lain

PT Boston Scientific Peduli Kesehatan Jantung Perempuan

Fuad Rohimi | Senin, 08 Mei 2017 11:39 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Go Red For for Woman menyimpulkan, penyakit jantung menjadi penyebab 1 dari 3 kematian wanita di dunia. Setiap 80 detik 1 perempuan di dunia meninggal karena serangan jantung.

 

Serangan jantung pada perempuan mengakibatkan dampak yang lebih fatal bagi perempuan dibanding pria. Bayangkan, 90% perempuan di dunia memiliki satu atau lebih  faktor risiko timbulnya penyakit jantung.

 

Selain itu, penyakit jantung bukan hanya penyumbatan tetapi ada banyak macam termasuk bila terjadi debaran jantung yang tidak beraturan harus diwaspadai.

 

Terkait fenomena itu, PT Boston Scientific Indonesia, perusahaan yang bergerak dibidang teknologi kesehatan bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menggelar seminar “Love your Heart, Total Beauty in Life : A Woman`s Heart Awareness Campaign Talkshow” pada Minggu (7/5/ 2017).

 

Menurut Ati Saraswati, Country Leader PT Boston Scientific di Indonesia, kegiatan yang diikuti puluhan perempuan itu merupakan bentuk corporate social responsibilities (CSR) dari PT Boston Scientific Indonesia.

 

Ati Saraswati, Country Leader PT Boston Scientific Indonesia

“Acara ini kami gelar dalam rangka hari Kartini. Kami menyadari bahwa ternyata ada 1 dari 3 perempuan itu beresiko kematian karena cardiovascular, sementara mitosnya, perempuan selalu takut dengan kanker payudara, kanker serviks sehingga mereka mengabaikan bahwa sebenarnya resiko kematian tertinggi kaum perempuan adalah cardiovascular disease,” ujar wanita berkacamata ini.

 

Menurut Ati Saraswati,  jika kaum perempuannya aware, maka saya yakin mereka juga aware terhadap kemungkinan yang bisa saja terjadi di lingkungan keluarga. “Dengan demikian, keluarga Indonesia menjadi keluarga yang lebih sehat,” ujarnya.

 

Biasanya masyarakat awam hanya tahu tentang cardiovascular disease itu masalah penyumbatan penyakit jantung saja, padahal ada juga gejala tentang jantung karena kelainan irama jantung itu juga akan mengakibatkan stroke atau pingsan di jalan, atau yang lebih parah adalah suddent death.

 

“Nah ini yang sering kali masyarakat belum mengetahui, saya fikir, kami sebagai perusahan alat kesehatan yang bergerak di bidang kesehatan perlu membantu untuk memberikan awareness program yaitu menjadi bagian dari CSR dari perusahaan kami.” Papar Ati.

 

Boston Scientific sebagai perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan, menurut Ati memiliki tanggung jawab untuk ikut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.

 

DR.Dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K) dan Dr.Siska Suridanda Dany, SpJP(K)

“Boston Scientific merupakan  innovator terdepan dalam solusi medis untuk meningkatkan kondisi kesehatan pasien di seluruh dunia. Produk dan teknologi Boston Scientific digunakan untuk mendiagnosa atau mengobati berbagai macam kondisi gangguan kesehatan pada organ termasuk jantung, pencernaan, paru-paru, pembuluh darah, urologi, kesehatan wanita dan kondisi nyeri akut,” terang Ati.

 

Seminar ini juga mengkampanyekan program Go Red for Woman atau Perempuan Waspadalah..!,yang merupakan kampanye global ditujukan kepada para wanita di seluruh dunia agar wanita juga memperhatikan kesehatan jantungnya sendiri.

 

Umumnya para wanita berdedikasi dalam menjaga kesehatan keluarganya, suami dan anak-anaknya, namun mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Sekarang ini, lebih dari 50 negara ikut dalam gerakan Go Red for Women yang disimbolkan dengan gaun merah.

 

Tingkatkan Kesadaran

Diharapkan seminar ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan wanita Indonesia akan risiko serta tanda dan gejala penyakit jantung yang dimiliki wanita. Karena wanita merupakan pilar penting kesehatan masyarakat.

 

Dengan adanya kesadaran wanita yang sadar akan risiko dan tanda gejala penyakit jantung, mereka bisa menjadi edukator sekaligus pemberi pertolongan pertama bagi orang-orang di sekitarnya mereka manakala menghadapibila terjadi serangan jantung.

 

 Sumbangan untuk Yayasan Jantung Indonesia

Peserta seminar yang rata-rata berusia  25-50 tahun ini diharapkan mampu untuk menjadi edukator dan pemberi pertolongan pertama. Seminar ini menampilkan pemicara yang pakar di bidang kesehatan jantung , yaitu DR.Dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA dari RS Siloam Lippo Village, Ketua POKJA Woman Cardiology PERKI dan Dr.Siska Suridanda Dany, SpJP(K), FIHA dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Duta Go redPengurus Yayasan Jantung Indonesia.

 

Penyelenggara berharap melalui seminar ini para peserta dapat mentransfer pengetahuan yang mereka dapat tentang penyakit jantung kepada orang-orang di sekitar mereka dan dapat menjalani pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit Jantung dan pembuluh darah.

 

“Pada akhirnya semakin banyak orang yang sadar akan penyakit jantung ini, dengan harapan stigma  “silent killer” yang melekat pada penyakit jantung dapat kita diubah, agar makin banyak orang yang dapat tertolong dengan pendeteksian dini dari tanda dan gejala peyakit jantung untuk mendapatkan pertolongan yang secepatnya untuk hasil penanganan yang optimal,” ujar Ati Saraswati. []

 

 

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Wow, Dikantor Ini Semua Karyawannya Wajib Pakai Helm

20 Juli 2017 | 12:35 WIB

Jika helm identik digunakan untuk keamanan kepala dalam berkendara, namun tidak untuk kali ini. Meski sama-sama memiliki fungsi pelindung kepala, namun kali ini bukan dalam suasana dijalan raya, melainkan dalam suasana kerja. 

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber