ekonomi

Pemerintah Cabut Izin 3 Importir dan Penimbun Bawang Putih

Ibra Maulana | Jumat, 19 Mei 2017 08:09 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB  – Satgas Panganyang dibentuk pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok berhasil membongkat sindikat penimbun dan penyelundup bawang putih. Sudah 3 importir dicabut izin usahanya karena menyelundupkan 182 ton bawang putih asal India dan China. Bawang putih ilegal itu ditimbun di sebuah gudang di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.

 

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, ketiga tersangka ini adalah para importir. Pemerintah pun telah mencabut izin dari ketiga importir ini. Keberhasilan ini menjadi langkah yang baik untuk memberikan efek jera bagi para importir bahan pokok agar tidak melakukan hal serupa.

 

Terkait penangkapan itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa hingga saat ini masih terdapat kemungkinan adanya importir yang melakukan penimbunan. Untuk itu, pemerintah mengimbau importir agar tak lagi melakukan penimbunan, khususnya importir bawang putih. "Kami masih monitor dan menyusul kalau dia tidak keluarkan dari gudang," ujar Amran, Kamis (18/5/2017).

 

Mendag pun mengimbau agar tak ada lagi pihak yang melakukan penimbunan. Jika terbukti, pemerintah akan segera mencabut izin bagi kalangan importir.

 

Saat ini, lanjut Enggar, memang masih terdapat stok lama dari kalangan importir bawang putih. Pemerintah pun berharap stok ini segera dijual agar tak menimbulkan gejolak harga. "Stok baru ada, begitu terjual maka harga stok lama akan turun," ungkapnya.

 

Kerjasama antar-kementerian pun akan dilakukan untuk mengawasi hal ini. Utamanya antara Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. "Keputusan Pak Mentan adalah keputusan Menteri Perdagangan," tegas Enggar.

 

Amran Sulaiman mengungkapkan cerita di balik penggerebekan dan penangkapan 3 importir bawang putih  tersebut. Amran mengaku sempat dihubungi oleh Menteri Perdagangan dan mendapatkan kabar bahwa ada importir yang menimbun komoditas bawang putih di wilayah Marunda, Jakarta Utara.

 

“Subuh-subuh, pak Menteri Perdagangan hubungi saya. Tolong ada penimbunan. Kami bergerak dengan Kepolisian. Kami cabut izinnya,” papar Amran usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18 /5/2017).

 

Amran mengaku terus memantau importir-importir beberapa komoditas startegis menjelang bulan puasa. Hal tersebut dilakukan, demi menjaga harga pangan di tingkat pedagang tetap stabil. Namun, sejauh ini pemerintah belum bisa memastikan berapa jumlah terduga penimbun komoditas.

 

Pemerintah pun menegaskan tidak akan main-main dengan para importir yang coba-coba memanipulasi harga di tingkat pedagang. Setelah izinnya dicabut, Jangan berpikir bakal dapat izin impor lagi. “Saya tidak akan kasih izin, sesuai kesepakatan," tegas Enggar.[]

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Saham Facebook Rugi, Zuckerberg Keluar dari Empat Besar Konglomerat Dunia

15 Januari 2018 | 11:59 WIB



CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sepertinya harus merelakan posisinya sebagai orang terkaya yang masuk dalam lima besar konglomerat dunia. Pasalnya Faceboook
sahamnya mengalami kerugian sekitar 3,3 miliar dollar AS.

The Creek Harbour Tower akan Jadi Gedung Tertinggi Dunia

12 Januari 2018 | 15:47 WIB

Burj Khalifa Yang diklaim sebagai gedung tertinggi di dunia, memang masih belum tergoyahkan. Namun gedung yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab itu sepertinya tidak akan lama lagi.

Tunggu 5G Lahir Jaringan 2G akan Dipensiunkan

16 Januari 2018 | 09:54 WIB

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Infromatika (Kominfo) Republik Indonesia, jumlah pelanggan 2G di Indonesia masih sekitar 30 persen dari total pengguna jaringan operator Tanah Air. Itu artinya jaringan 2G belum bisa dihilangkan. Namun pemerintah berencana akan menutup jaringan tersebut setelah 5G lahir.

Rizal : Jaman Pak Harto Kita Ekspor Beras ke Vietnam

17 Januari 2018 | 14:57 WIB

Mantan Kepala Bulog, Rizal Ramli mengatakan, bisa saja rencana impor beras dibatalkan jika Presiden Joko Widodo (Jokwoi) berkehendak dan Bulog turut aktif gunakan stok yang ada untuk stabilitas harga.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber