nasional

Panglima TNI : Penguatan Pancasila harus Sejak Dini

Anggi SS | Senin, 14 Agustus 2017 11:09 WIB | PRINT BERITA

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo /ist

 

BOGOR, WB - Pancasila  harus jadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak usia dini agar kita paham tentang Pancasila, yang mempersatukan kita adalah Pancasila dan itu harus dipertahankan, jika kita tidak ingin pecah.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti kegiatan Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila, bertempat di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).

 

Panglima TNI menuturkan bahwa acara Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan kegiatan  sangat strategis yang dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa baru dari seluruh Indonesia, dengan pembicara Ibu Megawati (Presiden kelima RI) dan Presiden RI Joko Widodo yang menekankan tentang kebesaran Indonesia. Pembekalan didahului dengan olahraga bersama di halaman depan Istana Bogor.

 

“Semua berbicara bahwa negara kita sangat besar. negara kita sangat luas dan beragam, kebesaran ini yang perlu terus diingatkan karena banyak negara luar pecah karena faktor keberagaman. Indonesia memiliki 17 ribu pulau, suku, bahasa, warna kulit, rambut, kondisi ekonomi dan agama namun masih tetap satu karena kita punya Pancasila,” kata Panglima TNI.

 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa setiap prajurit TNI selalu mengimplementasikan Pancasila melalui doktrin TNI baik dalam setiap perilaku pribadi maupun seluruh kegiatan dan tugas yang diberikan. “Implementasi Pancasila dilaksanakan TNI dalam kehidupan sehari-hari dengan sumpah prajurit dan sapta marganya. Itu merupakan intisari dari Pancasila,” ujarnya.

 

Perihal banyaknya kelompok muslim yang mendukung Panglima TNI maju dalam Pilpres, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa dirinya saat ini adalah Panglima TNI dan merupakan hal yang tidak etis apabila memiliki keinginan untuk menjadi Presiden atau Wapres. “Presiden dan Wapres adalah atasan saya, tidak etis bila saya berkeinginan seperti itu, biarkan saya fokus sebagai Panglima TNI untuk melaksanakan tugas saya menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa aksi 171717 memiliki latar belakang dari isi pembukaan UUD 1945 yang bertujuan agar bangsa Indonesia dan rakyatnya dapat saling menyayangi, sehingga bangsa indonesia akan bisa fokus terus maju dan membangun.

 

“Jadi kemerdekaan ini diakui oleh semua pejuang karena rahmat dari Allah. Maka pada 17 Agustus ini kita pun berdoa. Semua umat beragama berdoa tidak hanya Islam, selama satu jam untuk bersyukur.  Kita diberikan contoh oleh orang-orang yang berjuang, mereka sudah berjuang pun tidak sombong.  Mereka paham bahwa semua  itu karena rahmat Tuhan,” ucap Panglima TNI

 

Mengenai kasus dugaan perkelahian yang dilakukan oleh oknum Pewira TNI, Panglima TNI mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses hukum. TNI akan selalu menjunjung tinggi hukum yang berlaku.

 

“Saat ini hal tersebut sedang diproses, saya tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada alasan hukum. Pasti ada sebabnya, itu suatu perbuatan tidak etis yang tidak boleh terjadi. Semuanya akan diperiksa, bukan hanya dua-duanya, penyebabnya juga diperiksa,” tegas Panglima TNI. []

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Satgas Indobatt Juara Umum Lomba Menembak UNIFIL

15 September 2018 | 20:50 WIB

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), meraih Juara Umum pada kejuaraan menembak “UNIFIL Firing Competition”, yang diselenggarakan oleh Sektor Timur UNIFIL.

Sandiaga `Puasa Komentar` Soal Erick Thohir jadi Ketua Timses Jokowi

13 September 2018 | 13:58 WIB

Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo dan Ma`ruf Amin, Erick Thohir meminta menanyakan langsung kepada Sandiaga Uno terkait alasannya tidak mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Panglima Resmikan Monumen Alutsista TNI-Polri

15 September 2018 | 16:12 WIB

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dan Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, meresmikan Monumen Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI-Polri di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah, Sabtu (15/9/2018).

DPP PKS Temukan Banyak Pemilih Ganda

15 September 2018 | 18:38 WIB

Ketua Departemen Politik DPP PKS, Pipin Sopian, menemukan pemilih ganda pemilu 2019 usai diberikan Daftar Pemilih Tetap atau DPT oleh Komisi Pemilihan Umum pada 5 September 2018.

Ini Jajaran Baru Direksi Garuda

17 September 2018 | 20:19 WIB

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merombak jajaran direksi dan komisaris dalam RUPS tahunan 2018. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menjadi direktur utama menggantikan Pahala Nugraha Mansury.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber