profil

Ali Hypnoter, Usir Fobia Lewat Hypnotherapy

Arief Nugroho | Selasa, 28 Februari 2017 08:07 WIB | PRINT BERITA

Ali Hypnoter / Muller

 

JAKARTA, WB – Setelah mengenal dan mendalami dunia pengobatan hypnotherapy, Ali Sanjaya alias Ali Hypnoter sudah mulai menomor duakan dunia musik. Melalui hypnotherapy, drummer S93 Band ini merasa nyaman dan bahagia bisa membantu orang lain yang mengidap gangguan fobia.

 

Secara medis, fobia merupakan rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya.

 

Bahkan, bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan objek bully teman dan orang disekitarya. "Ada ribuan jenis fobia yang biasa dialami oleh orang-orang di sekitar kita," ujar Ali Hypnoter saat dijumpai di kawasan Senayan, Senin (27/2/2017).

 

Menurut Ali, objek yang ditakuti oleh para penderita fobia bukanlah objek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal pada umumnya. "Apabila penderita fobia bersinggungan dengan objek yang ditakutinya, otomatis akan terjadi reaksi, bisa panik, cemas, gemetar, jantung berdebar, keringat dingin, mual, kepala pusing, lemas, nafas pendek dan cepat, bahkan ada yang sampai pingsan," ungkap Ali.

 

Ali mengungkapkan,  penyebab utama fobia dan paling banyak ditemukan karena peristiwa traumatik di masa kecil. Peristiwa traumatik itu tersimpan di alam bawah sadar, sehingga kejadian yang menimbulkan trauma akan muncul sebagai fobia.

 

"Mungkin kita sering lihat orang lain atau mungkin kita sendiri menderita fobia. Mungkin Kita tidak tahu apa yang menjadi penyebab fobia yang kita alami. Dengan metode hypnotherapy, kita bisa mengetahui penyebab sekaligus menyembuhkan fobia dengan mudah dan cepat," tegas pria berkacamata itu.

 

Ali Hypnoter saat pamerkan keahliannya / ist

 

Setelah menemukan penyebab fobia-nya, Ali akan melakukan pembelajaran ulang atas penyebab fobia kliennya. “Dengan persepsi atau pemahaman baru mengenai peristiwa traumatik tersebut, maka fobia akan sembuh dalam waktu yang relatif cepat dan tidak akan kambuh lagi," lanjut Ali.

 

Ali menegaskan, fobia itu bisa disembuhkan. Teknik penyembuhan dengan metode hypnotherapy juga tidak harus membuat penderitanya tertidur.  “Pastinya ada teknik tertentu yang lebih mutakhir, tanpa harus membuat penderita tertidur saat pengobatan," pungkas Ali.

 

Dari kacamata medis, hypnosis sangat berguna dalam mengatasi beragam kasus berkenaan dengan kecemasan,  ketegangan, depresi, fobia dan dapat membantu untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti ketergantungan pada rokok, alkohol dan obat-obatan.

 

Dengan memberi sugesti, seseorang terapis dapat membangun berbagai kondisi emosional positif berkenaan dengan menjadi seorang bukan perokok dan penolakan terhadap rasa ataupun aroma rokok.

 

Khusus untuk fobia, hypnotherapy digunakan untuk mereduksi kecemasan yang mengambil alih kontrol individu atas dirinya. Hal ini dapat diwujudkan dengan menciptakan suatu gambaran nyata tentang kondisi yang menyebabkan fobia namun individu tetap dalam kondisi rilek, sehingga membantu mereka untuk menyesuaikan ulang reaksi mereka pada kondisi yang menyebabkan fobia menjadi normal dan respon yang lebih tenang.

 

Meskipun prosefinya sebagai hypnotherapy dapat dikomersilkan, namun Ali memiliki prinsip hidup cukup menarik. Dirinya merasa puas dan bahagia jika berhasil menolong orang yang membutuhkan bantuannya. Jadi tidak jarang kliennya itu di-gratiskan karena tidak mampu.

 

“Ada seorang  remaja yang ditelantarkan dan tinggal di pesantren. Setiap mendengar suara motor pasti panik dan lari. Alhamdulillah, sekarang sudah sembuh. Saya senang dan puas bisa membantu orang yang kurang beruntung,” ungkap Ali.

 

Bahkan ada beberapa artis yang hidupnya kurang beruntung namun memiliki persoalan yang bisa disembuhkan dengan hypnothreapy pernah Ali bantu. “Kemampuan hypnotherapy yang saya miliki bukan untuk mengusir fobia saja. Banyak manfaatnya, salah satunya untuk motivasi dan menghilangkan  kecanduan rokok dan narkoba,” paparnya. []

 

 

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber