nasional

Ikatan Apoteker Indonesia Gelar Workshop Bersama 40 Rumah Sakit di Bekasi

Anggi SS | Selasa, 08 Agustus 2017 07:28 WIB | PRINT BERITA

ist

 

BEKASI, WB - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) menggelar workshop mengenai implementasi GPP yang diikuti 40 Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit se Kota Bekasi agar mereka mampu meningkatkan pelayanan kefarmasian sesuai Permenkes 72/2016.  

 

Ide awal workshop itu berangkat dari keprihatinan atas maraknya peredaran vaksin dan obat palsu di tengah masyarakat. Seperti kasus  vaksin palsu pada Juni 2016 lalu yang menyebabkan sedikitnya ada 197 bayi teridentifikasi mendapat suntikan vaksin palsu.

 

Ironisnya, vaksin palsu itu digunakan di 37 fasilitas kesehatan dan beredar di 14 rumah di Jabodetabek. Dari kasus yang membuat heboh itu, sudah 18 orang dijatuhi hukuman mulai 6-10 tahun penjara.

 

 

Berangkat dari kasus ini PP IAI mengambil langkah dengan membentuk Tim GPP IAI yang bertugas untuk  membantu pemerintah agar kasus semacam ini tidak terulang lagi. Tim dibawah pimpinan Dra Aluwi Nirwana Sani, Msi, Apt ini, juga bertugas membantu pemerintah dan rumah sakit untuk memastikan kualitas obat yang digunakan di rumah sakit.

 

Menurut Ketua Umum IAI Nurul Falah Eddy Pariang, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Apoteker agar dapat mengimplementasi dalam bentuk pelayanan kefarmasian yang baik bagi masyarakat sesuai Permenkes No 72 Tahun 2016/GPP.

 

“Untuk mendukung kegiatan ini, PP IAI menggandeng FAPA Foundation GPP Expert Group untuk membantu merumuskan bagaimana Permenkes 72/2016 dapat diimplementasikan di rumah sakit,” ungkap  Nurul.

 

Selama kegiatan berlangsung  Tim GPP IAI dibantu GPP Consulting Team yang terdiri terdiri dari Mr Joseph Wang (President FAPA), Dr Chang Yuh Lih (Taipe Veterans General Hospital), Dr Chiang Shao Ching (Sun Yat Cancer Center), dan Ivan HungChang Chou (Executive Director Taiwan Young Pharmacist Group).

 

 

PP IAI menilai, upaya peningkatan kualitas obat di rumah sakit, dapat dilakukan melalui empat lini yaitu dari dalam rumah sakit sendiri dengan memberdayakan keberadaan apoteker di rumah sakit, dengan kontrol distributor obat secara ketat oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, mengontrol secara ketat limbah rumah sakit yang diharapkan menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup, serta ketersediaan obat di pasar.

 

“Dari dalam rumah sakit, upaya dilakukan dengan memberdayakan apoteker yang menjadi penjaga gawang bagi keamanan obat yang diberikan kepada pasien. Jumlah apoteker yang cukup di setiap unit, keterlibatan apoteker dalam pengadaan obat-obatan diharapkan menjadi salah satu cara untuk menghindari masuknya obat-obatan palsu maupun obat dengan kualitas dibawah standar ke rumah sakit,” papar Nurul.

 

PP IAI menyadari, ketersediaan apoteker di Rumah sakit, selama ini belum secara signifikan mempengaruhi peringkat akreditasi yang diperoleh oleh Rumah Sakit. Seharusnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pelayanan di rumah sakit, ketidakseimbangan jumlah apoteker dengan jumlah tempat tidur dan banyaknya pasien yang dilayani menjadi satu pertimbangan rendahnya akreditasi yang dapat diraih oleh rumah sakit tersebut.

 

“Kini sudah seharusnya dipertimbangkan untuk merasionalisasi jumlah apoteker dengan kapasitas pelayanan di rumah sakit. Jika tidak, Komite Akreditasi Rumah Sakit perlu memberikan penekanan khusus agar rasio apoteker dan kapasitas pelayanan dapat diseimbangkan, harap Nurul.

 

 

GPP Consulting Team memberikan 7 pedoman untuk mengimplementasikan GPP di rumah sakit di Bekasi. Bersama Tim GPP IAI kemudian menyusun jadwal kegiatan yang akan berlangsung hingga Februari 2018 mendatang.

 

Kegiatan dimulai dengan penandatangan kerjasama antara IAI dengan Walikota Bekasi, disusul dengan Kadinkes Kota Bekasi. Kemudian dilakukan survei ke 40 RS se Kota Bekasi untuk memotret pelaksanaan GPP di rumah sakit tersebut.

 

Diharapkan dimasa datang, kegiatan ini dapat dilakukan di kota-kota lain di seluruh Indonesia, sehingga Permenkes No 72/2016 dapat dilaksanakan dan dipatuhi oleh seluruh rumah sakit yang beroperasi di Indonesia. Dengan begitu, akan turut serta berperan dalam meningkatkan derajat   kesehatan Indonesia.[]

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Raja Huristak XII Kenang Perjuangan Kerajaan Padang Lawas

19 Agustus 2017 | 14:03 WIB

Perayaan hari kemerdekaan sejatinya menjadi euforia tersendiri terlebih bagi yang pernah merasakan momentum saat-saat memperjuangkan kemerdekaan Bangsa.

Kamis Dinihari, Presiden Pimpin Apel Kehormatan

17 Agustus 2017 | 07:04 WIB

Dalam rangka memperingati HUT ke-72 Republik Indonesia, Presiden Jokowi memimpin apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pukul 00.00 WIB, Kamis (17/8/2017).

HUT RI Tahun Ini Ahok Belum Dapat Remisi

17 Agustus 2017 | 10:37 WIB

Dalam rangka memperingati HUT ke-72 Republik Indonesia, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna H Laoly telah memberikan remisi kepada 92.816 narapidana dan tahanan. Namun dari jumlah tersebut, nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak termasuk

Milad FPI akan Deklarasikan Subuh Berjamaah

19 Agustus 2017 | 13:57 WIB

Sebagai rangkaian acara Milad FPI ke-19, Front Pembela Islam (FPI), melaksanakan Sholat Tahajjud dan Subuh berjamaah di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (19/8/2017). Dimilad ini FPI akan medeklarasikan Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah

Panglima TNI : Awasi Ulama Bayaran

15 Agustus 2017 | 16:51 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa tidak akan ada ulama Indonesia yang mempunyai pikiran dan 
berkeinginan merubah Pancasila yang merupakan Ideologi Negara 
Kesatuan Republik Indonesia. Kata panglima kemerdekaan Republik Indonesia ini direbut oleh seluruh komponen bangsa termasuk para Ulama, Kyai dan Santri. 

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber