Hukum

Tangan dan Kaki Diborgol, Anggota TNI Pukul Polantas Ditahan

Edward WA | Jumat, 11 Agustus 2017 14:07 WIB | PRINT BERITA

Ist


PEKANBARU, WB  - Komandan Korem Wiba Bima, Brigjen TNI Abdul Karim bersama jajarannya meninjau langsung ke ruangan tahanan di Denpom Pekanbaru di Jl A Yani, Pekanbaru, Jumat (11/8/2017). Disana Abdul Karim Melihat Anggota Korem 031 Wiba Bima, Serda Nopriadi Wira Sinaga, yang memukul anggota Polantas Pekanbaru, telah ditahan. Anggota tersebut dijebloskan ke sel Detasemen Polisi Militer 1/3 Kodam I Bukit Barisan di Pekanbaru.


Terlihat, Serda Wira Sinaga dalam sel mengenakan baju kuning dengan kaki dan tangan diborgol. Didalam sel juga WS sendirian dalam sel.


Dalam kesempatan ini, Danrem WR Brigjen Abdul Karim menegaskan bahwa anggota yang melakukan tindakan yang melanggar ketentuan tetap ditindak tegas.


"Anggota kita ini telah memukul anggota Polantas sebagaimana video yang telah viral, kita langsung proses, " tegad Abdul Karim.


Orang nomor satu di jajaran TNI di Riau ini menyebutkan anggota tersebut tetap akan menjalani proses hukum, meski diketahui mengalami gangguan kejiwaan.



"Tetap akan kita proses. Benar, waktu kejadian anggota kita tidak menggunakan helm dan memukul anggota Polantas itu,"tutur Abdul Karim.[]







EDITOR : Abdi Tri Laksono
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Rio Reifan Kembali Tersandung Kasus Narkoba

14 Agustus 2017 | 15:28 WIB

Aktor sinetron Rio Reifan, kembali diamankan Satnarkoba Polresta Bekasi Kota pada Ahad (13/8/2017). Aktor yang bermain dalam serial Tukang Bubur Naik Haji itu ditangkap di Marga jaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. 

Pesangon Tidak Jelas, Ratusan Karyawan PT.Dharmatama Ancam Datangi OJK dan KPK

15 Agustus 2017 | 16:51 WIB

Para karyawan PT. Dharmatama Megah Finance,  mendesak dan meminta kepada para pemilik perusahaan, agar segera membayarkan uang pesangon karyawan, yang merupakan hak-hak dari pekerja yang telah mengabdi lama diperusahaan tersebut.

Jalan Kebenaran Kisruh Pimpinan PPP

16 Agustus 2017 | 06:40 WIB

Setelah Sidang Pertama PTUN Jakarta (9/8/2017) atas Perkara No.217/G.14/TUN, banyak diwarnai ketidak profesionalan kuasa hukum seperti copy putusan yang tidak dilegalisir dan tidak adanya surat kuasa beracara, baik dari kuasa hukum MenkumHAM, maupun kuasa hukum dari pihak PPP versi Rommy.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber