politik

Mahfud MD : Hujat Menghujat Tidak Ada Gunanya

Freddy P | Kamis, 18 Mei 2017 12:25 WIB | PRINT BERITA

Mahfud MD /ist

 

JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Profesor Mahfud MD menilai bangsa Indonesia sudah hampir terpecah belah akibat adu domba oleh isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang digulirkan pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

 

Dia sependapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta semua pihak untuk menghentikan `gesekan`. Tindakan saling menghujat bisa berdampak negatif bagi Bangsa Indonesia.

 

"Saya sangat setuju bahwa hujat-menghujat itu dihentikan, nggak ada gunanya. Saat ini sudah terlalu jauh dan mengkhawatirkan," ujar Mahfud, Selasa (16/5/2017).

 

Menurut Mahfud, memang betul setiap warga negara berhak mengekspesikan aspirasi politiknya. Namun semua pihak diminta untuk memperhatikan dua koridor utama, yakni agar aspirasi itu tidak merusak NKRI serta merusak persatuan dan kesatuan.

 

"Jangan menyebabkan pemerintah lumpuh atau tidak efektif karena akan bahaya. Kalau ini diteruskan, ini menyentuh masalah sensitif yaitu perpecahan, meski kecil misalnya seperti di Minahasa, Manado, Papua dan sebagainya," ujar Mahfud.

 

"Itu saya kira sudah keluar dari koridor. Jadi yang pertama tadi jangan merusak NKRI. Itu harus dihindari. Jangan sebabkan pemerintah tidak efektif. Jangan mengancam keutuhan negara kita, selama ini sudah bagus. Tapi sekarang ini sudah terlalu jauh hujat-menghujatnya," sambungnya.

 

Mahfud MD mengajak anak bangsa untuk bersatu karena bangsa Indonesia sudah hampir terpecah belah akibat adu domba dengan isu SARA. Bahkan menutunya ada pihak-pihak yang ingin mengubah ideologi Indonesia.

 

Melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, dia menulis,    "Wahai saudara2 sesama anak bangsa. Mari bersatu, yuk. Utk apa ribut2 trs? Siapa yg untung? Hati2lah, bnyk penyusup yg ingin memecah belah," []

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Inilah Sikap Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Bom Kampung Melayu

25 Mei 2017 | 21:30 WIB

Aksi teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk  Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz Bachtiar Nasir yang menyatakan aksi teror di luar konsensus ulama dan ummat Islam Indonesia.

Ulama Sudah Mengajak Jokowi Untuk Berdialog

25 Mei 2017 | 19:18 WIB

Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan diadakannya dialog kepada Presiden RI Joko Widodo.

Isu Bentrok Cuma Hoax, Pontianak Aman dan Kondusif

22 Mei 2017 | 11:17 WIB

Video bentrok antara massa FPI dan Suku Dayak di Pontianak, Kalimantan Barat sempat menjadi viral di mediam sosial. Ternyata video itu terjadi setahun lalu dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan Festival Gawai Dayak dan Aksi Bela Islam yang berlangsung bersamaan di Pontianak pada Sabtu (20/5/2017).

Klaim ISIS, Rontokkan Opini Sesat Tentang Bom Kampung Melayu

27 Mei 2017 | 11:15 WIB

Klaim ISIS atas aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur otomatis menggugurkan opini sesat yang dikembangkan kelompok tidak bertanggung jawab di media sosial yang menyebut petaka itu adalah upaya pengalihan isu.

Hadapi Ancaman Pembubaran, HTI Siapkan 1.000 Pengacara

24 Mei 2017 | 10:23 WIB

Keputusan pemerintah sudah bulat untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas)  yang berpotensi mengganggu eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber