hidup sehat

Pembungkus Fast Food Picu Kanker

Anggi SS | Jumat, 03 Februari 2017 08:12 WIB | PRINT BERITA

ist

 

WARTABUANA - Sebuah penelitian yang dipublikasikan American Chemical Society, menemukan adanya bahaya yang mengintai dari penggunaan bungkus makanan. Penelitian ini menemukan adanya senyawa berbahaya dalam pembungkus makanan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

 

Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menguji 400 sampel makanan dari berbagai restoran cepat saji di Amerika Serikat. Peneliti menemukan, hampir 50 persen pembungkus makanan cepat saji yang diteliti mengandung senyawa fluor yang disinyalir dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak-anak, menurunkan kesuburan, dan memicu kanker.

 

Senyawa flour adalah zat kimia yang kerap digunakan pada peralatan masak anti lengket dan bahan pemadam kebakaran. Disampaikan peneliti Graham Peaslee dari University of Notre Dame, senyawa ini dapat bermigrasi ke dalam makanan dan dikonsumsi lalu menumpuk dalam tubuh.

 

"Senyawa flour yang menumpuk dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit tiroid, bayi lahir dengan berat badan rendah, ginjal bahkan risiko kanker testis," ujar Graham.

 

Lantas bagaimana cara untuk menghindari hal ini? Peneliti bahkan kesulitan menemukan jawabannya, namun jika Anda mau membawa kotak makan sendiri saat membeli makanan cepat saji itu akan lebih baik. []

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Waspada, Ini Akibat Jika Kita Sering Minum Air Hangat

21 Juni 2018 | 16:11 WIB

Jika kita sedang ngopi ataupun minum teh, tentunya enaknya diminum dengan hangat-hangatnya. Namun berdasarkan informasi yang beredar, minum air hangat dalam porsi berlebih, ternyata mempunyai efek tidak baik bagi kesehatan.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber