metro

Sandiaga : Larangan Motor di DKI Perlu Dikaji

Edward WA | Jumat, 11 Agustus 2017 16:35 WIB | PRINT BERITA

Ist

JAKARTA, WB - Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno menilai, kebijakan perluasan pelarangan sepeda motor di DKI Jakarta dinilainya tidak tepat dan harus dikaji lagi.


Sebab, berdasarkan diskusi Sandiaga dan tim yang membahas tentang transportasi, sepeda motor tidak menimbulkan kemacetan sehingga langkah pelarangannya dinilai belum tentu efektif.


"Saya belum punya data yang cukup untuk mengambil keputusan mengenai pelarangan sepeda motor ini. Teman-teman kemarin menyatakan, yang bikin macet itu bukan sepeda motor, tetapi mobil," kata Sandi, Jumat (11/8/2017).


Menurut Sandi, salah satu langkah yang efektif untuk mengentaskan kemacetan yakni dengan transportasi massal.


Jika transportasi publik sudah tersedia dengan layanan yang baik, pelan tetapi pasti pengguna kendaraan pribadi akan beralih dan volume kendaraan di jalan juga semakin berkurang.



Sebelumny, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI memperluas area pelarangan sepeda motor.


Kebijakan itu diyakini bisa mengurangi kriminalitas jalanan. Pasalnya, sepeda motor dinilai sering dimanfaatkan para penjahat untuk beraksi.[] 





EDITOR : Abdi Tri Laksono
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Parpol Pendukung Janji Kawal Anies-Sandi

16 Oktober 2017 | 10:51 WIB

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf berpesan kepada Anies-Sandi jika partai pengusung yakni PKS dan Gerindra serta PAN tidak akan meninggalkan pemimpin Jakarta tersebut berjuang sendirian. Tetapi, PKS, Gerindra dan PAN akan tetap menemani Gubernur dan Wakil Gunernur terpilih.

Jangan Salahkan Gubernur Baru Jika Reklamasi Jalan Terus

16 Oktober 2017 | 07:11 WIB

Menurut pengamat Politik Maswadi Rauf,  mereka tidak bisa disalahkan jika nantinya mereka tidak bisa menjalankan janji kampanye soal reklamasi.

Cewek Pilipina Tewas Loncat Dari Lantai 5 Blok M Square

17 Oktober 2017 | 10:31 WIB

Seorang perempuan warga negara asing (WNA) Pilipina tewas seketika setelah loncat dari lantai 5 di Blok M Square, Kebayoran, Barau, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2017) malam. Diduga korban bunuh diri.

H. Lulung Sindir Ketua DPRD DKI `Belum Move On`

21 Oktober 2017 | 12:33 WIB

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana, menyindir Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, yang dinilainya belum `move on` dari kekalahan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di kontes Pilkada DKI Jakarta 2017.

Bumbu Tak Sedap Sambut Gubernur Baru

18 Oktober 2017 | 08:15 WIB

Prosesi pelantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Negara berjalan lancar, begitu juga dengan acara Selametan Jakarta di Balai Kota. Namun ada beberapa catatan penting dari sejarah pergantian gubernur di ibukota negara ini.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber