politik

Klarifikasi Penginjil Pendukung Anies - Sandi yang Dibully di Medsos

Fuad Rohimi | Minggu, 09 April 2017 13:31 WIB | PRINT BERITA

Rita Tiara Panggabean didampingi Zeki Alatas SH /ist

 

JAKARTA, WB – Setelah video dukungannya kepada Anies – Sandi beredar di media sosial (medsos), mantan model iklan yang kini menjadi Penginjil, Evangelist (EV) Rita Tiara Panggabean dibully dan dikecam. “Serangan” di medsos itu dipicu pemberitaan tendensius yang “mempelintir” pernyataannya.

 

Dalam pemberitaan di beberapa website yang selama ini isi dan kontennya mendukung petahana, diberitakan seolah-olah Rita mengaku sebagai seorang pendeta dan mengatasnamakan umat Kristen se Jakarta.

 

Akibat pemberitaan itu, menimbulkan komplain  dari pendeta dan umat Kristen lain yang tidak mendukung Anies – Sandi. Buntutnya bisa ditebak, Rita akhirnya menjadi bulan-bulanan di media social. Bahkan kacaman dan kata-kata kasar mengalir deras di akun pribadinya seperti facebook dan instagram.

 

Rita dan keluarganya yang semua tidak menyangka bakal mendapat serangan berupa kecaman dan bully itu merasa, semua yang terjadi merupakan resiko dari sebuah pilihan. “Sebagai pribadi, sebagai warga Negara, saya hanya menyampaikan hak saya untuk mendukung paslon 3 Bapak Anies – Sandi.  Menurut saya, mereka memiliki hati kasih. Kasih itu lemah lembut dan murah hati, tidak melakukan hal yang tidak sopan, tidak pemarah. Hal itulah yang saya lihat dari karakter Anies – Sandi,” ujar Rita Tiara Panggabean, Jumat (7/4/2017)  di kantor hukum Zeki Alatas SH, selaku kuasa hukumnya.

 

Kehadiran Rita di sana untuk mengklarifikasi pemberitaan yang selama ini menyudutkannya. Bahkan beberapa website malah menampilkan foto dirinya saat menjadi model dan bintang iklan 10 tahun silam. Pemberitaan miring dan publikasi foto-foto itu kini sudah mengganggunya.

 

“Selama beberapa hari ini ada viral tentang pemberitaan bahwa ada statement dari klien kami bahwa seluruh pendeta  se DKI mendukung paslon nomor 3. Pada  hari ini saya akan memberikan klarifikasi dan klien saya akan memberikan pernyataan bahwa pemberitaan itu adalah tidak benar,” ungkap Zeki Alatas SH.

 

Menurut Zeki, maksud kliennya tidak seperti itu. “Yang Rita maksud, hanya ada beberapa pendeta  yang mendukung program paslon nomor 3. Kebetulan klien kami adalah seorang misionaris, sehingga sudah ada pembicaraan dengan beberapa pendeta tersebut yang mendukung dan cocok dengan program paslon 3,” papar Zeki.

 

Terkait pemberitaan miring dan tendensius itu, Rita menyampaikan permohonan maafnya kepada umat Kristen yang merasa terganggu dan tidak nyaman. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada kaum nasrani, kepada saudara-saudara saya dalam Tuhan, saya minta maaf kalau ada perkataan-perkataan saya yang menyinggung dan menyakiti hati saudara-saudara seiman saya,” ungkap Rita.

 

Selain  permohonan maaf, Rita juga menyampaikan klarifikasinya terkait pemberitaan itu. “Saya tidak mengatakan bahwa  saya mewakili seluruh pendeta di Jakarta, tapi beberapa pendeta dan beberapa jemaat. Saya juga tidak mengatasnamakan sebuah gereja, tetapi ini lebih ke individual,” terang Rita yang juga membantah dirinya mengaku sebagai pendeta.

 

Meskipun dirinya kini merasa difitnah, bahkan termasuk keluarga besarnya  yang ikut jadi korban bully, Rita mengaku sudah memaafkan siapa saja yang telah berlaku buruk padanya. “Saya berterima kasih dan mengucap syukur. Setiap orang yang menghujat, memfitnah dan merendahkan, saya berterima kasih, karena ini menjadi kekuatan bagi saya. Dan saya mengampuni mereka, termasuk mereka yang sudah membully saya habis-habisan. Terima kasih, saya mengampuni dan memberkati orang yang membenci saya,” paparnya.

 

Rita juga menampik tudingan jika apa yang dilakukannya  ini hanya ulahnya untuk mencari sensasi sehingga namanya kembali muncul di publik. “Saya tidak mencari sensasi. Yang saya inginkan bukan sensasi, yang saya inginkan adalah kemenangan Anies – Sandi,” tegasnya.[]

 

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

LSI : Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi Dibanding Calon Lain

10 Juli 2018 | 15:18 WIB

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyimpulkan bahwa elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019, paska pelaksanaan pilkada serentak dinilai masih tertinggi dibanding calon lainnya. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu naik menjadi 49,30 persen dari 46 persen pada Mei.

Soal Cawapres, PAN Mau ada Kekeluargaan

13 Juli 2018 | 10:54 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN), masih meyakini jika pembahasan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo akan dibicarakan secara kekeluargaan sesama koalisi. Hal ini terkait klaim Demokrat di mana Prabowo Subianto akan mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

12 Juli 2018 | 11:45 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.

Dilirik Prabowo Buat Wapres, AHY : Peluang itu Kita Olah

10 Juli 2018 | 09:16 WIB

Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tengah marak diperbincangkan terkait namanya yang akan disandingkan dengan Prabowo dalam bursa pilpres mendatang.

PKS Tersanjung Dikunjungi Ulama Alumni 212

10 Juli 2018 | 10:13 WIB

Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al-Jufri menyambut kedatangan GNPF Ulama, Alumni 212, serta perwakilan ulama yang berkunjung ke kantor DPP PKS, pada Senin (09/07/2018) di Jln, dinilai sangat berarti untuk menentukan arah pilpres mendatang.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber