politik

Zecky Alatas SH : Jokowi Nonton Pengkhianatan G30S/PKI, Rakyat Wajib Nonton

Fuad Rohimi | Minggu, 01 Oktober 2017 08:21 WIB | PRINT BERITA

Zecky Alatas SH /ist

 

JAKARTA, WB - Ketua Umum Ormas Brigade 08 Zecky Alatas SH mengapresiasi langkah politik Presiden Jokowi yang ikut nonton bareng (Nobar) di film Pengkhianatan G30S/PKI di lapangan teknis Makorem 061/Suryakancana, Bogor.

 

Hal itu disampaikan Zecky Alatas SH, usai nobar film Pengkhianatan G30S/PKI di “markas” Brigade 08 di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (30/9/2017). “Bagi saya, Pak Jokowi ikut nobar itu sangat luar biasa. Saya aprisiasi. Nah, jika komando tertinggi negara ini adalah Pak Presiden mau nonton film tersebut, itu artinya rakyat wajib nonton,” tegas Zecky Alatas SH.

 

Malam itu puluhan anggota Brigade 08 bersama warga sekitar memenuhi aula untuk menyaksikan film Pengkhianatan G30S/PKI melalui layar lebar. Tampak beberapa artis ibukota seperti Irma Darmawangsa, Dwi Andika dan Aris Idol ikut duduk manis menyimak film yang diambil dari peristiwa kelam di tahun 1965 itu.[]

 

Zecky Alatas SH mengaku heran jika ada kelompok masyarakat tidak mendukung ajakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menonton film tersebut. Pesan moral film tersebut menurut Zecky adalah untuk menjaga keamanan negara dan melindungi generasi selanjutnya. “Jika paham komunis ini muncul lagi, akan menjadi apa negara ini?” tegasnya.

 

Jika masih ada yang tidak setuju dengan pemutaran film sejarah tersebut, menurut pengacara yang juga produser film ini, kenyataan tersebut menjadi PR bersama. “Tapi jika mereka tetap tidak mau menonton dan malah teriak-teriak jika paham komunis itu sudah tamat dan tidak mungkin tumbuh lagi di Indonesia, kita patut bertanya, ada apa dengan orang ini?” papar Zecky.

 

Sebagai produser film, Zecky Alatas SH mengaku bangga dan terhormat jika mendapat kesempatan membuat film sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Namun dia tidak setuju dengan wacana me-remake film Pengkhianatan G30S/PKI dengan menghilangkan adegan-adegan penting.

 

“Jika di-remake dengan menghapus adegan penyiksaan dan pembunuhan para jenderal, maka pesan moral dari film ini akan hilang. Saya yang salah satu tujuan film ini untuk melahirkan efek jera agar paham komunis tidak tumbuh lagi di Indonesia,” tandasnya. []

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Mampukah Airlangga Naikkan Pamor Golkar yang Melorot?

14 Desember 2017 | 19:45 WIB

Setelah Setya Novanto duduk di kursi terdakwa kasus mega korupsi KTP-e, pamor Partai Golongan Karya (Golkar) semakin melorot.

Tolak Ridwan Kamil, DPD Golkar Sepakat Dukung Dedi Mulyadi

16 Desember 2017 | 12:31 WIB

DPD Partai Golkar Jawa Barat, segera meminta DPP Golkar untuk mencabut dukungan dari kandidat Ridwan Kamil sebagai kandidat calon gubernur di Pilgub Jawa Barat 2018. Hal tersebut diutarakan sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Ade Barkah Surahman.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber