nasional

Pemerintah Gelontorkan Rp 250 Triliun untuk TNI

SC Albari | Rabu, 24 Februari 2016 09:33 WIB | PRINT BERITA

ist



JAKARTA, WB - Guna membangun TNI yang profesional dan disegani harus mampu memenuhi alutsista (alat utama sistem persenjataan) bagi tiga matra secara terpadu. Karena itu, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 250 triliun untuk TNI. Anggaran TNI sekarang ini atau sebelumnya kurang lebih 0,89% dari PDB (product domestic bruto) yang sebelumnya lagi kurang lebih 0,78% dari PDB dan sekarang paling tidak 1,1% dari PDB kita.


“Ke depan kalau pertumbuhan ekonomi bisa naik paling tidak di atas 6, akan muncul angka 1,5 % dari PDB dan ini sebuah angka yang besar. Perhitungan saya tadi kurang lebih bisa mencapai Rp250 triliun,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Jakarta, Rabu (24/2).


Presiden mengingatkan, agar angka-angka itu harus mulai diantisipasi dari sekarang. Artinya, harus ada sebuah perencanaan yang matang, betul-betul matang, betul-betul detil, betul-betul terinci sehingga anggaran dan uang itu betul-betul dipergunakan dengan baik, tepat guna dan juga terdesain dari awal.


Presiden Jokowi juga menegaskan, agar dilihat penggunaan produk-produk dalam negeri . Ia mengingatkan ini sangat penting sekali. Diakui Presiden, memang belanja-belanja yang ada sudah ada porsi-porsi baik, belanja pegawai, belanja alutsista juga sudah baik.


Tapi Presiden mengingatkan sekali lagi bahwa perencanaannya harus matang. “Detil dalam sebuah strategi pembangunan kekuatan kita seperti apa, ini mungkin yang kita inginkan ke depan,” tandasnya. []





 

EDITOR : Dina Kusumaningrum
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Jika Jadi Presiden Sam Aliano Mau Tutup Kantor Youtube Indonesia

18 Mei 2018 | 17:28 WIB

Jika terpilih menjadi Presiden RI, Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano menegaskan bakal menutup kantor YouTube Indonesia.

Rilis Da`i Bikin Heboh, Wapres Panggil Menteri Agama

22 Mei 2018 | 21:16 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin guna merevisi rekomendasi daftar pendakwah. Sebab, daftar yang dikeluarkan Kemenag hanya sebanyak 200 mubaligh.

PDIP : Aksi Teror Mau Jatuhkan Citra Jokowi

19 Mei 2018 | 11:15 WIB

Politikus PDIP, Arteia Dahlan menduga salah satu tujuan di balik aksi teror yang marak belakangan terjadi adalah mendistorsi kepercayaan rakyat kepada pemerintah saat ini.

Koopsusgab Siap Terlibat Hajar Teroris

17 Mei 2018 | 17:21 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengklaim Presiden Jokowi sudah merestui pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk menanggulangi terorisme di Indonesia.

Stroke Salah Satu Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

19 Mei 2018 | 13:14 WIB

Saat ini stroke menjadi salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Pernyataan tersebut didapat dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, dimana menemukan bahwa 25,8 persen masyarakat Indonesia menderita hipertensi. Namun, hanya sepertiga yang terdiagnosa, dan hanya 0,7 persen kasus yang dikontrol dengan obat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber