potret

Cinthia Yulianti Manfaatkan Ampas Kopi Jadi Perwarna Kain

Anggi SS | Rabu, 11 Oktober 2017 07:44 WIB | PRINT BERITA

Chintia Yualianti dan karya ampas kopi / mm

 

JAKARTA, WB –  Cinthia Yulianti adalah satu dari segelintir perancang busana  yang memanfaatkan limbah menjadi bagian dari karya rancangannya. Pemilik Ki Artik Butik ini memanfaatkan  ampas kopi  sebagai bahan dasar pewarna kain untuk membatik.

 

Karya spektakulernya itu pernah dipamerkan saat pagelaran Esmod Fashion Festival (EFF) beberapa tahun lalu. Saat itu Cinthia Yulianti merilis empat rancangan dari kain yang pewarnaan dan motifnya menggunakan pewarna dari ampas kopi.

 

“Saya bekerja sama dengan perajin  batik dari daerah untuk menciptakan pewarna khusus dari bahan ampas kopi. Bahan dasarnya saya dapat dari beberapa kedai kopi,” ungkap mantan karyawati Pertamina EP ini.

 

Karena menggunakan ampas kopi sebagai bahan dasar pewarna, empat karya Cinthia Yulianti itu didominasi warna cekelat gelap seperti kopi dengan hiasan motif batik taburan biji kopi. Karya fenomenal itu tidak terekspose karena belum dipamerkan di event-event besar.

 

Dalam waktu dekat Cinthia Yulianti akan kembali bereksperimen dengan mengekplor ampas kopi menjadi karya yang beragam dan menarik. “Menggunakan ampas kopi sebagai perwarna merupakan bentuk kepedulian saaya kepada lingkungan,” ujarnya.

 

Kini industri fashion di Indonesia kian pesat seiring hadirnya para perancang busana muda dengan segudang ide dan kreativitas seprti Cinthia Yulianti. Lulusan STIKOM The London School of Public Relation (LSPR) ini sejak awal berkarya fokus memilih kain etnik berbahan batik tulis.

 

 

Cinthia Yulianti yang sempat pamerkan karyanya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2012 ini mengakui dirinya tidak memiliki latar pendidikan fashion desainer. Tapi dirinya memiliki minat perhatian besar terhadap fashion sejak kecil.

 

"Teringat sewaktu aku kecil. Aku sering didandani Mama hingga tampil perfect. Dari Mamalah aku tertarik fashion", kata Cinthia Yulianti saat dijumpai di butiknya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

 

Bahkan ketika kuliah hingga menjadi staff Drilling Department di Pertamina EP, Cinthia Yulianti belum serius menekuni dunia fashion. Baru selepas dari Pertamina, akhirnya ia fokus menekuni profesi itu.

 

Awal karirnya dimulai membuat desain batik yang dijual custom, terutama di event event pameran yang digelar Pertamina. Dari sana barulah batik menarik hatinya. Hingga akhirnya melalui label Ki Artik Batik Culture, ia mengandalkan batik sebagai bahan utama.

 

Ciri khas dari rancangan Cinthia Yulianti adalah custom ready to wear yang dipadukan bahan batik dan kain etnik lainnya.  Konsepnya casual dengan cuting yang pas dikenakan para profesional muda. Untuk bahan material, banyak menggunakan katun.

 

"Inspirasi desain biasanya aku dapatkan dari kesukaanku traveling ke daerah. Kemudian Inspirasi ini  aku curahkan dalam desain Ki Artik, sehingga nuansa etnik tampil lebih modern," tambah Cinthia Yulianti.

 

Salah satu anak usahanya menerima segala jenis pesanan desain untuk uniform. Bahkan, ia memiliki pelanggan tetap di beberapa perusahaan BUMN, terutama untuk desain uniform premium . "Untuk uniform, Pertamina lah klien tetap s aya. Biasanya uniform untuk level direksi,” ungkapnya.

 

Meskipun belum memanfaatkan pasar online, namun Cinthia Yulianti sudah sering terima order dari medsos lantaran kerap memposting karyanya di instagram @kiartik.  

 

Salah satu obsesi lajang campuran Makassar, Banyuwangi, dan Palembang ini, dirinya  ingin karyanya go internasional sehingga bisa ditampilkan di ajang internasional seperti New York Fashion Week. []

 

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Mel, Arsitek Yang Bikin Tenun Baduy Jadi Makin Cihuy

17 Oktober 2017 | 13:46 WIB

Sebagai sebuah karya, Kain Tenun Baduy yang memiliki nilai estetik dan filosofi akan menjadi lebih bernilai lagi setelah tersentuh tangan dingin Melanie R Wibowo Dharmosetio. Arsitek yang kini menekuni profesi fashion designer ini sudah jatuh hati dengan Kain Tenun Baduy.

Ekspedisi NKRI 2017 Gelar Nikah Massal Di Merauke

18 Oktober 2017 | 13:20 WIB

Tim Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI Subkorwil-3/Merauke menyelenggarakan  nikah massal di 5 (Lima)  Distrik wilayah Kabupaten Merauke pada  tanggal 10 - 16  Oktober 2017.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber