nasional

Panglima TNI : Soliditas dan Militansi Tingkatkan Kecepatan Organisasi

Anggi SS | Jumat, 29 September 2017 15:24 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB - Bagi TNI, soliditas dan militansi merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kecepatan organisasi. Setiap individu bukan saja menjadi bagian dari visi organisasi, tetapi juga harus menjadi energi, strategi dan solusi yang membuat kemajuan atas cetak biru organisasi. Oleh karenanya, setiap individu di dalam struktur organisasi TNI wajib membangun kinerja yang tinggi untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya.

 

 Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada upacara serah terima jabatan Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI dari Letjen TNI Bayu Purwiyono kepada Laksda TNI Siwi Sukma Adji, S.E.,M.M. dan Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI dari Mayjen TNI Gadang Pambudi kepada Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (29/9/2017).

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa ke depan permasalahan kondisi iklim global, regional dan nasional menuntut cara kerja yang cerdas dan solid dalam bekerja sama. “Setiap individu dituntut harus bekerja dan berkembang seiring perubahan yang cepat, sebagaimana pemerintah telah menuntut kepada kita (TNI) semua “bekerja, bekerja, dan bekerja,” ujarnya.

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kerja sama dalam struktur organisasi TNI membutuhkan pergerakan yang efektif, efisien dan produktif, sehingga setiap konflik kepentingan dan manipulasi jabatan dalam skala kecil apapun harus dicegah dan dihindari, agar pergerakan organisasi tidak terhambat oleh konflik internal maupun karena kepentingan pribadi.

 

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kemampuan untuk menjadi bagian dari struktur organisasi yang dinamis dan efektif akan menjadikan setiap individu sebagai bagian dari dinamika mesin organisasi yang unggul.  “Dalam menyikapi perkembangan ini, setiap individu harus memiliki etos kerja yang mengerti dan menyadari visi dan misi besar organisasi TNI, sehingga masing-masing individu bergerak bersama-sama organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan Danjen Akademi TNI Laksda TNI Siwi Sukma Adji, S.E.,M.M., bahwa Akademi TNI memiliki peran strategis dalam membentuk perwira TNI yang memiliki naluri intelijen dan taktis, disertai kemampuan akademis dan pengetahuan bagi pelaksanaan tugas-tugas TNI ke depan, seiring realitas yang berkembang saat ini dan mampu memprediksi kecenderungan ke depan.

 

Kepada Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Panglima TNI mengatakan bahwa staf logistik harus memiliki pemahaman yang jelas tentang manajemen logistik TNI, yang mampu mengakomodasikan hubungan antara organisasi logistik dengan fungsi utama lainnya, serta memiliki visi guna membentuk sistem logistik yang kuat, fleksibel dan responsif.

 

Diakhir amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap kepada para perwira untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas diri, serta kemauan untuk berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas. “Kemajuan TNI ke depan sangat bergantung kepada kompetensi dan kemauan para perwira sekalian dalam menghadapi tantangan TNI ke depan yang semakin tidak ringan,” pungkasnya. []

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Penyerangan Ulama Marak, DPR : Aparat Harus Gerak Cepat

20 Februari 2018 | 13:19 WIB

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengutuk keras atas maraknya kasus penyerangan terhadap ulama. Yang terbaru, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok diserang oleh pria yang diduga sakit jiwa di Masjid Al Manar, jelang shalat Zuhur.

Hayono Isman : Demokratisasi Kita Telah Dimanipulasi

21 Februari 2018 | 06:25 WIB

Perlu upaya kolektif untuk memperkokoh budaya dan memelihara struktur nilai-nilai social agar tidak tereliminasi oleh budaya reformasi yang tak sejalan dengan nilai dan tatanan bangsa Indonesia.

Ternyata Jakarta Bukan Kota Termacet di Asia Tenggara

20 Februari 2018 | 12:11 WIB

Kota-kota besar di Asia Tenggara, memang identik dengan yang namanya kemacetan. Sebut saja Indonesia, Thailand, Vietnam bahkan negara sekelas Malaysia pun kerap dilanda kemacetan.

Buwas Minta Pemprov DKI Tutup 36 Diskotek

23 Februari 2018 | 14:02 WIB

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menutup 36 diskotek berada di Jakarta. Pasalnya 36 diskotek tersebut, terindikasi sebagai tempat peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Panglima Komit Jaga Toleransi Antar Umat

22 Februari 2018 | 13:09 WIB

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menerima audiensi Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo beserta perwakilan panitia Pemberkatan Gereja Katolik Bunda Maria Fatima, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu  (21/2/2018).

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber