nasional

Hebat, Inilah Satelit Pertama Buatan Mahasiswa Indonesia

Ibra Maulana | Kamis, 18 Mei 2017 15:59 WIB | PRINT BERITA

Ist


JAKARTA, WB - Sekelompok mahasiswa Surya University, telah mengawali guna pengembangan satelit  nano. Satelit yang memiliki ukuran lebih kecil dari satelit standar ini diklaim akan menjadi yang pertama dibuat oleh mahasiswa Indonesia. 


Menurut Rektor Surya University, Yohanes Surya, mengatakan, kebutuhan akan satelit nano terus berkembang, mengingat kemampuannya tak kalah dibandingkan satelit standar, tetapi nilai investasinya lebih kecil. 


"Untuk pembuatan satu satelit nano,  kira-kira diperlukan Rp 1 miliar. Menurut perhitungan, untuk mencakup seluruh Indonesia dibutuhkan 100 satelit nano. Jadi, hanya dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar untuk bisa memenuhi Sabang sampai Merauke," ujar Yohanes, belum lama ini.


Tak hanya itu, proses pembuatan satelit nano dinilai lebih cepat ketimbang satelit standar. Namun ia tak menampik, untuk tahap awal dibutuhkan waktu lebih lama. 


"Ke depannya dengan teknologi internet yang sangat cepat, kebutuhan akan satelit nano jadi makin banyak," ujarnya.


Nantinya, satelit nano dapat difungsikan untuk komunikasi dan pemetaan. Guna mendukung pengembangan satelit nano ini, tim mahasiwa Surya University juga bekerja sama dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). 


Rencananya, satelit  nano ini akan diluncurkan akhir 2017. Namun Yohanes belum dapat memastikan posisi peluncuran, mengingat belum ada kesepakatan dengan pihak lain. 


Saat ini pendanaan untuk pembuatan satelit ini masih terus dilakukan, termasuk dengan cara membuka kampanye urun dana di Kitabisa.com. []










EDITOR : Abdi Tri Laksono
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Jika Jadi Presiden Sam Aliano Mau Tutup Kantor Youtube Indonesia

18 Mei 2018 | 17:28 WIB

Jika terpilih menjadi Presiden RI, Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano menegaskan bakal menutup kantor YouTube Indonesia.

Rilis Da`i Bikin Heboh, Wapres Panggil Menteri Agama

22 Mei 2018 | 21:16 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin guna merevisi rekomendasi daftar pendakwah. Sebab, daftar yang dikeluarkan Kemenag hanya sebanyak 200 mubaligh.

PDIP : Aksi Teror Mau Jatuhkan Citra Jokowi

19 Mei 2018 | 11:15 WIB

Politikus PDIP, Arteia Dahlan menduga salah satu tujuan di balik aksi teror yang marak belakangan terjadi adalah mendistorsi kepercayaan rakyat kepada pemerintah saat ini.

Koopsusgab Siap Terlibat Hajar Teroris

17 Mei 2018 | 17:21 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengklaim Presiden Jokowi sudah merestui pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk menanggulangi terorisme di Indonesia.

Stroke Salah Satu Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

19 Mei 2018 | 13:14 WIB

Saat ini stroke menjadi salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Pernyataan tersebut didapat dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, dimana menemukan bahwa 25,8 persen masyarakat Indonesia menderita hipertensi. Namun, hanya sepertiga yang terdiagnosa, dan hanya 0,7 persen kasus yang dikontrol dengan obat.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber