potret

Tas Zipper Linda Sahab Memang Unik!

Fuad Rohimi | Selasa, 09 Mei 2017 08:11 WIB | PRINT BERITA

Linda Shahab / mm

 

WARTABUANA –  Di era 1980-an, sosok Linda Sahab sibuk dari panggung ke panggung dan workshop seni teater, maklum saat itu dirinya aktif di Teater Koma, sebuah komunitas seni teater papan atas di tanah air. Kini, Linda sedang fokus mengembangkan seni kerajinan tangan berupa tas dan handycraft berbahan dasar zipper alias resleting.



 Resleting menjadi karya seni./mm

Awalnya Linda tidak menduga jika tas tangan zipper karya perdananya menjadi rebutan beberapa temannya.  Mereka tertarik karena selain bagus, tas resleting itu unik. Teman-temannya takjub ada tas terbuat dari resleting.

 

“Unik, itu kesan pertama teman-teman saya begitu melihat tas yang saya buat.  Mereka buka resletingnya hingga menjadi untaian panjang, kemudian mereka bentuk lagi menjadi tas, berulang-ulang,” cerita Linda saat disambangi wartabuana.com di kediamannya di kawasan Rempoa, Jakarta Selatan.

 

Menurut Linda, tas karya pertamanya itu diberikan kepada temannya untuk tempat alat-alat sholat. Tas unik itu selalu dibawa temannya ke kantor dan ke beberapa tempat aktifitasnya. Karena banyak yang melihat dan tertarik, akhirnya Linda menerima banyak pesanan tas serupa.

 

“Awalhya saya tidak berniat untuk serius memproduksi tas zipper ini, tapi karena banyak yang tertarik dan memang memiliki nilai jual, akhirnya saya serius melakoninya. Bahkan, saya terus melakukan “eksperimen” menciptakan model dan varian terbaru tas zipper ini,” ungkap Linda yang mulai mengenal tas zipper sejak tahun 2014.

 

 Ita Purnamasari menyukai karya Linda Sahab /ist

Saat itu Linda diajak seorang teman ke sebuah yayasan kebudayaan Jepang Fukushitomonokai untuk ikut kursus handycraft asal Jepang. Salah satu materi kursusnya adalah membuat tas zipper. “Saat itu di Jepang tas zipper sudah dikenal. Bahkan bentuk-bentuk tertentu seperti tempat pinsil dan dompet kecil sudah dijual umum,” cerita Linda.

 

Linda kemudian mengembangkan teknik dasar membuat tas zipper yang dia dapat. Hasilnya, ibu dua anak ini sudah memproduksi tas zipper dengan beragam varian. “Biasanya selain bentuk-bentuk yang beragam, saya juga mengkombinasikan dan melapis tas dengan kain atau baik yang bagus. Hasilnya semakin menarik dan sangat etnik,” promosinya.

 

Kini Linda sudah memproduksi travel bag hingga dompet kecil untuk menyimpang uang receh atau gantungan kunci untuk menyimpan STNK kendaraan bermotor. “Dompet kecil ini biasanya dipesan untuk souvenir resepsi pernikahan atau event-event tertentu,” papar Linda yang merasa makin mencintai “karir” barunya ini.

 

 Beragam karya tas zipper / mm

Limited Edition

Karya Linda ternyata menarik minat seorang desainer kesohor  Raizal Rais yang biasa disapa Buyung. Tahun lalu, Buyung yang juga tokoh dari Komunitas Desainer Etniks Indonesia mendorong Linda ikut fashion show mempromosikan karyanya.

 

“Wah, ini tantangan menarik, tapi saya bingung, bagaimana bisa ikut fashion show sementara saya bukan perancang busana. Berkat arahan Bang Buyung, saya bisa membuat busana dengan aksesoris resleting warna-warni, jadi klop, modelnya membawa tas zipper dengan busana zipper juga,” kenang Linda dengan senyum lebar.

 

Linda yang merasa yakin produk kreatifnya ini bisa masuk pasar dan diterima konsumen berencana memproduksinya dalam jumlah besar. Langkah awal dia harus mencari rekanan yang bisa membantunya memproduksi. “Saya harus ajarkan mereka cara membuat tas ini,” ujarnya.

 

 Linda Sahab ingin bermitra dengan banyak pihak /mm

Dalam waktu dekat, Linda ingin menjalin kemitraan dengan pesantren, panti sosial dan lembaga pemasyarakatan khusus wanita. Bentuk kerjasamanya,  Linda akan “mentransfer” keahliannya membuat tas zipper, kemudian penghuni dari beberapa lembaga itu yang memproduksinya.

 

Untuk sementara, Linda menjadikan rumahnya di Jalan Pahlawan Rempoa, Ciputat Timur Tangerang Selatan sebagai workshop sekaligus gerai penjualan. Linda yang juga piawai membuat kue kering ini bisa dihubungi di 08561140213 atau 085945550660.

 

Di rumahnya yang asri, setiap hari Linda berkutat dengan mesih jahit, resleting dan kain untuk menyelesaikan pesanan dari kolega atau rekanan koleganya. “Untuk order khusus yang “unlimited” ini harganya disesuaikan dengan jenis bahan pelapis dan tingkat kesulitannya,” jelas Linda yang biasa melapis karyanya dengan batik tulis, kain songket bahkan tenun. []

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber