nasional

Puasa Ramadhan, Kemenag Gelar Sidang Itsbat Jumat Depan

Ibra Maulana | Rabu, 17 Mei 2017 13:32 WIB | PRINT BERITA

Ist


JAKARTA, WB - Kementerian Agama ( Kemenag), melalui Ditjen Bimas Islam akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Ramadan 1438H, pada Jumat (26/5/2017) mendatang. Melalui mekanisme sidang itsbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat Muslim Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan.


"Sidang itsbat awal Ramadan akan dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2017 M di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl MH Thamrin No 6, Jakarta," ujar Plt. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin usai rapat persiapan Itsbat, Rabu (17/5). Ikut dalam rapat ini, Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Urusan Agama Islam M Thambrin, tim BMKG, serta para pejabat Dit Urais.


Kamaruddin menjelaskan, sidang itsbat akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.


"Sidang itsbat ini wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama," ujar Kamaruddin.


Proses sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Ramadan 1438H. Adapun proses sidang itsbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.


"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan 1438H akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1438H," katanya.


"Sidangnya tertutup, sebagaimana itsbat awal Ramadhan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang," sambungnya.


Kamaruddin menambahkan, Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan 1438H di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat.[]







EDITOR : Abdi Tri Laksono
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Film G30 S PKI Mau Diputar, Tjahjo : Silahkan Tidak Masalah

15 September 2017 | 16:10 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan  film `Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI` boleh diputar di televisi. Menurutnya, masyarakat khususnya generasi muda perlu memahami sejarah G30S/PKI.

Terkait Video Hoax Penculikan, KPAI Sambangi SD Tanjung Duren 01

15 September 2017 | 14:50 WIB

Terkait dugaan keterangan palsu (hoax) yang dilontarkan oleh ketiga anak SD Tanjung Duren Selatan 01, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambangi SD Tanjung Duren Selatan 01, Jakarta Barat, Jumat (15/9/2017).

HUT TNI, Semua Alutsista Unjuk Kekuatan

15 September 2017 | 13:37 WIB

Pada pelaksanaan upacara HUT Ke-72 TNI tanggal 5 Oktober 2017, TNI akan mengerahkan seluruh kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), seperti Tank Leopard, Helikopter Apache, KRI Kelas Sigma, Kapal Selam KRI Nagapasa dan Pesawat Tempur Sukhoi yang diaplikasikan dalam bentuk demonstrasi latihan gabungan TNI dan kemampuan keterampilan prajurit TNI.

Awas Bahaya Obat PCC, Efeknya Seperti Orang Gila

15 September 2017 | 12:34 WIB

Masyarakat kembali dihebohkan dengan penyalahgunaan obat terlarang. Jika sebelumnya marak obat jenis Flakka yang membuat geger karena pengguna bisa bertingkah layaknya zombie. Kini publik Tanah Air dihebohkan dengan beredarnya obat serupa dengan nama Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC).

DPR Minta PSSI Cabut Sanksi Persib

16 September 2017 | 07:41 WIB

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah mempertanyakan keputusan PSSI memberikan denda terhadap Persib. Ia pun meminta agar PSSI jangan gegabah dan agar merevisi sanksi tersebut.



 

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber