ekonomi

Ini Ancaman Pemerintah Untuk Penimbun Bahan Pokok

Anggi SS | Kamis, 18 Mei 2017 13:29 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA –  Gerakan Stabilisasi Pangan merupakan terobosan jitu dari pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan  bahan pokok menjelang puasa Ramadan dan Lebaran tahun ini. Melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), pemerintah akan menyalurkan stok bahan pokok agar para spekulan tidak mempermainkan harga.

 

Gerakan nasional itu diresmikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta di Kelapa Gading Jakarta, Rabu (17/5/2017). Gerakan ini digagas untuk menstabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang masuknya bulan Ramadhan dan Lebaran 2017.

 

Mendag Engartiasto mengatakan, gerakan ini tidak hanya dilakukan di Jakarta saja, namun juga di seluruh Indonesia. Dengan adanya gerakan ini, harga pangan bisa dikendalikan oleh pemerintah.

 

"Ini akan berjalan terus, stok kita banyak. Saya apresiasi langkah. Banyak orang yang bertanya, tetapi bulog langsung mengambil langkah," ujar Mendag Enggartiasto, Rabu (17/5/2017).

 

Dalam gerakan ini, nantinya Bulog menyalurkan komoditas pangan ke pasar-pasar di seluruh Indonesia. Sehingga, jika stok pangan di pasar berlimpah, maka harga pangan akan berlangsung turun. "Ini langkah yang tepat, kumpulkan stok terus salurkan. Diharapkan tidak ada gejolak harga. Dan ini tidak membuat para spekulan berani mengambil risiko," kata Mendag.

 

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti menambahkan, komoditi pangan yang akan disalurkan ke pasar-pasar, outlet dan Rumah Pangan Kita (RPK) antara lain, beras dengan kualitas medium dan premium, gula minyak goreng, daging beku, bawang merah, dan bawang putih.

 

Mendag mengungkapkan, terbongkarnya praktek penimbunan bawang putih sebanyak 182 ton milik PT Tunas Perkasa Indonesia (TPI) di Marunda Center Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah memberantas para spekulan.

 

Stok bawang putih yang dimiliki perusahaan tersebut legal, namun pihak perusahaan sengaja tidak memberikan pasokan tersebut kepada Bulog dan menyebabkan komoditas bawang putih di sejumlah daerah merangkak naik.

 

Mendag tidak akan menolerir perusahaan importir yang masih nakal dan bermain-main dengan menahan atau menimbun pasokan komoditas pangan selama bulan Ramadan 2017.

 

"Spekulan sudah tidak boleh nakal, kalau distributor masih main kita cabut izinnya, perusahaannya jangan pernah bisa berdagang di Indonesia, saya minta para Dirjen tidak mengeluarkan izin. Kalau ada spekulan masih memainkan harga saya minta ditangkap, diambil tindakan oleh Polri dengan tegas," kata Enggar.

 

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin yang melakukan penggrebekan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan dan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono menyebutkan ada 12 kontainer yang ditemukan di pergudangan Marunda Center.

 

"Kita temukan bawang bombay impor 128 ton, bawang putih 54 ton, dan cabai kering 193 palet di lokasi pergudangan yang menyalahi aturan itu," ujar Syafruddin.

 

Komoditas yang disimpan itu disebutkannya melanggar tiga Undang-Undang (UU) sekaligus, yakniUU RI Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, UU Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

 

Stok bawang putih digudang itu disebutkannya dipasok dari dua perusahaan yakni PT NBM dan PT LBU sejak bulan April 2017 yang berasal dari Tiongkok dan India. []

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Saham Facebook Rugi, Zuckerberg Keluar dari Empat Besar Konglomerat Dunia

15 Januari 2018 | 11:59 WIB



CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sepertinya harus merelakan posisinya sebagai orang terkaya yang masuk dalam lima besar konglomerat dunia. Pasalnya Faceboook
sahamnya mengalami kerugian sekitar 3,3 miliar dollar AS.

The Creek Harbour Tower akan Jadi Gedung Tertinggi Dunia

12 Januari 2018 | 15:47 WIB

Burj Khalifa Yang diklaim sebagai gedung tertinggi di dunia, memang masih belum tergoyahkan. Namun gedung yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab itu sepertinya tidak akan lama lagi.

Tunggu 5G Lahir Jaringan 2G akan Dipensiunkan

16 Januari 2018 | 09:54 WIB

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Infromatika (Kominfo) Republik Indonesia, jumlah pelanggan 2G di Indonesia masih sekitar 30 persen dari total pengguna jaringan operator Tanah Air. Itu artinya jaringan 2G belum bisa dihilangkan. Namun pemerintah berencana akan menutup jaringan tersebut setelah 5G lahir.

Rizal : Jaman Pak Harto Kita Ekspor Beras ke Vietnam

17 Januari 2018 | 14:57 WIB

Mantan Kepala Bulog, Rizal Ramli mengatakan, bisa saja rencana impor beras dibatalkan jika Presiden Joko Widodo (Jokwoi) berkehendak dan Bulog turut aktif gunakan stok yang ada untuk stabilitas harga.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber