" /> Menhan AS Ancam Rezim Korut Akan Berakhir "/>


dunia

Menhan AS Ancam Rezim Korut Akan Berakhir

Edward WA | Jumat, 11 Agustus 2017 13:10 WIB | PRINT BERITA

Ist

 

WASHINGTON, WB - Menteri Pertahanan AS, James Mattis memperingatkan Korea Utara terkait program uji coba rudalnya. Menurut Mattis, serangan Korea Utara akan berisiko pada akhir rezimnya dan penghancuran rakyatnya, " ujar James Mattis seperti dilansir guardian.com, Jumat (11/8/2017).


Mattis mengingatkan Pyongyang, dan mengatakan bahwa militer sekutu memiliki kemampuan defensif dan ofensif yang paling tepat, terlatih dan tangguh di Bumi. Pernyataan Mattis tersebut dilontarkan tidak lama setelah
presiden AS Donald Trump ikut memperingatkan Korut terkait rudalnya.


Menurut Mattis, terlepas dari retorika yang keras, tidak ada perubahan dalam penempatan militer AS atau status siaga. Ia memastikan kekuatan luar biasa yang dimiliki militer AS  akan digunakan jika terjadi serangan Korea Utara.


Sementara  itu, asisten deputi Trump, Sebastian Gorka juga memperingatkan Pyongyang untuk tidak menantang Amerika Serikat karena Korut akan membayar hal tersebut dengan harga mahal. Militer Korea Utara telah sering menguji rudal yang mendarat di laut lepas pantai Jepang. Hal tersebut jelas memicu ketegangan. []





EDITOR : Abdi Tri Laksono
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Terancam Diserang, Pulau Guam Malah Dipadati Wisatawan

14 Agustus 2017 | 16:10 WIB

Meski pulau Guam telah mendapatkan ancaman nuklir dari Korea Utara, ternyata tidak membuat tempat tersebut ditinggal oleh penduduknya. Namun sebaliknya pulau Guam justru menjadi daya tarik bagi wisatawan

Ukraina Bantah Pasok Mesin Rudal ke Korut

16 Agustus 2017 | 15:18 WIB

Ketegangan dikedua negara yakni AS dan Korea Utara, belum menunjukan suhu yang dingin. Bahkan keduanya tinggal menunggu aba-aba untuk saling serang. Pejabat intelijen Amerika Serikat menyatakan, berdasarkan informasi yang mereka miliki, Korea Utara ternyata memiliki kemampuan untuk memproduksi mesin rudal sendiri. Artinya Korut tidak bergantung pada negara lain untuk mendapatkan mesin peluncur tersebut.

Gegara Posting Artikel Raja, Mahasiswa Ini Malah Masuk Penjara

16 Agustus 2017 | 13:27 WIB

Seorang aktivis mahasiswa di Thailand terpaksa meringkuk di penjara selama 2,5 tahun. Pasalnya si mahasiswa ini membagikan artikel berisi profil Raja Maha Vajiralongkorn di Facebook

Rakyat Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja

15 Agustus 2017 | 19:30 WIB


Lebih dari separuh warga Inggris menginginkan Pangeran William bertahta sebagai raja selanjutnya. Sedangkan jumlah warga yang mendukung Pangeran Charles menjadi raja ternyata jumlahnya lebih sedikit. 

YouTube TV Mulai Lebarkan Sayap

18 Agustus 2017 | 12:48 WIB

Layanan televisi streaming dari YouTube, terus melebarkan sayap. Pasalnya kini layanan televisi YouTube sudah dapat diakses di 14 kota besar AS.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber