nasional

Panglima TNI : Tidak Waspada, Kita Bisa Diusir

Edward WA | Kamis, 06 April 2017 10:31 WIB | PRINT BERITA

Ist


PEKANBARU, WB -  Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa penyebab konflik dan perang kini bergeser bukan lagi akibat perbedaan agama, suku dan bahasa, melainkan membidik energi sebuah negara oleh negara lain. 


"Semua konflik melanda negara-negara penghasil minyak, yang terakhir terjadi di Suriah dan Ukraina. Sekarang, 70 persen konflik karena energi, dan nanti akan berubah ke tujuannya merebut pangan dan air yang konfliknya bergeser ke negara ekuator," kata Gatot, belum lama ini.


Menurut dia, negara-negara ekuator yang menjadi ancaman konflik berlokasi di Asia Tenggara, Afrika Tengah dan Amerika Latin. Dan Indonesia sendiri diakui Gatot tidak luput menjadi sasaran karena kekayaan alam dan jumlah populasi penduduknya. 


"Kalau tidak waspada, kita bisa diusir dari negeri ini. Seperti Indian di Amerika dan Aborigin di Australia," katanya.


Panglima TNI mengingatkan, ancaman tersebut bisa dikalahkan selama rakyat dan generasi muda Indonesia berpegang teguh pada Pancasila untuk menjaga kebhinekaan NKRI. 


Tokoh pendiri Indonesia menempatkan lima sila Pancasila yang mengandung makna mendalam tentang ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, dan demokrasi Pancasila yang menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


"Republik Indonesia bukan milik satu golongan, adat, dan agama. Islam adalah satu napas dengan ke-Indonesiaan dan kemanusiaan, tanpa membedakan suku," kata Panglima TNI.[]






 

EDITOR : Abdi Tri Laksono
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Atase Thailand Kunjungi Bakamla, Ini Tujuannya

28 Mei 2017 | 10:32 WIB

Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menerima kunjungan Royal Thai Embassy yang dilaksanakan oleh Capt. Narate Wongtrakoon, Naval Attache, dan Colonel Songvit Vayuheurd, Army Attache, di Kantor Bakamla RI Jalan Dr. Sutomo no. 11, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2017). Dalam kunjungan tersebut, kedua Atase diterima langsung di Ruang Rapat Kepala Bakamla

TNI Tetapkan 3 Oknum Tersangka Pengadaan Helikopter

28 Mei 2017 | 11:18 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menjelaskan bahwa Polisi Militer (POM) TNI, sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status kasus pembelian Helikopter AW 101 dari penyelidikan menjadi pendidikan.

Cegah Radikalisme Tanggung Jawab Kita Semua

27 Mei 2017 | 15:15 WIB

Membendung penyebaran paham radikalisme di tengah masyarakat bukan tugas aparat keamanan semata, seluruh warga bangsa harus terlibat aktif menangkal paham yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Sambut Ramadhan, Denny JA Tulis Puisi `Garuda Teteskan Air Mata`

26 Mei 2017 | 14:23 WIB

Setelah booming dan menjadi viral di media sosial, dengan puisi "Tapi Bukan Kami Punya," yang dibacakan panglima TNI di dua acara penting, Budayawan Denny JA, kembali mempublikasikan puisi lainnya yang berjudul Burung Garuda Teteskan Air Mata.

Ikan Kian Susah, Susi : Bakamla Harus Bantu

22 Mei 2017 | 16:07 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Dr.(HC), Susi Pudjiastuti meminta agar Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), meningkatkan perannya di laut demi kesejahteraan seluruh masyarakat nelayan Indonesia.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber