Hukum

Presiden Sejajarkan Kursi Wakil KPK dan Menteri

Purnama | Jumat, 19 Mei 2017 07:10 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA – Sementara segelintir politisi di DPR RI meributkan soal hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden Joko Widodo malah menunjukkan sikap mendukung dan memberikan tempat terhormat kepada lembaga anti rasuah tersebut.

 

Hal itu dibuktikan Presiden Jokowi saat akan berpidato pada Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017, Istana Negara, Kamis (18/5/2017). Sebelum menyampaikan pidatonya Presiden melihat Wakil Ketua KPK Alex Marwata duduk di barisan belakang, tidak berdampingan dengan jajaran menteri dan pejabat tinggi negara.

 

Presiden langsung memerintahkan petugas menambahkan kursi dan meminya Alex untuk duduk di sebelah Menteri Keuangan di barisan depan.

 

“Sebelum saya memulai sambutan ini, saya minta satu kursi lagi. Saya melihat ada pimpinan KPK, Pak Alex. Silakan ke depan pak. KPK ini penting sekali, jangan diberikan kursi di belakang, harus di depan,” katanya.

 

Dia mengatakan, kursi pimpinan KPK tidak boleh dibedakan dengan pejabat tinggi negara. Sebagai institusi yang bertanggung jawab kepada Presiden, dia menghendaki pimpinan KPK diperlakukan sama dengan lainnya. “Kursinya jangan beda, kursinya sama saja, tapi di depan,” kata Jokowi.

 

Dalam pidatonya Presiden menginstruksikan agar pengelolaan anggaran pemerintah agar lebih tepat sasaran dan juga transparan. Selain itu, sistem pengelolaan keuangan pun dimintanya agar dipermudah sehingga para pejabat tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. 

 

“Tolong dimulai dibangun sebuah sistem aplikasi sistem keuangan desa ini yang simple yang sederhana. Saya lihat yang dulu pelaporannya ruwetnya, gimana kepala desa nanti tidak ngurus desanya malah ngurus laporannya nanti kalau cara membuat laporannya ruwet seperti yang saya lihat dua tahun lalu,” ucap Jokowi.

 

Jumlah anggaran yang disalurkan pemerintah pusat ke daerah dan juga desa tidaklah sedikit. Karena itu, Jokowi meminta agar aparat hukum meningkatkan pengawasannya terhadap pengelolaan keuangan di berbagai daerah. “Agar nanti ada output yang baik, ada outcome yang baik,” tambahnya.

 

Tampak hadir Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BPKP Ardan Ardiperdana. Acara ini juga dihadiri oleh kepala desa yang mewakili provinsi-provinsi di Indonesia.

 

Dalam pidatonya, Presiden berpesan agar seluruh perangkat dan pemerintah daerah memanfaatkan keuangan daerah demi kepentingan rakyat. Ia juga meminta agar seluruh perangkat daerah menggunakan anggaran yang besar dengan maksimal.

 

"Anggaran kita itu sudah gede. Tapi, kalau tidak tepat sasaran, dia enggak mengubah apa-apa. Enggak tahu output dan outcomenya apa. Kapan negara ini  mau maju," ujarnya. []

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Siap-siap... Hermansyah Akan Beberkan Kejadian Sebenarnya

20 Juli 2017 | 13:09 WIB

Kondisi Ahli telematika (IT) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah menjadi korban pembacokan di Tol Jagorawi pada Minggu 9 Juli 2017 semakin membaik. Sebentar lagi dia akan memberikan pengakuan yang akan mengejutkan banyak pihak.

Bawa Narkoba, Artis Pretty Asmara Diciduk

18 Juli 2017 | 14:05 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan jika jajarannya telah menangkap artis Pretty Asmara. Bintang sinetron bertubuh besar itu, diciduk anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Andi Mallarangeng Akhirnya Bebas

20 Juli 2017 | 13:56 WIB

Andi Mallarangeng kini telah berstatus bebas murni pada Rabu (19/7/2017), setelah sebelumnya mendapat masa cuti menjelang bebas (CMB) selama tiga bulan.

Jaringan Syaraf Putus, Mata Kiri Novel Terlihat Putih

20 Juli 2017 | 16:45 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan dokter yang merawat Novel Baswedan di Singapura mempertimbangkan operasi besar terhadap mata kiri. Mengingat bagian kiri mata penyidik lembaga antikorupsi tersebut yang paling parah

Anaknya Dianiaya, Jeremy Thomas Lapor Polisi

19 Juli 2017 | 10:12 WIB

Aktor senior Indonesia, Jeremy Thomas melapor ke polisi (Propam) soal dugaan penganiayaan terhadap anaknya yang diduga dilakukan oleh oknum polisi satuan narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber