:11 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Permintaan terakhir terpidana mati warga negara Australia Andrew Chan yang ingin menikahi kekasihnya, Febyanti Herewila sudah dilaksanakan di Lapas Besi, Nusakambangan, Senin (27/4/2015) siang. Apa alasan Febyanti mau dinikahi pria yang akan dihukum mati?

 

“Aku tak pernah melihatnya sebagai terpidana mati. Andrew adalah salah satu orang yang terkuat dan paling baik yang pernah aku temui,” ungkap Febyanti kepada News Corp Australia.

 

Sebelum menikah, Andrew dan Febyanti bertunangan pada Februari lalu, setelah permohonan grasinya ditolak. Selain keluarga Febyanti, prosesi tunangan itu juga disaksikan kedua orang tua Andrew dan 3 saudara kandungnya.

 

Pengakuan Febyanti, sejeka kenal dirinya, Andrew menjadi pelayan gereja. Sebelum diboyong ke LP Nusakambangan, Andrew mengelola sebuah kapel di Lapas Kerobokan, Denpasar.

 

Feby juga menegaskan bahwa cintanya pada Andrew bukanlah karena belas kasihan. “Aku mencintainya sebagaimana dia apa adanya. Dan aku melihat apa yang dia lakukan untuk orang lain membuatku semakin mencintainya,” ucapnya.

 

Feby mengakui bahwa Andrew memang punya kelemahan. Namun, Feby juga menegaskan bahwa banyak hal baik tentang suaminya. “Aku juga bangga padanya,” tutur Feby. []

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Kuliah di Rusia, Turah Parthayana Jadi Vlogger Inspiratif

13 Agustus 2018 | 07:26 WIB

Sangat banyak pemuda Indonesia yang kuliah di luar negeri, salah satunya Turah Parthayana. Pria asal Bali ini menjadi istimewa lantaran di memvideokan pengalamannya menjadi mahasiswa di Rusia dan mempublikasikannya di Youtube alias vloger.

Rizky Pangestu, Siap ke Panggung Politik Setelah Sukses Jadi Pengusaha

12 Agustus 2018 | 07:47 WIB

Mencoba dunia baru, bukanlah hal yang mudah. Itulah yang dilakukan pebisnis muda Rizky Pangestu. Pemilik Waroeng Upnormal BSD itu meninggalkan kesenangan masa mudanya demi maju dalam kontestansi politik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber