Hukum

KPK Ajukan izin Penggunaan Senjata Api

Edward WA | Jumat, 19 Mei 2017 09:16 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB –  Perlawanan dari para koruptor dalam bentuk teror dan kekerasan sangat mengancam personel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan penegakan hukum menyelamatkan uang negara. Sudah saatnya Jaksa, penyidik dan penyelidik KPK dilengkapi dengan senjata api.

 

Upaya itu sudah dilakukan KPK dengan berkoridinasi dengan pihak kepolisian untuk menambah pengamanan terhadap personilnya. Hal tersebut dilakukan karena adanya teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan.


"Kita sudah mengajukan izin penggunaan senjata api. Kita punya hampir 100, di samping itu selain terhadap penyidik, penyelidik, penuntut umum yang menangani kasus berisiko," ujar Wakil Ketua Komisi KPK Alexander Marwata dikantornya  di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2017).

 

Tujuannya, untuk melindungi dan mengantisipasi risiko-risiko para karyawan antirasuah dalam menjalankan tugasnya guna mengungkap kasus korupsi di Indonesia. Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu pengamanan, KPK juga ingin membekali personilnya dengan senjata api.

 

"Untuk melindungi dan mengantisipasi dan mitigasi resiko terhadap penyerangan itu kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya, beberapa jaksa yang menangani perkara yang kita nilai resikonya tinggi ada pengawalan juga termasuk ke penyidik," kata Alexander Marwata.

 

Namun tidak semua penyidik dan jaksa bersedia untuk membawa senjata api. "Kami juga sudah mengajukan izin penggunaan senjata api kita punya hampir 100, selain pengawalan dari aparat Kepolisian kita akan persenjatai. Hanya ini penyidik penyelidik merasa aman mereka nggak mau pegang itu. Saya juga ngga mau," ujarnya.

 

Menurutnya, alasan penyidik KPK belum mau menggunakan senjata api karena tanggungjawab yang berat. "Ngga mau ambil resiko juga, kalau gak bisa tanggung emosi kan juga sulit. Kita tawarkan juga ngga semua mau kok," katanya. []

 

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

KPK : Yang Bantu Halangi Penyidikan Setnov Penjara Hukumnya

17 November 2017 | 10:02 WIB

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan sudah menyiapkan pasal hukum untuk menjerat pihak lain yang dianggap menghalangi penyidikan terhadap Ketua DPR,  Setya Novanto.

Diduga Geger Otak, Setnov Ditangani Empat Dokter Ahli

17 November 2017 | 10:16 WIB

Ketua DPR - RI, Setya Novanto mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis malam (16/11/2017).

Alasan Imunitas, Bareskrim Stop Kasus Viktor Laiskodat

22 November 2017 | 10:51 WIB

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Herry Rudolf Nahak mengatakan, Bareskrim tidak melanjutkan kasus ujaran kebencian dengan terlapor yakni Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Viktor Laiskodat.

KPK Ultimatum RS yang Hambat Penyidikan Novanto

18 November 2017 | 10:24 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah mengultimatum pihak rumah sakit tempat Ketua DPR RI, Setya Novanto dirawat di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat.

Mobilnya Nabrak Tiang Listrik, Setya Novanto Pingsan

16 November 2017 | 21:51 WIB

Beberapa saat sebelum masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),  Ketua DPR RI Setya Novanto lolos dari penjemputan paksa oleh KPK mengalami kecelakaan. Toyota Fortuner berplat nomor B 1732 ZLO yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber