profil

Ellyhan Jewelry Akan Tampilkan `Hyang` di JFW

Fuad Rohimi | Rabu, 27 September 2017 18:51 WIB | PRINT BERITA

Lia Ellyhan dan karya spektakulernya /mm

 

JAKARTA, WB – Bicara fashion serasa tidak lengkap tanpa membahas pelengkap fashion alias aksesoris. Karena itu, penggunaan aksesoris seperti perhiasan menjadi penting untuk menunjang penampilan.

 

Banyak ragam aksesoris berupa perhiasan seperti kalung, anting, gelang dan cincin. Wanita membutuhkan perhiasan untuk menyempurnakan penampilan serta menonjolkan kecantikannya. Menggunakan perhiasan cantik dengan desain terbaik juga akan membuat wanita tampak lebih anggun dan menawan.

 

Nah, soal aksesoris dan perhiasan itu urusan Lia Ellyhan, pemilik Ellyhan Jewelry sangat paham dan mengerti sehingga mampu melahirkan karya perhiasan mewah dan indah buatan tangan yang terbuat dari mutiara asli dan batu mulia dari Indonesia.

 

Lia Ellyhan sejak kecil sudah akrab dengan mutiara / mm

Lia Ellyhan adalah satu dari sedikit wanita Indonesia yang diberi anugerah kemampuan mendesain perhiasan mutiara dan batu mulia yang karyanya selalu menambah ciamik penampilan para model di event reguler Jakarta Fashion Week (JFW) sejak tiga tahun lalu.

 

Bagi Lia Ellyhan, menjadi desainer perhiasan mewah bukan sesuatu yang kebetulan, pasalnya sejak kecil dirinya sudah akrab dengan seluk beluk perajin perhiasan, khususnya permata. “Orang tua saya adalah perajin perhiasan permata. Jadi sejak kecil sudah terbiasa,” ungkapnya.

 

Faktor pendukung lain, latar belakang pendidikan wanita kelahiran Jakarta 28 tahun silam ini adalah  sekolah desain grafis, jadi klop!

 

Awalnya Lia Ellyhan kerap ikut sibuk membantu orang tua memamerkan perhiasan mutiara dari mal ke mal. “Saya ikut bermacam bazaar untuk mempromosikan perhiasan, sambil ikut juga merancang perhiasan. Awalnya hanya iseng, lama-lama makin jatuh hati dan sekarang waktu saya habiskan untuk berkarya,” ujarnya.

 

Sekitar tahun 2013, Lia Ellyhan ikut program Indonesia Fashion Forward (IFF) yang digagas sebuah majalah wanita terkemuka. Selama satu tahun dirinya digembleng mentor dari Centre for Fashion Enterprise (CFE) London.

 

 “Saya bertemu orang-orang yang sangat membantu dengan saran dan pengetahuan untuk masuk ke pasar mode global. Para mentor itu telah mengubah pola pikir saya menjadi lebih luas. CFE  membuka pemikiran saya untuk mengekspresikan diri melalui desain perhiasan,” ungkap Lia Ellyhan.

 

Sejak ikut program itu, Lia Ellyhan mulai berani menggunaan nama Ellyhan Jewelry sebagai merek dagangnya. Langkah selanjutnya, koleksi Ellyhan Jewelry mulai dikenakan para model di JFW 2015 dan 2016.

 

Desain karya Lia Ellyhan bukan sekedar indah dan mempesona, namun juga memiliki pesan moral karena dibuat berdasarkan konsep cerita-cerita rakyat di tanah air. Saat JFW 2015,  Lia Ellyhan mendesain perhiasan mutiara dengan tema “Lioness of Marunda” yang berkisah tentang pejuang wanita dari Betawi. Koleksi kedua yang dirilis saat Jakarta Fashion Week tahun lalu, berjudul Glory of Suncity, terinspirasi oleh kehidupan perkotaan masa kini.

 

Lioness of Marunda

Perhiasan dengan  desain tegas dan tebal itu diharapkan bisa memberikan  energi postif bagi pemakaianya agar menjadi wanita berani dan mandiri. “Saya merasa sangat bahagia jika karya saya membuat bahagia pemakaianya,” papar pemilik akun instagram ellyhanjewelry ini.

 

Lia Ellyhan yang bermitra dengan para perajin dan petani mutiara di Lombok dan Ambon ini juga akan berkolaburasi dengan perajin perak dari Bali untuk melahirkan karya terbaru yang akan ditampilkan dalam JFW tanggal 21 Oktober nanti.

 

 “Saya sedang mempersiapkan desain dengan tema “Hyang” yang berkisah tentang dewi-dewi kuno Indonesia. Desain yang  didominasi ornamen flora ini saya harap bisa memberikan statement fashion sehingga menimbulkan kecantikan alami dari dalam diri,” jelas Lia Ellyhan yang karyanya pernah hadir di beberapa event Fashion di Hongkong, Jepang dan India. []

 

 Glory of Suncity

 


EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Handoko Lie, Ingin Kembangkan Pasar Hotel Bintang Lima di Medan

17 Oktober 2017 | 17:34 WIB

Pengusaha muda asal Medan, Handoko Lie kini tengah menjajaki proyek baru di bidang kontraktor. Pembangunan gedung dan kontraktor adalah salah satu spesialisasi pengusaha kelahiran Medan, 17 September 1977 itu.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber