profil

Denny JA Rilis Puisi di Hari Valentine

Arief Nugroho | Senin, 15 Februari 2016 19:46 WIB | PRINT BERITA

Denny JA /ist

 

WARTABUANA – Perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang menjadi perdebatan seru di beberapa negara, termasuk Indonesia. Di tengah polemik pro dan kontra setiap menjelang tanggal 14 Februari, konsultan politik Denny JA justru menuangkan pandangannya tentang Hari Valentine melalui sebuah puisi.

 

"Hari valentine perlu didorong agar menjadi hari raya dunia bagi kasih sayang, yang melampaui sekat nasionalisme, agama, etnis, dan identitas sosial lain. Ini akan memberi spirit baru bagi dunia yang kini semakin diwarnai oleh konflik agama, konflik imigran, dan konflik identitas sosial lain," ungkap penulis kawakan kelahiran Palembang ini.

 

Owner Lingkaran Survei Indonesia ini menuangkan gagasannya dalam puisi. Setiap Hari Valentine, bahkan di Indonesia selalu ramai dengan debat patut atau tidak, boleh atau tidak Hari Valentine dirayakan. Bahkan di Iran, merayakan Hari Valentine kini dianggap perbuatan kriminal.

 

Penggerak Yayasan Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi ini menyambut Hari Valentine dengan membuat puisi yang ia sebar di media sosial. Ia mengkiaskan puisinya dengan tokoh Darwin, yang ingin mencerahkan publik. Namun ia justru mendapatkan lemparan telur busuk. Telur itu kemudian berubah menjadi burung raksasa, yang memberikan penglihatan batin lebih jermih kepada Darwin.

 

Ini puisi lengkapnya:

 

Telur Busuk di Hari Valentine

Dawinpun jatuh terduduk

Dihujani belasan telur busuk

Pengunjung mengamuk

Darwin kaget hatinya remuk

 

Respon publik tak ia duga

Ia hanya bicarakan cinta

"Hari valentine," ujarnya

"Sebaiknya menjadi hari raya dunia

Melampaui sekat agama

Melampaui sekat negara

Melampaui semua budaya

Yang memisahkan manusia

Kita butuh cinta

Ya, cinta saja."

 

Bukan dukungan yang ia dapat

Tapi kemarahan massa

"Astaga,!" ujarnya

"Apa yang salah?"

 

Satu telur busuk ia pegang

Jiwanya terguncang

Lebih terguncang lagi ia punya mata

Itu telur meletus

 

Ha?

Seketika keluar burung dari telur itu

Membesar, membesar dan membesar

Badan burung menabrak atap gedung

Bangunan itu rontok seketika

Semua pengunjung berteriak

Mereka lari tunggang langgang

Telur kecil menjelma burung raksasa

 

Darwin seketika terduduk

Seolah sigap di atas punggung burung

Keaaaakkk, keaaakkkkkkk

Burung berbunyi mengepak sayap

Membawa Darwin terbang mengangkasa

 

Darwin hanya terpelongo.

"Astaga! Apa yang terjadi?"

Jantungnya copot

 

Burung membawanya entah kemana

"Inikah dunia gaib," tanya Darwin

 

Dilihatnya di bawah begitu banyak negeri

Satu per satu ia lalui

Dilihatnya lagi ke bawah begitu banyak zaman.

Satu persatu ia lewati

 

Zaman memang berubah

Dari manusia purba tanpa pakaian

Kini orang lalu lalang dengan jas dan dasi

 

Namun dibalik pakaiannya

Darwin melihat manusia yang sama

Hanya ada tengkorak berjalan

Dan seonggok hati yang sepi

Mereka sibuk ke sana kemari

Mencoba mengusir sepi

 

Darwin semakin yakin

Ini manusia dari semua zaman

Ini manusia dari semua wilayah

Mereka membutuhkan cinta

Mereka sibuk menumpuk barang

Namun nihil kasih sayang

 

"Oh manusia yang celaka,"

ujar Darwin dalam hati

"Betapa mereka ingin dicintai

Betapa mereka ingin dicintai

Namun instink mereka yang sepi

Menciptakan dinding yang tinggi

Instink mereka yang bebal

Menciptakan dinding yang tebal

 

Mereka dipisah- pisahkan oleh itu dinding

Dinding hasil pikiran mereka yang pening

Dinding itu adalah negara

Dinding itu adalah agama

Dinding itu adalah etnik

Dinding itu adalah ras

Dinding itu adalah level kesadaran

Dinding itu adalah status ekonomi

 

Mereka yang satu

Mereka yang bersaudara

Kini tak hanya terpisah

Bahkan kadang saling menyerang

Dinding itu membuat mereka gila

Manusia menyerang manusia

 

Hati mereka ingin merobohkan dinding

Tapi dicegat oleh pikiran mereka sendiri

Hanya sedikit yang mampu melewati dinding

 

"Astaga," ujar Darwin, "

"Ini pengalaman yang luar

Mungkin ini hadiah dari dunia gaib

Apapun namanya."

 

Muncul cahaya tiba-tiba

Menjelma gadis bernama Rosa

Membisikannya kata

 

"Di hatimu, sudah kami tanamkan cahaya

Cahaya yang sama sejak manusia ada

Yang kami tanamkan kepada Adam

Yang kami tanamkan kepada Isa

Yang kami tanamkan kepada Musa

Yang kamu tanamkan kepada Muhammad

Yang kami tanamkan kepada Budha

Yang kami tanamkam kepada Konghuchu

Untuk membawa pesan dari surga."

 

Darwin diam terpesona

Tak sempat bilang satu kata

Inikah Jibril, tanyanya?

Ataukah ilusiku belaka?

 

Rosa kembali membisikkan kata

 

"Teruslah bicara

Walau mereka menyalipmu

Teruslah bicara

Walau mereka memaksamu hijrah

Teruslah bicara

Walau harus kau belah samudra"

 

Setelah itu

Darwin seolah melayang dalam cahaya

Berputar-putar

Antara sadar dan tak sadar

 

Ketika Ia sepenuhnya sadar

Darwin kembali di mimbar

Ia sedang dalam posisi yang sama

Memegang itu telur busuk

Yang dilempar ke wajahnya

 

Namun pengalaman batin itu

Walau sesaat

Setika mengubah kesadarannya

Mengubah total batinnya

Kini ia senyum saja.

 

Ia berdiri kembali

dan kembali bicara

Bicara dan bicara

 

Ujarnya,

"Mari kita rayakan cinta

Selamat Hari Valentine"

 

Telur busuk kembali mendarat di wajahnya

 

14 Feb 2016

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Kuliah di Rusia, Turah Parthayana Jadi Vlogger Inspiratif

13 Agustus 2018 | 07:26 WIB

Sangat banyak pemuda Indonesia yang kuliah di luar negeri, salah satunya Turah Parthayana. Pria asal Bali ini menjadi istimewa lantaran di memvideokan pengalamannya menjadi mahasiswa di Rusia dan mempublikasikannya di Youtube alias vloger.

Rizky Pangestu, Siap ke Panggung Politik Setelah Sukses Jadi Pengusaha

12 Agustus 2018 | 07:47 WIB

Mencoba dunia baru, bukanlah hal yang mudah. Itulah yang dilakukan pebisnis muda Rizky Pangestu. Pemilik Waroeng Upnormal BSD itu meninggalkan kesenangan masa mudanya demi maju dalam kontestansi politik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber